Mencukupi Kebutuhan ASI untuk Si Kembar

 

 

 

 

 

oleh dr. Meutia Ayuputeri, MRes, IBCLC

Dokter umum, Konselor menyusui

 

Halo Keluarga Kejora!

Dalam mempersiapkan kelahiran bayi kembar dua atau lebih, beberapa pertanyaan dan kekhawatiran tentang menyusui kerap muncul. Bagaimana mencukupi kebutuhan si kembar? Apa yang harus saya lakukan supaya ASI cukup? Dan banyak pertanyaan lainnya.

Yuk, kita bahas sedikit tentang definisi ASI dan menyusui. ASI (Air Susu Ibu) adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar ASI di payudara ibu selama hamil dan menyusui sebagai sumber makanan bagi bayi yang akan lahir. Kelenjar ASI sudah mulai aktif menghasilkan ASI pada minggu 16-19 kehamilan, namun karena tubuh ibu sedang fokus pada kehamilan, hormon kehamilan menekan produksi ASI ini sampai kelahiran bayi.

ASI eksklusif, atau dalam Bahasa Inggris disebut “exclusive breastfeeding” merupakan istilah yang dibuat oleh World Health Organization (WHO) sebagai bentuk rekomendasi pemberian makanan pada bayi dan anak. ASI eksklusif merupakan kondisi dimana bayi hanya minum ASI tanpa cairan atau makanan padat lainnya, kecuali cairan rehidrasi oral, sirup vitamin/mineral, ataupun obat.

Bayi direkomendasikan untuk mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan untuk kesehatan dan tumbuh kembang optimal. Selepas usia 6 bulan, bayi mendapatkan makanan komplementer dalam jumlah cukup dan aman berupa Makanan Pendamping ASI (MPASI), sementara ASI masih dapat dilanjutkan sampai usia 2 tahun.

Menyusui tetap merupakan bagian penting dari perjalanan seorang ibu dengan bayi kembarnya. ASI menjadi nutrisi penting bagi bayi kembar yang terkadang lahir dengan berat badan yang lebih rendah dibanding bayi tunggal. Karena hal ini, sangatlah penting bagi bayi kembar untuk mendapatkan ASI.

Berikut beberapa hal yang dapat ibu kejora lakukan sebagai persiapan untuk menyusui bayi kembar:

  1. Rencanakan Kelahiran dan Proses Menyusui

Carilah informasi dari dokter, bidan, rumah sakit atau sarana kesehatan tempat anda merencanakan akan menjalankan persalinan. Bicarakan dengan pasangan, keluarga dan penghuni rumah tentang rencana persalinan dan menyusui. Jaga kebugaran tubuh anda dengan makanan yang bergizi dan olahraga yang sesuai untuk kehamilan.

  1. Dekap, Gendong, Sentuh Si Kembar

Segera setelah persalinan, apabila kondisi memungkinkan segera lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yakni kontak kulit ke kulit dalam 1 jam pertama setelah si kembar lahir dengan tujuan supaya bayi mendapat kolostrum atau ASI pertama yang kaya zat gizi dan zat protektif untuk imunitas bayi. Selepas IMD, sebanyak mungkin, dekap, buai, gendong dan sentuh bayi anda sebagai bentuk bonding dan latihan menyusui.

  1. Menyusui dan Menghasilkan ASI yang Cukup

Teknik menyusui yang baik menjadi fondasi proses menyusui yang lancar. Dengan bayi kembar, usahakan ibu dan keluarga memahami cara menyusui bayi secara bersamaan (tandem) untuk manajemen waktu yang lebih efisien. Bayi kembar, seperti bayi-bayi lainnya menyusu sesuai kebutuhan (on-demand). Secara umum dengan persiapan dan bimbingan yang tepat, ibu dapat menghasilkan ASI yang cukup untuk bayi kembar. Namun demikian, kecukupan ASI utamanya diukur dari pertumbuhan bayi, bukan semata-mata dari jumlah ASI yang dapat dilihat dan diukur. Tenaga Kesehatan anda akan senantiasa memantau kondisi dan pertumbuhan si kembar pada bulan-bulan pertama kehidupannya.

  1. Menjaga Kondisi

Kebutuhan dan perawatan bayi kembar akan menyita waktu anda. Hal ini adalah sesuatu yang dipahami dan diterima ibu dan keluarga. Namun demikian, jangan lupa untuk menjaga diri anda sendiri dengan cara memahami kebutuhan anda. Makan, minum dan istirahat tetap menjadi kebutuhan utama. Sempatkan istirahat saat si kembar istirahat. Jangan sungkan untuk memanggil bantuan untuk mengerjakan pekerjaan domestik.

Pesan terakhir untuk ibu dan ayah kejora yang menanti kelahiran bayi kembar adalah jadilah diri sendiri. Pengalaman setiap orang tua dan bayi yang baru lahir sangatlah unik, terkadang tidak dapat dibandingkan satu dengan lainnya. Selamat menempuh perjalanan menyusui dengan si kembar!

Editor: Maulidina Nabilah T., drg.

Sumber:

World Health Organization, 2001, The World Health Organization’s Infant Feeding Recommendation.
Claire and Debby S., 2017, When There Are Two Breastfeeding Twins, England, La Leche League International.

Cara Mempersiapkan dan Menyiapkan ASI Perah

 

 

 

 

 

oleh dr. Sunita

Dokter Umum

 

Halo, Ayah dan Ibu!

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan Ibu tidak memungkinkan untuk menyusui bayi secara langsung, baik karena alasan medis maupun non-medis. Dalam kondisi tersebut, ASI dapat diperah dan disimpan untuk diberikan kepada bayi saat dibutuhkan. Pembahasan kali ini akan mengulas tentang cara mempersiapkan dan menyimpan ASI perah, sehingga kualitas ASI tetap terjaga dan aman untuk dikonsumsi oleh bayi.

Apa saja yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan dan menyimpan ASI perah?

Hal yang paling utama yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan dan menyimpan ASI adalah kebersihan. Sebelum memerah atau mempersiapkan ASI, cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir. ASI dapat diperah secara manual menggunakan tangan atau menggunakan pompa ASI. Jika menggunakan pompa ASI, pastikan pompa ASI dalam kondisi bersih.

Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah tempat penyimpanan ASI perah. Jika ASI diperah menggunakan tangan, maka ASI dapat langsung dimasukkan ke dalam botol ASI atau plastik khusus untuk penyimpanan ASI. Baik botol maupun plastik ASI harus dalam kondisi bersih. Jika menggunakan botol ASI yang dipakai berulang, maka botol harus sudah dicuci dan disterilkan. Proses sterilisasi bisa menggunakan alat sterilisasi ataupun dengan air mendidih.

Selanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah suhu penyimpanan ASI. ASI dapat disimpan di kulkas dengan suhu 4°C atau freezer. Suhu ini akan mempengaruhi lama penyimpanan ASI.

Bagaimana cara menyimpan ASI perah?

ASI perah dapat disimpan dalam botol atau plastik ASI, yang selanjutnya dapat disimpan di kulkas atau freezer. Sebaiknya ASI perah disimpan dalam jumlah yang dibutuhkan untuk 1 periode konsumsi oleh bayi sehingga tidak ada ASI yang terbuang. Sebelum disimpan, pastikan Ibu telah menulis tanggal pemerahan. Tanggal ini berguna untuk mengetahui lama ASI telah disimpan dan ASI perah mana yang sebaiknya digunakan terlebih dahulu.

Berapa lama ASI perah dapat disimpan?

Lama ASI dapat disimpan bergantung pada jenis ASI perah; apakah ASI baru diperah atau sudah pernah dibekukan dan dicairkan.

  Lokasi dan Suhu Penyimpanan
Jenis ASI perah Suhu ruang (25°C) Kulkas (4°C) Freezer ( -18°C)
ASI perah segar atau baru diperah 4 jam 4 hari Paling baik 6 bulan

Bisa bertahan sampai dengan 12 bulan

ASI perah cair yang sudah pernah dibekukan 1-2 jam 1 hari Tidak boleh dibekukan ulang

Tabel 1. Lokasi Penyimpanan dan Suhu Penyimpanan ASI Perah Berdasarkan Jenis ASI Perah

(sumber: https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm)

Bagaimana cara mencairkan ASI perah yang sudah dibekukan?

Ada beberapa cara mencairkan ASI perah yang sudah dibekukan, antara lain:

  • Dipindahkan dari freezer ke kulkas biasa malam sebelumnya
  • Hangatkan botol atau plastik ASI dalam wadah berisi air hangat

Tidak disarankan untuk mencairkan ASI perah dalam microwave karena hal itu dapat merusak kandungan nutrisi di dalam ASI. Jika ASI sudah dihangatkan, ASI harus dikonsumsi dalam waktu 2 jam.

Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi Ibu yang akan menyimpan ASI perah untuk buah hati tercinta. Salam sehat Kejora!

Sumber:

https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm

https://www.breastfeeding.asn.au/bf-info/breastfeeding-and-work/expressing-and-storing-breastmilk