oleh dr. Nessa Wulandari, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Hai, keluarga sehat Kejora!

Setiap tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional (HGN), dengan tema yang diangkat tahun 2019 adalah Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi dan sub-tema Keluarga Sadar Gizi, Indonesia Sehat dan Produktif. Dengan sub-tema tersebut, diharapkan peran serta berbagai pihak juga masyarakat, khususnya keluarga, dalam membangun gizi bangsa. HGN ke-59 kali ini mengambil slogan: Gizi Seimbang, Prestasi Gemilang.

Komponen utama pembangunan kesehatan, yaitu terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat terutama saat periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode emas 1000 HPK dihitung sejak kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Periode tersebut merupakan kesempatan terpenting dalam mencetak generasi masa depan berkualitas, bebas stunting, dan masalah gizi lain; karena periode 1000 HPK menjadi masa penentu pertumbuhan dan perkembangan serta kecerdasan seseorang. Kekurangan gizi pada saat janin dalam kandungan, bayi, ataupun ketika anak usia dini dapat berdampak pada perkembangan otak, kognitif yang akan memengaruhi prestasi belajar. Tak hanya kekurangan gizi, status gizi berlebih pada anak juga akan berdampak peningkatan risiko penyakit kencing manis, stroke, jantung koroner di usia dewasa. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, Indonesia memiliki angka kejadian yang tinggi pada stunting, anemia pada ibu hamil, dan obesitas pada dewasa. Angka stunting di tahun 2013 sebesar 37,1%, dan pada tahun 2018 sebesar 30,8% (penurunan hanya 6,4% dalam 5 tahun terakhir). Masalah stunting masih merupakan masalah di masyarakat karena masih berada di atas ambang 20%.

Nah, apa peran Ayah dan Ibu Kejora dalam rangka HGN kali ini?

Dalam rangka menurunkan stunting, Ayah dan Ibu dapat memulai dengan memperhatikan nutrisi ibu yang optimal selama masa kehamilan. Selama hamil, ibu memerlukan tambahan kalori, juga karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin mineral (nutrisi seimbang). Pantau terus kenaikan BB selama kehamilan dan perkembangan janin dalam kandungan dengan rutin kontrol ke layanan kesehatan. Selanjutnya, berikanlah ASI eksklusif kepada si buah hati, sambil memantau pertumbuhan dan perkembangannya. Mulai pemberian MPASI sejak usia 6 bulan dengan tetap meneruskan ASI.

Nah, Ayah Ibu Kejora, mari kita dukung pemerintah menuju Indonesia sehat & produktif!

Sumber: Kemenkes RI

Editor: drg. Rizki Amalia

220total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *