oleh dr. Sunita

Dokter Umum

Halo Ayah Ibu Kejora! Sudahkah buah hati Ayah Ibu mendapatkan vaksinasi hepatitis A? Apa itu hepatitis A?

Hepatitis A merupakan suatu penyakit menular di mana terjadi peradangan pada hati atau liver. Penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis A ini ditularkan melalui konsumsi makanan atau minuman yang tercemar tinja penderita hepatitis A atau dikenal dengan istilah transmisi faecal-oral. Penyakit hepatitis A dapat terjadi 2-7 minggu setelah individu yang rentan terpapar dengan makanan atau minuman yang tercemar virus tersebut.

Gejala yang dapat ditemukan pada penderita hepatitis A, antara lain: demam, nyeri perut, nyeri sendi, mual, muntah, lemah, dan kuning pada kulit dan mata. Pada mata, kuning ini terlihat pada bagian mata yang semula berwarna putih (sklera). Selain itu, warna urin juga biasanya berubah menjadi lebih gelap atau berwarna seperti teh. Gejala pada penyakit ini timbul akibat respons kekebalan tubuh terhadap infeksi hepatitis A. Walaupun langka, hepatitis A dapat berkembang menjadi gagal hati akut yang bisa berakibat fatal. Pada anak berusia kurang dari 6 tahun dengan kekebalan tubuh yang belum terbentuk sempurna, gejala hepatitis A biasanya tidak khas atau hanya sebagian saja yang muncul.

Pengobatan penderita hepatitis A lebih bersifat suportif, antara lain dengan mengobati gejala demam, mual atau muntah. Tidak ada pengobatan khusus untuk membunuh virus hepatitis A. Selain itu, tatalaksana juga lebih diutamakan dengan menjaga kecukupan cairan tubuh (hidrasi). Penderita juga disarankan untuk memakan makanan yang sehat dan bergizi dan memperbanyak istirahat untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Pemulihan dari infeksi hepatitis A biasanya dapat memakan waktu, berkisar dari hitungan minggu atau bahkan bulan. Berbeda dengan hepatitis B yang dapat menimbulkan efek jangka panjang, hepatitis A dapat sembuh total dan tidak menimbulkan gejala sisa atau efek di kemudian hari.

Lalu, bagaimana mencegah penyakit hepatitis A? Selain pemberian vaksin hepatitis A, menjaga kebersihan diri dan makanan yang dikonsumsi merupakan dua hal yang penting untuk diperhatikan. Terkait vaksinasi, Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian suntik vaksin hepatitis A pada anak berusia di atas dua tahun sebanyak dua kali dengan jarak antar pemberian vaksin hepatitis A 6-12 bulan.

Tautan gambar: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017

Pastikan si kecil sudah mendapat vaksinasi hepatitis A ya, Ayah Ibu! Salam sehat Kejora!

Sumber:

http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/afaq.htm
http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-hepatitis-a-pada-anak

68total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *