oleh dr. Felix Adrian, Bmed.Sc, Sp.N

Dokter Spesialis Saraf

 

Halo, Ayah dan Ibu Kejora.

Apakah Ayah dan Ibu Kejora pernah mengalami nyeri pada bagian punggung bawah? Sebenarnya apa penyebab dari nyeri punggung bawah, kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter, dan bagaimana cara mencegahnya? Yuk kita cari tahu bersama!

Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat sering ditemui sehari-hari. Menurut suatu penelitian di Amerika, terdapat sekitar 80% masyarakat Amerika yang pernah berkonsultasi dengan dokter karena mengalami nyeri punggung bawah. Penyebab umum dari nyeri punggung bawah dapat berasal dari struktur tulang belakang, otot punggung, sendi faset, bantalan tulang belakang, ketidakstabilan tulang belakang, dan kompresi saraf.

Secara garis besar nyeri punggung bawah dapat dibagi menjadi 2 tipe nyeri, yaitu nyeri aksial dan nyeri radikular. Pada nyeri aksial, nyeri dirasakan seperti kaku, tertarik, dan terdapat rasa berdenyut. Nyeri ini biasanya disebabkan oleh kekakuan otot, gangguan sendi faset, dan juga robekan pada diskus. Pada umumnya, lokasi nyeri pada nyeri aksial bisa ditunjuk oleh si penderita. Sedangkan pada nyeri radikular, nyeri dirasakan seperti tertusuk, kesemutan, atau sensasi tebal yang biasanya disebabkan oleh penjepitan saraf.

Terdapat beberapa tanda bahaya atau red flags pada nyeri punggung bawah yang perlu Ayah dan Ibu Kejora perhatikan, yaitu:

  1. Riwayat Keganasan: keluhan nyeri yang disertai dengan penurunan berat badan, nyeri menetap pada saat istirahat, atau penderita berusia > 50 tahun.
  2. Infeksi: keluhan nyeri disertai dengan demam yang sumbernya tidak jelas atau terdapat riwayat infeksi sesaat sebelum nyeri timbul.
  3. Fraktur: keluhan nyeri disertai dengan riwayat konsumsi obat “steroid” jangka panjang, osteoporosis, riwayat trauma seperti jatuh atau terbentur, atau penderita berusia > 70 tahun.
  4. Sindrom cauda ekuina: keluhan nyeri disertai dengan gangguan berkemih, kelemahan pada kedua kaki, atau sensasi tebal pada area bokong.
  5. Gejala neurologis fokal.
  6. Kegagalan perbaikan nyeri dengan terapi yang sudah adekuat selama > 4 minggu.

Apabila Ayah dan Ibu Kejora mengalami nyeri punggung bawah yang disertai dengan salah satu dari tanda-tanda di atas, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter anda.

Beberapa tips yang dapat Ayah dan Ibu Kejora dapat lakukan untuk mencegah nyeri punggung bawah adalah:

    1. Melakukan peregangan setiap pagi pada saat bangun tidur.
    2. Olahraga teratur.
    3. Menjaga postur yang baik ketika duduk, berdiri, atau beraktivitas.
    4. Menggunakan alas kaki yang tepat.
    5. Menggunakan tumpuan kaki ketika mengangkat barang berat.

Editor: Dinda Mawar Cita P., S.Ked

Referensi

  1. Bratton, RL. 1999. “Assessment and Management of Acute Low Back Pain.” Am Fam Physician.
  2. Chou, R., and LH Huffman. 2007. “Guideline for the evaluation and management of low back pain evidence review.” American Pain Society.
  3. Cooper, G. n.d. “Understanding Different Types of Back Pain.” Accessed 2021. https://www.spine-health.com/blog/understanding-different-types-back-pain.
  4. Purwata, TE, S. Henny, and DR Amril, eds. 2019. Konsensus Nasional Penatalaksanaan Nyeri. N.p.: PERDOSSI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *