oleh dr. Nessa Wulandari, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Ibu dan Ayah, tanggal 29 Oktober merupakan World Psoriasis Day dengan tema tahun ini: treat psoriasis seriously. Sudahkah Ibu dan Ayah mengetahui tentang penyakit ini? Mari kita mengenal lebih jauh tentang psoriasis.

Psoriasis merupakan penyakit kulit yang berkaitan dengan sistem imun tubuh. Bentuk kelainan kulit ini berupa kemerahan dan bersisik yang dapat ditemukan di kaki/tangan, wajah, kepala, dan daerah diaper rash. Tak hanya kulit, psoriasis juga dapat mengenai sendi-sendi tubuh yang menyebabkan keluhan nyeri sendi.

Sekitar 30% anak yang menderita psoriasis memiliki riwayat keluarga generasi pertama yang juga menderita psoriasis. Ibu dan Ayah juga harus tahu bahwa psoriasis dapat dipicu oleh beberapa faktor seperti infeksi, beberapa jenis obat tertentu, stres psikologik, dan luka pada kulit. Penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan antara anak yang menderita psoriasis dengan status gizi berlebih dan obesitas, oleh karena itu Ibu dan Ayah juga perlu memperhatikan pemberian nutrisi yang tepat bagi anak yang menderita psoriasis.

Untuk memudahkan dalam menyiapkan menu makanan sehari-hari, Ibu dan Ayah dapat mencontoh ‘Isi Piringku’ karena mencakup sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat yang sesuai dengan anjuran nutrisi bagi anak dengan psoriasis. Setiap kali makan, dalam 1 piring dapat diberikan ½ bagian piring yang terdiri dari sumber karbohidrat (contoh: nasi/kentang/umbi-umbian), protein dan lemak (contoh: ikan/daging/ayam, tahu/tempe), dan ½ bagian lain yang terdiri dari sayuran dan buah-buahan.

Nah, Ibu dan Ayah, pernahkah mendengar bahwa penderita psoriasis dianjurkan untuk menghindari makanan yang mengandung gluten? Berdasarkan bukti ilmiah, ternyata tidak dianjurkan pembatasan makanan dengan bahan dasar gluten bagi semua penderita psoriasis, kecuali terbukti sensitif/alergi terhadap gluten. Contoh makanan mengandung gluten adalah roti, pasta, sereal, crackers, cake, cookies.

Sumber: Pediatric Dermatology, JAMA.

297total visits,1visits today

2 thoughts on “Nutrisi pada Psoriasis”

  1. Malam dokter..
    Adakah pantangan makanan untuk mengurangi psiorasis? Selama ini sudah pakai salep, habis salep nimbul lagi..

    1. Selamat pagi Ibu. Psoriasis adalah penyakit kronik. Pemicunya bermacam-macam mulai dari stres, cuaca, obat-obatan, dan lain-lain. Karena psoriasis berhubungan erat dengan sindrom metabolik seperti diabetes melitus dan obesitas, sebaiknya hindari makanan dengan kadar gula tinggi dan processed food. Apabila setelah pemakaian obat topikal lesi kulit masih tidak terkontrol, ada baiknya konsultasi dengan dokter spesialis kulit (SpKK) untuk mempertimbangkan pemberian obat minum atau suntik.
      Salam,
      Kejora Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *