oleh dr. Nurul Larasati, BMedSc

Dokter Umum

 

Halo, Keluarga Sehat Kejora! Beberapa saat lalu sebagian daerah di Indonesia mengalami gempa bumi berturut-turut. Guncangannya pun begitu terasa hingga ke Ibu Kota Jakarta. Wah, siapa sangka Jakarta akan mengalami bencana alam? Apakah kita sudah menyiapkan diri dan keluarga menghadapi gempa bumi?

Secara geografis Indonesia dikenal sebagai daerah rawan gempa bumi dan letusan gunung berapi. Negara kita, bersama dengan beberapa negara lainnya, berada di jalur gempa teraktif di dunia karena wilayah ini adalah pertemuan berbagai lempeng tektonik yang terus aktif bergerak. Diperkirakan sekitar 90% gempa bumi di dunia terjadi di wilayah ini. Oleh sebab itu, wilayah ini disebut juga sebagai Cincin Api Pasifik, atau Ring of Fire. Walau hal ini menjadikan Indonesia negara yang rawan bencana alam, hal ini juga menjadikan negara kita sebagai wilayah subur dan kaya secara hayati.

Nah, sebagai masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, sudah sepantasnya kita menyiapkan diri dan juga keluarga dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi. Apa saja yang harus Ayah dan Ibu perhatikan?

 

Sebelum Gempa Bumi

  1. Luangkan waktu dengan keluarga untuk membahas jalur evakuasi.
    Wah, jalur evakuasi? Sudah seperti di perkantoran saja ya, Ayah dan Ibu? Memang benar. Seberapapun ukuran rumah atau tempat tinggal kita, penting untuk tiap anggota keluarga mengetahui kemana mereka harus berlari atau berlindung saat terjadi gempa. Misalnya langsung menuju ke lapangan kosong yang dekat dengan rumah, atau halaman depan rumah bila ukurannya cukup luas dan jauh dari pepohonan/ bangunan besar.
  2. Perhatikan titik-titik aman untuk berlindung dan titik-titik bahaya seperti dekat kaca, tiang-tiang, lemari, dll.
  3. Catat dan simpan nomor-nomor telepon penting selain keluarga, seperti Palang Merah Indonesia (PMI), polisi, pemadam kebakaran, dll.
  4. Siapkan Tas Siaga Bencana.

Sumber: Keepo.me (https://keepo.me/lifestyle/indonesia-rawan-bencana-kamu-udah-nyiapin-tas-siaga-bencana-ini-isinya-biar-kamu-bisa-bertahan/)

Tas Siaga Bencana disiapkan sebagai pertolongan dasar selama 3×24 jam setelah bencana. Letakkan Tas Siaga Bencana dekat dengan jalur evakuasi atau di tempat yang mudah dijangkau. Tas ini berisikan:

  • Fotokopi dokumen pribadi dan uang tunai.
  • Selimut—disarankan emergencyblanket atau yang tidak memakan banyak tempat di dalam tas.
  • Peluit (untuk memanggil bantuan).
  • Alat bantu penerangan, seperti senter (dan baterai cadangan), lilin, korek api.
  • Pisau lipat.
  • Wadah air—disarankan yang dapat dilipat.
  • Telepon genggam, power bank.
  • Obat-obatan/alat kesehatan dasar, seperti perban, cairan antiseptik, plester, parasetamol, obat lambung, obat diare, obat gosok/minyak kayu putih, losion anti-nyamuk, dan obat-obatan yang rutin dikonsumsi (misalnya obat diabete dan darah tinggi).
  • Makanan, minuman, dan peralatan makan.
    Makanan dapat berbentuk makanan kaleng (yang tidak membutuhkan pembuka kaleng khusus), biskuit, kue kering. Untuk minuman diutamakan air putih botol.
  • Peralatan mandi dan pakaian secukupnya, termasuk perlengkapan beribadah yang ringan.
  • Peralatan lain seperti jas hujan, masker, buku tulis, pulpen.

 

Saat Gempa Bumi

Sumber: Darmawan A, et al. PKM CSR

 

  1. Bila Keluarga Kejora sedang berada di dalam rumah, berlindunglah di bawah meja dan lindungi kepala dengan apa saja, seperti helm, bantal, papan, atau kedua tangan dengan posisi telungkup.
  2. Bila Keluarga Kejora berada di dalam gedung, merunduk dan lindungi kepala. Setelah itu bergeraklah sesuai petunjuk petugas penyelamat dan jangan menggunakan lift. Jalanlah menuju ruang terbuka.
  3. Pada posisi di dalam kendaraan, hentikan kendaraan dan berjalanlah menuju tempat terbuka.
  4. Bila berada di gunung, pergi ke tempat yang aman seperti lapangan terbuka yang jauh dari lereng. Bila berada di pantai, bergeraklah ke dataran tinggi untuk mewaspadai terjadinya tsunami.

 

Setelah Gempa Bumi

  1. Periksa keadaan diri sendiri lalu keluarga dan hewan peliharaan yang ikut serta.
  2. Bila berada dekat dengan rumah, matikan aliran listrik dan gas.
  3. Berikan pertolongan kepada orang-orang sekitar bila mampu dan memungkinkan.
  4. Selalu ikuti petunjuk dari petugas penyelamat.

Yang juga patut diperhatikan adalah bila ada bayi dan hewan peliharaan yang menjadi bagian dari keluarga. Bila ada bayi, siapkan bubur bayi instan dan susu bubuk sesuai usianya, serta perlengkapan lain seperti popok, perlak, dll namun tidak berlebihan. Untuk hewan peliharaan, siapkan makanan dan tempat makannya, kalung, tali tuntun, juga obat yang sekiranya dibutuhkan.

 

Ayah dan Ibu, perlengkapan ini perlu diperiksa kembali setiap 3 bulan, termasuk mengganti makanan dan minuman dengan masa kadaluarsa yang lebih lama. Ayo, bersama-sama kita menjadi Keluarga Sehat Kejora yang tanggap bencana!

 

Referensi:

  1. Cincin Api Pasifik. Wikipedia. April 2019.
  2. Astika Fardani. Mari Siapkan Tas Siaga Bencana. Pusat Krisis Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. November 2018.
  3. Keeping Your Family Safe During an Earthquake. Safety.com. May 2019.
  4. Budi Utomo. Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Bumi dari PMI. Tagar.id. Juni 2019.
  5. Earthquake Safety Checklist. Be Red Cross Ready. 2009.

 

224total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *