Waspada Infeksi Monkeypox

18-1-removebg-preview
dr. Anesia Tania, SpKK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

 

 

 

 

oleh dr. Anesia Tania, SpKK

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Halo Ayah dan Ibu Kejora..

Akhir – akhir ini banyak pemberitaan mengenai waspada Monkeypox, karena di bandara Singapura telah ditemukan 1 orang dikarantina karena mengalami Monkeypox. Berbagai upaya dilakukan untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut, sebenarnya Apa itu Monkeypox, Apa gejalanya dan bagaimana penanganannya? Berikut akan kita bahas bersama.

Apa sih penyakit monkeypox atau cacar monyet?

Monkeypox adalah penyakit karena virus yang langka, terutama ditemukan di Afrika Tengah dan Barat. Virus dan gejala penyakit monkeypox ini mirip dengan smallpox atau cacar api yang sudah dieradikasi di tahun 1980.

Bagaimana cara penularannya?

Virus penyebab monkeypox ini adalah virus zoonosis, yaitu ditularkan dari hewan ke manusia. Hewan yang bisa menularkan biasanya monyet dan binatang pengerat. Penularan bisa terjadi jika manusia berkontak dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yang terinfeksi. Memakan daging hewan yang terkontaminasi tanpa dimasak dengan matang juga berisiko menyebakan penularan.

Penularan antar manusa sangat jarang terjadi. Penularan terjadi melalui cairan tubuh seperti dahak dan ingus, lesi kulit dan benda yang terkontaminasi dengan cairan tubuh penderita dalam jangka waktu lama.

Apa sih Gejalanya?

Gejala monkeypox mirip dengan infeksi virus pada umumnya. Infeksi monkeypox dibagi menjadi 2 periode:

  1. Periode infasi (0-5 hari) demam, sakit kepala berat, pembesaran kelenjar getah bening, pegal dan badan terasa sangat lemas.
  2. Periode lesi kulit (1-3 hari dari demam) muncul lesi mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian menjadi krusta/keropeng. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai ruam tersebut menghilang. Seluruh area kulit bisa terkena, termasuk mukosa mulut, kelamin dan mata.

Monkeypox biasanya dapat sembuh sendiri dalam 2-3 minggu. Namun dapat terjadi komplikasi, terutama pada anak atau pasien dengan gangguan daya tahan tubuh.

Bagaimana penanganannya?

Sampai saat ini belum ada obat atau vaksinasi yang spesifik untuk monkeypox. Vaksin chickenpox 85% efektif dalam mencegah monkeypox, namun saat ini vaksin tersebut sudah tidak diproduksi luas.

Bagaimana cara pencegahan agar tidak terinfeksi Monkeypox?

  • Mengurangi risiko transmisi hewan ke manusia pada daerah endemis:
    • Menghindari kontak dengan hewan liar terutama monyet, primata dan hewan pengerat.
    • Memasak daging hewan sampai matang sebelum dikonsumsi
    • Menggunakan sarung tangan dan proteksi tubuh saat kontak dengan hewan yang sakit
  • Mengurangi risiko transmisi manusa ke manusia:
    • Tidak kontak dengan pasien yang terinfeksi monkeypox dan cairan tubuhnya.
    • Memakai sarung tangan ketika merawat pasien atau anggota keluarga yang sakit
    • Cuci tangan setiap berkontak dengan pasien atau anggota keluarga yang sakit
    • Apabila curiga anggota keluarga menderita monkeypox segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk diperiksa dan diisolasi bila perlu.

Sumber:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Leave a Comment

Open chat
Selamat datang di Kejora Indonesia ada yang bisa kami bantu ?