oleh dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Hai keluarga Kejora! Berbicara mengenai vitamin A biasanya fungsinya erat dikaitkan dengan kesehatan mata saja ya? Nah, ternyata vitamin A juga banyak fungsi lainnya loh. Kita bahas sejenak yuk apa saja fungsi vitamin A ini.

Vitamin A memang diperlukan untuk pembentukan rhodopsin, yaitu pigmen pada sel-sel batang di retina yang berperan pada penglihatan dalam kondisi gelap atau kurang cahaya. Nah, selain itu vitamin A juga berperan dalam berbagai proses fisiologis tubuh, termasuk mempertahankan integritas dan fungsi seluruh jaringan permukaan (epitel) seperti epitel kulit, lapisan saluran napas, saluran cerna, dan kandung kemih. Vitamin ini juga berperan untuk sistem kekebalan tubuh, tumbuh kembang serta reproduksi.

Karena fungsinya yang beragam dan sangat penting bagi tubuh, mari kita kenali sumber bahan makanannya untuk memenuhi kebutuhan harian si kecil. Bahan makanan kaya akan vitamin A bisa didapatkan dari sumber hewani maupun nabati. Karena vitamin A termasuk yang larut lemak, maka vitamin ini membutuhkan lemak dalam makanan untuk membantu absorpsinya.

Vitamin A yang berasal dari hewani merupakan bentuk aktif yang disebut sebagai retinol. Contohnya hati, kuning telur, susu serta produk turunannya (keju dan butter). Sedangkan, vitamin A dari nabati memiliki bentuk karotenoid yang harus diubah dulu menjadi retinol pada saat proses pencernaan sebelum digunakan oleh tubuh. Contohnya mangga, pepaya, melon, labu kuning, serta sayuran seperti wortel, tomat, bayam, brokoli, sayuran hijau lainnya, serta ubi. Usahakan agar tidak memasak semua bahan makanan tersebut terlalu lama (overcooked) karena dapat menurunkan kandungan vitamin A.

Defisiensi Vitamin A

Selanjutnya, apa saja tanda-tanda bila seseorang mengalami kekurangan vitamin A?

Yang paling sering terjadi adalah buta senja atau kesulitan untuk melihat dalam kondisi kurang cahaya karena terganggunya pembentukan rhodopsin pada sel-sel batang selaput retina mata. Gejala lain adalah kekeringan pada mata atau yang disebut xerophthalmia, kerusakan kornea, hingga akhirnya terjadi kebutaan. Karena vitamin A juga memiliki peran penting dalam kekebalan tubuh, maka seringkali anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin A akan meningkat risikonya untuk terjadi infeksi berat. Pada saat terjadinya infeksi, maka kebutuhan tubuh akan vitamin A akan semakin meningkat, sehingga keadaan defisiensi akan memperparah infeksi yang terjadi.

Suplementasi Vitamin A

Suplementasi vitamin A sebenarnya sudah dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 1978 dengan tujuan awal mencegah kebutaan dan meningkatkan daya tahan tubuh anak dari penyakit. Bulan Februari dan Agustus ditetapkan sebagai bulan suplementasi vitamin A sebagai salah satu strategi penanggulangan kekurangan vitamin A.

Sasaran suplementasi vitamin A adalah bayi, anak balita dan ibu nifas. Kapsul vitamin A dosis 100.000 IU (warna biru) untuk bayi, dan kapsul vitamin A dosis 200.000 IU (warna merah) untuk anak balita dan ibu nifas. Ayah dan ibu bisa mendapatkan suplementasi vitamin A ini di sarana fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, Puskesmas, Polindes/Poskesdes, balai pengobatan, dan praktek dokter/bidan swasta, posyandu, serta sekolah TK atau PAUD yang menyelenggarakan.

Sumber:

Gilbert, C. What is vitamin A and why do we need it? Community Eye Health, 2013; 26(84): 65.
Gropper SS, Smith JL. Fat-soluble vitamins. Dalam: Advanced Nutrition and Human Metabolism, 6ed. Wadsworth, 2013, hlm 371-86.
Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Departemen Kesehatan. Panduan Manajemen Suplementasi Vitamin A, 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *