oleh drg. Annisa Sabhrina

Dokter Gigi Umum

Halo Ayah dan Ibu Kejora,

Pernahkah anda menemukan kondisi buah hati saat berbicara kepada anda atau orang lain tercium aroma tidak sedap dari dalam mulutnya? Atau ia sendiri mengeluhkan bau yang tidak nyaman keluar dari rongga mulut? Bisa saja si kecil anda mengalami masalah bau mulut atau dalam dunia medis dikenal dengan nama halitosis.

Berbicara mengenai halitosis, kita akan menemukan berbagai pencetus bau mulut yang bisa terjadi baik pada usia dewasa maupun anak-anak. Faktor kesehatan gigi dan mulut yang buruk, atau mengonsumsi jenis makanan yang sarat akan aroma tertentu, seringkali menjadi patokan penyebab bau mulut. Nyatanya, bukan hanya faktor kesehatan gigi dan mulut serta aroma dari makanan saja, ada berbagai faktor pencetus lainnya yang seringkali luput dari perhatian kita.

Pada dasarnya, setiap makanan yang masuk di tubuh akan diurai pertama kali melalui organ gigi dan mulut. Jika anda atau si kecil tidak memperhatikan mengenai kebersihan gigi, seperti rajin menyikat gigi dan menggunakan ​dental floss, sisa makanan tersebut akan menempel pada permukaan gigi dengan waktu yang lebih lama dan hal ini menjadi pemicu hadirnya bau mulut.

Berikut beberapa penyebab bau mulut pada anak :

  1. Bakteri pada mulut

Bau mulut bisa terjadi kapan saja, salah satu penyebabnya adalah bakteri yang ada pada mulut. Sisa makanan menjadi sarang bakteri tumbuh di dalam mulut.

  1. Mulut kering (Dry Mouth)

Rongga mulut anda bisa saja tidak memproduksi cukup banyak saliva (air liur) dan menyebabkan mulut menjadi kering. Saliva merupakan elemen penting yang berfungsi untuk membersihkan sisa makanan secara alami di dalam mulut anda. Bila kadar saliva berkurang, mulut kita akan terasa kering bahkan terasa kurang bersih. Salah satu penyebab mulut kering yakni dalam pengobatan tertentu, masalah pada ​glandula saliva, dan bernafas melalui mulut.

  1. Bernafas melalui mulut

Saat seorang anak berbicara melalui mulut (karena hidung tersumbat atau kebiasaan tidur yang salah), hal ini memicu terjadinya ​xerostomia atau yang biasa dikenal mulut kering yaitu gejala yang terjadi saat produksi saliva berkurang atau berhenti memproduksi saliva. Hal ini menyebabkan saliva tidak bisa berfungsi membersihkan sisa makanan dan menyebabkan bau mulut.

  1. Kesehatan rongga mulut yang buruk

Bila anak anda tidak rajin menyikat gigi secara teratur, bisa mengakibatkan bau mulut. Karena dengan tidak teratur, sangat berpotensi membuat lubang pada gigi dan plak yang tidak dibersihkan bisa mengiritasi gusi. Selain itu, bagian lidah yang tidak dibersihkan juga menjadi tempat melekatnya sisa makanan yang berpotensi menghasilkan bau mulut. Jadi pastikan, anak anda menyikat gigi secara teratur dan membersihkan bagian lidah.

  1. Infeksi di rongga mulut

Bau nafas yang sulit hilang hingga periode cukup lama bisa saja disebabkan adanya lubang pada gigi, infeksi gigi, plak, serta lesi sariawan di dalam mulut.

  1. Objek asing

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, salah satunya melalui permainan. Mereka sangat suka bermain apa saja tidak terkecuali bermain dengan barang yang ukurannya kecil (mainan kecil, bahan makanan atau barang lain). Bila barang ini tersangkut di area hidung dan tidak segera diambil dapat berpotensi menjadi penyebab bau mulut.

  1. Makanan

Beberapa jenis makanan tertentu memiliki aroma yang kuat seperti; bawang putih, bawang bombay dan beberapa jenis bahan makanan lainnya yang berpotensi mengurangi kesegaran nafas buah hati tercinta

  1. Kondisi sakit atau dalam pengobatan medis

Apabila si kecil memiliki riwayat penyakit tonsilitis, penyakit sinus, alergi atau sedang dalam pengobatan penyakit tertentu, hal ini bisa membuat nafasnya menjadi tidak segar.

Terkadang kondisi bau mulut sering tidak disadari oleh setiap individu. Biasanya lawan bicara yang akan lebih merasakan efek dari nafas yang kurang baik. Sebagai orangtua, tentu anda tidak menginginkan hal ini terjadi pada anak anda bukan?

Karena selain anda merasa tidak nyaman, bisa saja hal ini mengurangi kadar percaya diri buah hati anda. Berikut tips menghilangkan bau mulut:

  1. Sikat gigi dan membersihkan sela gigi dengan ​dental floss

Lakukan sikat gigi secara teratur 2 kali sehari yakni pada pagi hari dan malam hari menurut aturan dari ​ADA (American Dental Association). Guna sikat gigi secara teratur yakni menghilangkan sisa makanan serta plak yang menempel pada permukaan gigi. Beri penjelasan kepada buah hati anda untuk tidak menelan pasta gigi yang digunakan.

  1. Sikat bagian lidah

Beri pemahaman bagi si kecil, bahwa sikat bagian lidah bersamaan saat menyikat gigi. Sisa makanan bisa saja melekat pada permukaan lidah dan berpotensi menimbulkan bakteri pada mulutnya.

  1. Ganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali

Periksa kondisi bulu sikat secara teratur dan buat jadwal untuk mengganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali. Karena dengan bulu sikat yang kondisinya baik, diharapkan dapat mengambil sisa-sisa makanan dengan efektif.

  1. Jaga agar cairan saliva cukup

Mengkonsumsi makanan sehat yang kaya akan serat dan air membantu menjaga kadar saliva tetap cukup didalam mulut. Selain itu, kebiasaan semakin sering mengunyah juga membantu meningkatkan kadar saliva.

  1. Minum air putih

Penuhi kebutuhan konsumsi air putih agar menjaga kondisi mulut tidak kering.

  1. Kontrol rutin ke dokter gigi

Cek secara rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, untuk mengetahui apakah ada gigi berlubang, plak dan karang gigi bahkan infeksi gigi yang dapat menimbulkan bau mulut.

Sumber :

https://www.webmd.com/oral-health/guide/bad-breath https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/b/bad-breath

446total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *