oleh dr. Dyah Tjintya Sarika, SpM

Dokter Spesialis Mata

 

Halo Ayah dan Ibu Kejora… Apa kabar keluarga sehat Kejora?

Tak terasa pandemi COVID-19 sudah berjalan selama 6 bulan terhitung kasus pertama yang ditemukan di Indonesia pada awal bulan Maret 2020. Akibat pandemi COVID 19 ini tentunya ada beberapa perubahan yang terjadi dalam aktivitas kita sehari-hari antara lain menggunakan masker saat berada di luar rumah, rajin mencuci tangan, menjaga jarak 1-2 m dengan orang sekitar dan tentunya menjaga kebersihan diri dan sekitar.

Nah, akibat hal tersebut banyak nih ayah dan ibu kejora yang menggunakan lampu UV untuk disinfeksi udara, permukaan dan juga air di rumahnya. Lampu UV yang digunakan utk disinfeksi tersebut memiliki panjang gelombang dibawah 380 nm dimana tidak terlihat oleh mata kita namun tanpa disadari dapat merusak mata kita. Efek dari lampu UV tersebut ada yang akut (jangka waktu cepat) dan kronik (jangka waktu lama). Pada kesempatan kali ini saya akan membahas salah satu efek akut dari lampu UV disinfeksi yang sering terjadi pada mata yaitu photokeratitis. Yuk mari kita bahas.

 

Apa itu Photokeratitis?
Photokeratitis merupakan suatu kumpulan gejala/gangguan pada selaput bening mata/kornea yang terjadi secara akut setelah terkena paparan sinar UV tipe C (panjang gelombang 100-290 nm) dan tipe B (panjang gelombang 290-320 nm). Keluhan-keluhan pada kornea ini muncul setelah terjadi paparan UV. Sebetulnya paparan sinar UV ini tidak hanya mengakibatkan keluhan pada kornea saja namun juga pada bagain mata lain seperti konjungtiva, lensa dan retina mata (gambar 1). Pada kesempatan kali ini saya hanya akan membahas keluhan pada kornea karena sifatnya yang cepat/akut serta saat ini sedang marak digunakan lampu UV untuk disinfeksi rumah selama pandemi covid-19 ini berlangsung

Gambar 1 Penyerapan sinar UV pada beberapa struktur yang ada di dalam mata

 

Berapa lama waktu paparan yang dibutuhkan sampai terjadi photokeratitis ?
Sangat bervariasi dimulai dari 30 menit sampai 24 jam, namun rata-rata 6 sampai 12 jam paska paparan UV.

 

Apa saja sumber UV yang dapat mengakibatkan photokeratitis ?

  1. UV air disinfectant lamps -> saat ini sedang marak di gunakan untuk sterilisasi di rumah

Gambar 2. Air UV disinfectant lamps/germicidal UV lamps

  1. UV water disinfectant systems

Gambar 3. Water UV disinfectant system

  1. Aquarium UV sterilizer -> untuk menghilangkan lumut pada akuarium/kolam ikan

Gambar 4. Aquarium UV Sterilizer

  1. Tanning lamps -> biasanya di gunakan di salon-salon kecantikan

Gambar 5. Tanning lamps

  1. Sinar matahari
  2. Mesin las
  3. Sinar UV yang digunakan untuk sterilizer pada laboratorium dan rumah sakit

 

Apa tanda dan gejala dari photokeratitis ?

Tanda dan gejala yang dapat terjadi akibat photokeratitis antara lain :

  1. Mata perih merah dan berair
  2. Kelopak dan konjungtiva bengkak dan sulit dibuka
  3. Lapisan epitel kornea terkelupas  timbul bercak-bercak pada pewarnaan
  4. Pupil miosis
  5. Refleks kornea berubah
  6. Buram
  7. Fotofobia
  8. Mata terasa sensasi seperti terdapat benda asing

 

Tanda dan gejala diatas ditemukan pada kedua mata / BILATERAL

Gambar 6. Mata merah akibat photokeratitis

Gambar 7. Epitel kornea yang mengalami pengelupasan akibat paparan sinar UV

 

Bagaimana perawatan kondisi photokeratitis ?

  1. Istirahatkan mata
  2. STOP/Hindari re-exposure sinar UV tersebut
  3. Teteskan pelembab tetes air mata buatan -> pertolongan pertama
  4. Dapat diberikan kompres dingin pada mata
  5. Bawa ke IGD / dokter SpM bila gejala dirasa berat
  6. Dokter SpM akan menilai derajat keparahan photokeratitis dan memberikan
        • a. Antibiotik topikal
        • b. Anti radang/nyeri topikal
        • c. Sikloplegik -> bila dibutuhkan
        • d. Anti nyeri oral -> bila dibutuhkan

 

Bagaimana mencegah terjadinya photokeratitis ?

  1. DILARANG / TIDAK BOLEH berada di ruangan yang sedang MENYALAKAN UV DISINFECTANT LAMP apalagi digunakan sebagai lampu tidur atau dinayalakan pada saat bekerja
  2. LARANG PEMBANTU, ANAK, dan KELUARGA untuk berada di ruangan yang sedang menyalakan UV DISINFECTANT LAMP
  3. Gunakan kacamata anti UV bila berada di luar ruangan dengan paparan sinar UV
  4. Gunakan lensa kontak anti UV bila berada di luar ruangan dengan paparan sinar UV
  5. Gunakan topi yang lebar untuk melindungi area mata dan wajah pada saat berada di luar ruangan dengan paparan sinar UV
  6. Untuk pekerja-pekerja yang menggunakan alat LAS -> SELALU GUNAKAN PELINDUNG DIRI (wajah dan seluruh badan)

 

Referensi :

  1. Cullen AP. Photokeratitis and other Phototoxic effects on the Cornea and Conjunctiva. International J of Toxicology 2002, 21:455-64
  2. Banerjee S, Patwardhan, Savant VV. Mass photokeratitis following exposure to unprotected UV light. Journal of public Health Medicine 2003, 25(2) 160.
  3. Moore LA, Hussey M, Ferreirra JT, Wu B. Review of photokeratitis : corneal response to UV radiation exposure. S Afr optom 2010, 69(3) 123-31
  4. Citek K, Andre B, Bergmanson J, Butler JJ, Chou BR, et al. The eye and solar UV Radiation. Diunduh dari : https://www.pointsdevue.com/sites/default/files/UV-BlueLight-E-book-edition-2-web.pdf
  5. The College of Optometrist. Photokeratitis (UV Burn , Arc Eye, Snow blindness). Diunduh dari : https://www.college-optometrists.org/guidance/clinical-management-guidelines/photokeratitis-.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *