oleh dr. Selly Christina Anggoro, SpKFR

Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

 

Hallo, Keluarga Kejora! Bagaimana kabar Keluarga Kejora? Semoga selalu diberikan perlindungan dan kesehatan oleh Tuhan YME.

Di masa pandemi ini saat Keluarga Kejora banyak melakukan kegiatan di rumah atau work from home atau school from home, Keluarga Kejora dapat saling mengamati posisi tubuh Ayah, Ibu atau Anak saat sedang bekerja atau sekolah di rumah ya, terutama saat sedang menulis.

Ternyata kegiatan menulis itu tidak hanya sekedar duduk di bangku, menyandarkan tangan di meja, dan memegang alat tulis dan kertas atau buku. Kegiatan menulis memerlukan postur yang baik agar tidak menyebabkan keletihan anggota tubuh dan hasil tulisan yang tidak optimal.

Nah, mari kita simak penjelasan selanjutnya.

Apa yang dimaksud dengan menulis?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, menulis berasal dari kata tulis yang berarti ada huruf (angka dan sebagainya) yang dibuat (digurat dan sebagainya) dengan pena (pensil, cat, dan sebagainya). Menulis juga dapat berarti melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan, gambar atau lukisan.

Apakah ada dampak dari postur menulis yang kurang baik?

Anak dengan ketidakstabilan bagian tubuh atas (bahu, siku, lengan hingga pergelangan tangan) serta gangguan koordinasi bilateral (kontrol keseimbangan sisi kanan dan kiri tubuh), koordinasi mata dan tangan, dan crossing the midline (kemampuan satu sisi menyilang ke sisi lain) umumnya akan mengalami kebingungan dengan penggunaan tangan pada saat menulis serta pada memposisikan kertas dan alat tulisnya. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, dapat mengganggu performa menulis anak serta prestasi akademiknya di sekolah.

Apa sajakah faktor yang harus diperhatikan saat menulis?

Mengajarkan menulis dapat dimulai sejak usia dini. Pada saat anak belajar menulis, perhatikan 3 faktor penting yang sangat menunjang ketrampilan menulis ini. Tiga faktor ini adalah posture, pencil, dan paper atau disingkat sebagai 3P. Postur adalah posisi atau sikap tubuh terhadap anggota tubuh yang lain dan atau lingkungannya. Pada saat menulis, postur anak yang terbaik adalah posisi 90-90-90, artinya sudut yang terbentuk antara pinggul dengan paha; antara paha dengan tungkai bawah, serta antara tungkai bawah dengan kaki adalah 90 derajat. Posisi ini akan memberikan kondisi (tonus) otot di area batang tubuh (core muscles) yang baik, sehingga memperkuat stabilitas yang dibutuhkan untuk mekanika menulis. Selain itu pastikan bahwa kaki anak berada rata di atas lantai atau permukaan, serta kepalanya tegak, tidak berada di atas meja atau bersandar di atas tangannya.

Bagaimanakah cara memegang alat tulis yang baik?

Cara anak memegang alat tulis pada saat menulis juga harus diperhatikan. Salah satu faktor penyebab gangguan menulis adalah cara memegang alat tulis yang kurang tepat, sehingga membuat kekuatan tulisannya kurang optimal, tulisan kurang rapih, dan anak sering mengeluh cepat lelah dan akhirnya tidak bertahan melakukan tugasnya hingga selesai. Cara memegang alat tulis yang paling baik adalah posisi dynamic tripod pencil grip pada tangan dominan, dimana ibu jari, telunjuk, dan jari tengah memegang ujung alat tulis pada posisi ketiga jari tersebut seperti hendak menjumput sesuatu. Sementara dua jari lainnya (jari manis dan kelingking) berada menempel di telapak tangan bagian dalam dan berperan sebagai stabilisator tiga jari pertama tadi. Di sisi lain, tangan non-dominan berperan untuk memegang atau menstabilisasi alat tulis ataupun perlengkapan lain yang sedang dipegangnya. Dengan adanya posisi tangan seperti ini, maka pergelangan tangan termasuk jari-jari tangan akan lebih stabil dan optimal dalam memanipulasi alat tulisnya.

Lalu, bagaimana dengan posisi kertas?

Faktor terakhir yang harus diperhatikan adalah posisi kertas pada saat anak menulis. Letak sudut kertas terhadap badan anak akan menentukan ke arah mana anak mengarahkan tubuhnya. Kertas dapat diposisikan pada sudut antara 20-45 derajat untuk anak dengan tangan kanan dominan (kinan) dan sudut 30-45 derajat untuk anak dengan tangan kiri dominan (kidal). Posisi kertas tidak boleh berada di ujung meja namun secara bertahap dinaikkan ke atas seiring dengan anak menulis dari halaman kertas bagian atas hingga ke bawah, dan siku anak diusahakan tetap berada di atas meja.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Keluarga Kejora ya. Para orangtua harus selalu memperhatikan, baik hasil tulisan anak maupun proses menulis itu sendiri. Dengan demikian, kemampuan akademis anak menjadi lebih optimal di kemudian hari.

Editor: drg. Sita Rose Nandiasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *