Oleh: dr. Devi Marischa Malik, Sp.OG

Dokter Spesialis Obsetri Ginekolog

 

Halo Keluarga Sehat Kejora,

Mungkin ada diantara Ayah dan Ibu disini yang baru menikah dan sedang menunggu hadirnya buah hati, atau juga mungkin sedang sibuk mengurus sang buah hati sehingga tak sadar saat adiknya hadir.

Mari kita mengenal gejala dan tanda awal kehamilan yang dapat berbeda pada tiap-tiap ibu. Sebelumnya mungkin kita perlu berkenalan dahulu dengan apa sih tanda dan gejala itu? Jadi, gejala itu adalah sesuatu yang dirasakan oleh seseorang dan bersifat sangat subjektif. Karena sifatnya yang subjektif, sehingga gejala ini bisa tidak semua dirasakan ataupun berat ringannya cukup bervariasi. Sedangkan tanda adalah perubahan yang terjadi pada tubuh seseorang, sehingga bersifat lebih objektif karena tanda ini dapat dikenali oleh orang lain  juga.

Berikut adalah gejala-gejala subjektif yang dapat terjadi di awal kehamilan:

  1. Berhentinya menstruasi

Berhentinya menstruasi – terutama pada perempuan dengan siklus yang teratur dan terjadi secara spontan (tanpa adanya ransangan obat-obatan hormonal) adalah salah satu pertanda adanya kemungkinan kehamilan. Sehingga seringkali kita mendengar jika seseorang dikatakan terlambat datang bulan maka kemungkinan besar ia hamil. Namun, berapakah lama waktu ideal kita bisa mengatakan bahwa terlambat datang bulan ini juga adalah prediksi kehamilan? Jika seseorang tidak datang bulan melebihi 10 hari dari waktu haid seharusnya, maka ini dapat menjadi tanda awal kehamilan.

Namun, perlu diketahui juga bahwa adanya proses implantasi janin (yaitu proses penanaman janin pada dinding rahim) juga seringkali menimbulkan perdarahan yang terkadang dianggap sebagai menstruasi oleh para ibu.

Perlu diperhatikan juga bahwa pada keadaan seperti masa menyusui ASI eksklusif dimana haid belum kembali, tidak tertutup kemungkinan bahwa kehamilan dapat terjadi, karena ovulasi (yaitu pelepasan sel telur) terjadi sebelum munculnya menstruasi.

 

  1. Morning sickness

Yaitu keluhan mual dan muntah yang timbul pada trimester pertama kehamilan. Keluhan ini muncul biasanya sebelum usia kehamilan mencapai 9 minggu dan berangsur menghilang pada 13-14 minggu. Meskipun disebutnya morning sickness, namun keluhan ini tidak hanya muncul pada pagi hari. Derajat keparahannya pun bisa beragam pada tiap individu, dari mulai yang ringan sampai dengan memerlukan pengobatan rawat inap.

Keluhan morning sickness yang berat disebut sebagai hyperemesis gravidarum yang biasanya terjadi pada 3% kehamilan. Pada keluhan ini, ibu dapat kehilangan berat badan sampai dengan 5% dari berat badan sebelum hamil dan dapat juga disertai dengan berbagai derajat dehidrasi.

 

  1. Seringnya berkemih

Hal ini biasanya terjadi pada usia kehamilan 8 minggu sampai dengan 12 minggu. Hal ini terjadi dikarenakan 3 hal, diantaranya kandung kemih terletak persis didepan bagian bawah Rahim dan posisinya menempel pada dinding rahim, maka saat rahim mulai membesar dapat memberikan penekanan pada kandung kemih yang menimbulkan sensasi ingin bekemih, terutama pada ibu dengan uterus berposisi antefleksi. Selain itu, adanya perubahan fisiologi tubuh menyebabkan perempuan hamil polyuria (sering berkemih). Keluhan biasanya akan membaik seelah usia kehamilan melewati 12 minggu.

 

  1. Rasa tidak nyaman pada payudara

Biasanya timbul sensasi payudara terasa penuh pada usia kehamilan 6 sampai dengan 8 minggu. Hal ini disebabkan adanya pembesaran payudara karena adanya penambahan vaskularisasi pada payudara.

 

  1. Kelelahan

Pada awal kehamilan mulai terjadi penambahan volume darah sebagai upaya kompensasi pemenuhan kebutuhan janin. Penambahan volume darah ini terutama terjadi pada peningkatan volume plasma darah yang menyebabkan penurunan pada kadar hemoglobin dan hematokrit, terlebih lagi jika dari sebelum kehamilan Ibu mengalami kekurangan zat besi, maka nilai hemoglobin dapat semakin menurun sehingga terkadang perubahan ini menyebabkan Ibu merasa mudah lelah.

Selain itu, pada saat hamil, mulai terjadi perubahan pada fungsi jantung yang dimulai pada usia kehamilan terutama pada 8 minggu awal kehamilan. Jantung Ibu akan mulai memberikan pompa darah yang lebih banyak dari sebelumnya, hal ini disebut cardiac output. Untuk meningkatkan cardiac output  ini maka akan terjadi penurunan tahanan pada pembuluh darah dan peningkatan denyut jantung. Hal ini berefek pada penurunan tekanan darah Ibu pada awal-awal kehamilan dan juga menjadi pemicu Ibu merasa lelah pada awal-awal kehamilan.

 

Nah jika hal-hal diatas adalah keluhan-keluhan yang sifatnya subjektif, maka yang berikut ini adalah tanda-tanda kehamilan yang bersifat objektif.

  1. Perubahan warna payudara

Pada Ibu yang baru pertama kali hamil, dapat tampak adanya pembuluh vena halus pada payudara. Begitupun akan tampak perubahan warna areola (puting payudara) menjadi lebih gelap.

 

  1. Perubahan pada organ genitalia

Adanya penambahan vaskular juga ditemukan pada organ genitalia luar seperti vagina dan mulut rahim, sehingga organ ini akan memberikan warna kebiruan karena bayang-bayang dari pembuluh darah. Selain itu, mulut rahim juga menjadi lebih lunak.

 

  1. Perubahan ukuran Rahim

Pada usia kehamilan 8 minggu rahim akan seukuran dengan telur bebek, pada usia kehamilan 12 minggu akan sebesar telur angsa. Dan seiring dengan pertambahan usia kehamilan, maka ukuran rahim pun akan semakin bertambah.

 

Pemeriksaan konfirmasi sangat diperlukan sebagai diagnosis pasti dari suatu kehamilan, adapun pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah :

  1. Pemeriksaan beta hcg

Pada awal kehamilan, terdapat sel-sel yang bernama syncytiotrophoblast sebagai bagian dari produk kehamilan, sel-sel inilah yang nantinya akan menebus rahim dan membentuk palsenta. Sel-sel ini menghasilkan hormon hCG yang akan beredar dalam darah dan urin ibu. Adanya konfirmasi hormon ini pada tubuh ibu akan memberikan hasil positif kehamilan. Pemeriksaan beta hcg dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah dan urin. Pemeriksaan yang mudah didapat, mudah digunakan, ekonomis dan cukup akurat ialah pemeriksaan test pack yang seringkali kita lakukan, yaitu mendeteksi beta hcg melalui air seni. Namun pemeriksaan ini akurasi nya berbeda-beda dan baru dapat memberi penilaian yang cukup akurat setelah usia kehamilan diatas 5 minggu.

 

  1. USG

Nah, ini adalah pemeriksaan konfirmasi untuk menentukan usia kehamilan ibu. Pada usia kehamilan 4 – 5 minggu, melalui pemeriksaan USG transvaginal, sudah dapat ditemukan kantong kehamilan. Sementara itu, denyut jantung janin sudah dapat ditemukan pada usia kehamilan 6 minggu atau setelahnya.

USG diawal kehamilan cukup penting untuk dilakukan lho. Berikut

manfaat USG yang dilakukan diawal kehamilan ;

  • menentukan apakah kantong kehamilan berada didalam rahim secara baik, atau kah berada dilokasi yang tidak seharusnya
  • menentukan apakah kehamilan berkembang dengan baik yang ditandai dengan adanya janin dengan detak jantung yang positif dalam kantong kehamilan ataukah belum atau tidak ditemukan janin
  • untuk menentukan usia kehamilanm sehingga dapat memprediksi waktu persalinan
  • menjadi pemeriksaan penapisan (screening awal) adanya kelainan pada janin yang dapat dilakukan pada usia kehamilan 11 sampai dengan 14 minggu

 

Editor: drg. Valeria Widita W

Referesi:

  1. Cunningham, Gary; Leveno, Kenneth; Bloom, Steven; Dahe, Jodi; Hoffman, Barbara, et al. Williams Obstetrics 25th Ed. McGraw-Hill Education. 2018
  2. Dutta, DC. Text Book of Obstetrics. Sixth Ed. 2004
  3. Frequently Asked Questions Pregnancy. Morning Sickness : Nausea and Vomiting of Pregnancy. American College of Obstetricians and Gynecologist. 2018

327total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *