oleh dr. Arti Indira, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Salam Sehat, Keluarga Kejora!

Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang populer. Sumber susu dan produk susu termasuk sapi, domba, unta, kambing, dan lainnya. Baru-baru ini, susu sapi jenis baru telah muncul di pasaran. Produk ini, yang disebut susu sapi A2, telah menarik perhatian konsumen dan ilmuwan. Apakah Moms pernah mendengar tentang susu sapi A2 ? Apakah perbedaannya dengan susu sapi biasa? Berikut infonya.

Susu sapi mengandung 8 gram protein dalam setiap 250 ml susu. Terdapat dua protein utama dalam susu yaitu kasein dan whey. Kasein menyumbang sekitar 80% protein dalam susu. Kasein juga memiliki beberapa variasi, salah satunya disebut beta-kasein. Beta-kasein membentuk sekitar 30% protein dalam susu sapi dengan varian A1 dan A2.

Jaman dulu, sapi menghasilkan susu yang hanya mengandung bentuk A2 beta-kasein. Saat ini, sebagian besar susu yang tersedia di toko bahan makanan mengandung protein A1.

Protein A1 dan A2 mempengaruhi tubuh secara berbeda. Ketika protein A1 dicerna dalam usus kecil, ia menghasilkan peptida yang disebut beta-casomorphin-7 (BCM-7). Usus menyerap BCM-7, dan kemudian masuk ke dalam darah. Peneliti mengaitkan BCM-7 dengan ketidaknyamanan perut dan gejala yang mirip dengan yang dialami oleh orang dengan intoleransi laktosa. Struktur protein A2 lebih serupa dengan protein dalam ASI manusia, begitu pula susu dari kambing, domba, dan kerbau.

Pada tahun 2000, seorang ilmuwan di Selandia Baru mendirikan Perusahaan Susu A2. Perusahaan ini menyediakan susu dari sapi yang hanya menghasilkan protein A2. Perusahaan Susu A2 menguji DNA sapi mereka dengan menggunakan sampel rambut, untuk memastikan hewan tersebut hanya menghasilkan susu yang mengandung protein A2. Perusahaan juga menguji susu setelah produksi untuk memastikan susu tidak mengandung protein A1.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa BCM-7 mungkin berhubungan dengan diabetes tipe 1, penyakit jantung, kematian bayi, autisme, dan masalah pencernaan. Meskipun dapat mempengaruhi sistem pencernaan, masih belum jelas sejauh mana BCM-7 diserap secara utuh ke dalam darah.

Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis pada anak-anak dan ditandai dengan kekurangan insulin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum susu A1 selama masa kanak-kanak meningkatkan risiko diabetes tipe 1. Namun, penelitian ini bersifat observasional. Mereka tidak dapat membuktikan bahwa A1 beta-casein menyebabkan diabetes tipe 1, hanya mereka yang mengonsumsi susu A1,  lebih banyak yang memiliki risiko lebih tinggi untuk terdiagnosis diabetes tipe 1.

Pada kasus lain yaitu Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) yang merupakan penyebab kematian paling umum pada bayi di bawah 12 bulan. SIDS adalah kematian tak terduga pada bayi tanpa penyebab yang jelas. Beberapa peneliti menduga bahwa BCM-7 mungkin terlibat dalam beberapa kasus SIDS. Satu studi menemukan kadar BCM-7 yang tinggi dalam darah bayi yang berhenti bernapas untuk sementara saat tidur. Kondisi ini, yang dikenal sebagai sleep apnea, dikaitkan dengan peningkatan risiko SIDS. Hasil ini menunjukkan bahwa beberapa anak mungkin sensitif terhadap kasein beta A1 yang ditemukan dalam susu sapi. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum kesimpulan yang pasti dapat dicapai.

Jumlah laktosa dalam susu A1 dan A2 sama. Namun, sebagian orang merasa bahwa susu A2 tidak menyebabkan kembung dibandingkan susu A1. Penelitian menunjukkan bahwa komponen susu selain laktosa dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan. Sebuah penelitian pada 41 orang menunjukkan bahwa susu A1 menyebabkan feses lebih lembek daripada susu A2 pada beberapa individu, sementara penelitian lain pada orang dewasa Cina menemukan bahwa susu A2 menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan yang jauh lebih sedikit setelah makan.

Perdebatan mengenai efek kesehatan dari susu A1 dan A2 masih berlangsung. Penelitian telah menunjukkan bahwa A1 beta-kasein menyebabkan gejala pencernaan yang tidak nyaman pada individu tertentu. Tetapi bukti masih terlalu lemah untuk menarik kesimpulan tentang dugaan hubungan antara A1 beta-casein dan kondisi lain. Namun jika Moms tertarik untuk mencobanya, susu A2 bisa menjadi alternatiif,  jika mengalami kesulitan mencerna susu biasa.

Editor: dr. Kristina Joy Herlambang, M.Gizi, Sp.GK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *