oleh dr. Sunita

Dokter Umum

Halo Keluarga Sehat Kejora! Pernahkah Ayah atau Ibu memeriksakan si kecil yang sakit ke Dokter dan mendapatkan resep antibiotik? Lalu, pernahkah Dokter tidak meresepkan antibiotik ketika si kecil sakit? Apakah antibiotik selalu ampuh dalam pengobatan anak yang sakit? Nah, untuk paham mengenai antibiotik, mari kita simak pembahasan Kejora mengenai antibiotik berikut ini.

Antibiotik atau dikenal juga dengan antibakterial adalah golongan obat yang pemberiannya bertujuan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri. Dokter akan meresepkan obat ini jika pada pemeriksaan terdapat tanda atau gejala infeksi bakteri pada pasien. Apabila penyakit disebabkan oleh infeksi virus (seperti pada flu biasa), pemberian antibiotik tidak akan meredakan gejala penyakit yang dialami. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang penanganannya mungkin membutuhkan antibiotik.

Gambar 1. Beberapa penyakit yang sering ditemui dan penyebabnya, serta perlu tidaknya antibiotik dalam kondisi penyakit yang dimaksud.

Sumber: https://www.cdc.gov/features/antibioticuse/index.html

Selain itu, antibiotik dapat diberikan sebagai pencegahan jika terdapat resiko tinggi untuk mengalami infeksi bakteri, misalnya pada pasien yang hendak menjalani pembedahan tertentu, pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi, atau pasien yang mengalami kelainan darah tertentu.

Meskipun sangat berguna dalam penanganan infeksi bakteri, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan petunjuk Dokter dapat berbahaya. Sebagai contoh, dokter meresepkan antibiotik untuk 5 hari, tetapi pasien hanya mengonsumsi selama 3 atau 4 hari saja. Walaupun gejala penyakit sudah membaik, antibiotik tetap harus diminum hingga tuntas sesuai dengan anjuran dokter. Dalam contoh ini, antibiotik perlu diminum selama 5 hari berturut-turut. Selain itu, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai mungkin terjadi ketika terdapat opini yang berkembang di masyarakat bahwa pemberian antibiotik dapat meredakan gejala dan menyembuhkan penyakit lebih cepat. Pendapat ini kurang tepat sebab hanya penyakit yang disebabkan oleh bakteri saja yang akan membaik dengan pemberian antibiotik. Mengonsumsi antibiotik secara tidak tepat dapat memicu perkembangan bakteri yang kebal terhadap antibiotik (resistensi terhadap antibiotik).

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), resistensi terhadap antibiotik merupakan salah satu ancaman terbesar di bidang kesehatan saat ini. Terdapat kekhawatiran bahwa resistensi terhadap antibiotik mengakibatkan semakin banyak penyakit infeksi yang sulit diatasi dengan pemberian antibiotik, dan akan berujung pada biaya kesehatan yang semakin membengkak, durasi perawatan di rumah sakit yang panjang, dan peningkatan angka kematian akibat infeksi bakteri. Resistensi terhadap antibiotik dapat dicegah dengan pemakaian antibiotik yang benar dan aman, antara lain dengan:

  1. Mengikuti anjuran dokter dengan membeli antibiotik hanya dengan resep dokter dan mengonsumsinya sesuai dosis, frekuensi, dan durasi pemberian yang disarankan
  2. Tidak meminta dokter untuk meresepkan antibiotik jika tidak dibutuhkan
  3. Tidak memberikan antibiotik yang bersisa kepada orang lain
  4. Jika antibiotik bersisa, sebaiknya dibuang dengan aman

Semoga pembahasan ini membuat Ayah dan Ibu semakin paham mengenai antibiotik, penggunaan, dan bahaya penyimpangan penggunaan antibiotik.

Referensi:

https://www.nhs.uk/conditions/antibiotics/

https://www.nhs.uk/conditions/antibiotics/uses/

https://www.cdc.gov/features/antibioticuse/index.html

http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/bahaya-membeli-antibiotik-sendiri

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antibiotic-resistance

387total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *