oleh dr. Yohannessa Wulandari, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinis

 

Halo, Ayah dan Ibu Kejora.

Ayah ibu Kejora pasti sudah familiar dengan demam berdarah. Ya, betul. Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan berasa dari gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albocpictus. Demam berdarah umumnya ditandai dengan gejala demam terus menerus selama tiga hari atau lebih dan disertai dengan adanya penurunan trombosit dibawah nilai normal.

Umumnya, pada hari-hari pertama demam, anak juga akan mengeluhkan penurunan nafsu makan, nyeri-nyeri otot, nyeri dibelakang mata, nyeri ulu ati, mual hingga muntah.  Tidak bisa dipungkiri bahwa pada hari-hari pertama sakit, toleransi diet anak akan jauh menurun. Meski demikian, pada fase ini nutrisi yang adekuat sangat dibutuhkan oleh anak.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian nutrisi pada anak dengan demam berdarah.

  1. Konsistensi

Seperti yang sudah disampaikan diatas, pada dasarnya anak dengan demam berdarah akan mengeluhkan nyeri ulu ati, mual hingga muntah. Maka dari itu, pemilihan konsistensi makanan yang tepat sangat diperlukan.

Diet lunak (dapat juga bentuk cair) sangat direkomendasikan pada fase awal demam berdarah. Umumnya anak tidak mau makan apapun pada fase-fase awal sehingga, pemberian diet lunak maupun cair umumnya dapat ditoleransi dengan lebih baik pada anak.

Sangat penting bagi orang tua untuk memperhatikan status hidrasi anak. Orang tua harus memastikan anak tetap mau minum di fase-fase ini. Minum banyak air sangat dibutuhkan untuk menggantikan cairan yang hilang pada fase demam tinggi serta berperan untuk menurunkan suhu tubuh.

  1. Jumlah

Rasa mual yang dialami anak tentunya membuat anak enggan untuk makan dalam porsi besar. Sehingga, ayah dan ibu disarankan untuk memberikan makanan dalam porsi yang lebih kecil namun sering pada anak. Frekuensi makan dapat diberikan 5-6 kali per hari (setiap 2-3 jam)

  1. Komposisi

Penting sekali untuk tetap memperhatikan komposisi dari makanan atau minuman yang diberikan pada anak. Pada dasarnya makanan/minuman yang diberikan harus memiliki kandungan makronutrien dan mikronutrien yang adekuat.

Makanan yang diberikan harus tinggi protein karena pada dasarnya protein sangat berperan penting dalam perbaikan jaringan tubuh serta sistem kekebalan tubuh. Makanan yang tinggi protein dan mudah dicerna seperti susu dan telur dapat dipertimbangkan.

Makanan yang diberikan juga harus dipastikan kaya akan karbohidrat dan mudah dicerna.

Demam berdarah secara tidak langsung akan menurunkan kapasitas pencernaan anak sehingga akan sulit bagi anak untuk mencerna lemak secara sempurna. Sehingga, diet yang dianjurkan sebaiknya adalah yang rendah lemak.

Sangat penting untuk memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi memiliki kandungan vitamin dan mineral yang adekuat sehingga pemberian sup sayuran, buah segar juga dapat dianjurkan.

Jangan lupa untuk memperhatikan kandungan rempah-rempah pada makanan yang dibuat. Karena anak dengan demam berdarah umumnya akan mengalami mual dan muntah, diet yang direkomendasikan adalah diet yang tidak pedas dan tidak mengandung rempah-rempah dengan aroma yang terlalu menyengat.

Jadi, apa saja makanan dan minuman yang direkomendasikan?

  • Buah jambu, apel, jeruk, delima. Buah yang kaya akan vitamin C dan K dinilai dapat membantu untuk peningkatan sistem imun tubuh
  • Sayur bayam, sop tomat, sup bit). Selain teksturnya yang lembut dan mudah dicerna, kandungan yang dimiliki tiap komponen sangat berperan penting untuk tubuh. Bayam kaya akan vitamin C, vitamin K, kalium, dan zat besi. Tomat kaya akan vitamin C dan kalium. Bit kaya akan vitamin C. Komponen-komponen tersebut berperan penting untuk keseimbangan elektrolit, serta untuk kecukupan mikronutrien tubuh.
  • Hindari makanan yang pedas, berminyak, dan goreng-gorengan.

Kesimpulannya, anak dengan demam berdarah pasti akan mengalami penurunan nafsu makan, sering mengeluhkan mual dan muntah. Sehingga, pemberian diet yang dianjurkan harus disesuaikan dengan kemampuan anak. Pemberian diet lunak atau cair di awal fase harus dicoba sampai anak dapat menoleransi diet padat. Pemberian jumlah diet yang disarankan adalah dalam jumlah kecil namun sering. Pastikan memberikan diet yang tinggi protein, tinggi karbohidrat dan rendah lemak yang kaya akan vitamin, mineral. Hindari makanan yang sulit dicerna, pedas, berminyak, maupun dengan bau terlalu menyengat.

References

  1. Mishra S, Agrahari K, Shah D. Prevention and Control of Dengue by Diet Therapy [Internet]. Dipterajournal.com. 2021 [cited 2 June 2021]. Available from: https://www.dipterajournal.com/pdf/2017/vol4issue1/PartA/4-1-10-484.pdf
  2. Comprehensive guidelines for prevention and control of dengue and dengue haemorrhagic fever. New Delhi, India: World Health Organization Regional Office for South-East Asia; 2011.
  3. John Hopkins Medicine. Dengue Fever
  4. Centers for Disease Control and Prevention. Your Infant has Dengue

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *