Panduan Isolasi Mandiri untuk Orang Tanpa Gejala

oleh dr. Paramita Khairan, SpPD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

 

Halo, Keluarga Kejora!

Di tengah pandemi COVID-19 ini, mungkin beberapa di antara Keluarga Kejora harus melakukan isolasi mandiri karena merupakan kontak erat* dengan pasien COVID-19 atau sudah terkonfirmasi COVID-19 namun tanpa gejala (Orang Tanpa Gejala/OTG). OTG melakukan isolasi mandiri di rumah selama 10 hari sejak terkonfirmasi. Setelah 10 hari, OTG dapat kontrol ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) untuk dilakukan pemantauan klinis. Nah, apa saja ya yang perlu diperhatikan saat isolasi mandiri untuk menjaga kesehatan OTG dan keluarga?

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan OTG atau orang yang menjalani isolasi mandiri

  1. Tinggal di kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, namun apabila tidak memungkinkan maka gunakan masker medis dan jaga jarak minimal 1 meter dari orang lain.
  2. Jaga aliran ventilasi ruangan dengan cara membuka jendela kamar secara berkala.
  3. Selalu menggunakan masker jika keluar kamar dan saat berinteraksi dengan keluarga.
  4. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer sesering mungkin.
  5. Tinggal di rumah, tidak pergi bekerja, ke sekolah, atau ke tempat-tempat umum.
  6. Beristirahat, minum air dalam jumlah cukup, dan makan makanan bergizi.
  7. Apabila memungkinkan, gunakan kamar mandi dan toilet yang berbeda dengan anggota keluarga lainnya.
  8. Saat batuk atau bersin, tutupi mulut dan hidung dengan siku yang tertekuk atau gunakan tisu sekali pakai dan buang setelah memakainya.
  9. Ukur dan catat suhu tubuh 2 kali sehari, setiap pagi dan malam hari.
  10. Apabila sulit bernapas atau suhu tubuh meningkat lebih dari 38o celcius, segera hubungi fasilitas kesehatan atau petugas pemantau.

 

Beberapa hal yang penting dilakukan bagi orang yang merawat atau tinggal satu rumah dengan orang yang menjalani isolasi mandiri

  1. Bagi anggota keluarga yang berkontak erat dengan pasien, sebaiknya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
  2. Pastikan orang yang menjalani isolasi mandiri cukup istirahat, minum air dalam jumlah cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi.
  3. Selalu menggunakan masker medis terutama saat satu ruangan dengan OTG. Hindari menyentuh masker saat menggunakannya dan segera buang masker setelah dipakai.
  4. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer sesering mungkin: saat setelah kontak dengan OTG atau dengan barang-barang di sekitarnya; sebelum, saat, dan setelah menyiapkan makanan; sebelum dan sesudah makan; setelah menggunakan toilet; setelah batuk atau bersin; atau ketika tangan terlihat kotor.
  5. Sediakan peralatan makan, handuk, dan seprai khusus untuk OTG. Pisahkan dengan peralatan yang dipakai oleh anggota keluarga lain.
  6. Bersihkan dan lakukan disinfeksi permukaan barang terutama barang-barang yang sering disentuh oleh OTG, seperti gagang pintu, tombol lampu, tempat tidur, dan perabot lain.
  7. Bersihkan dan lakukan disinfeksi kamar mandi dan toilet setiap hari. Gunakan sabun atau deterjen, kemudian disinfeksi dengan cairan disinfektan yang mengandung sodium hipoklorit 0,1% dengan cara mengelap permukaan ruangan dan permukaan barang.
  8. Hubungi fasilitas kesehatan terdekat apabila OTG mengalami gejala yang memburuk atau kesulitan bernapas.
  9. Saat batuk atau bersin, tutupi mulut dan hidung dengan siku yang ditekuk atau gunakan tisu sekali pakai.
  10. Hindari menyentuh area wajah sebelum mencuci tangan.
  11. Jaga ventilasi udara di rumah.
  12. Pantau kesehatan setiap anggota keluarga dan penghuni rumah dengan mengukur suhu tubuh setiap hari dan amati apakah ada batuk atau sesak. Hubungi fasilitas kesehatan apabila terdapat gejala tersebut.

Selain hal tersebut, cara mencuci pakaian juga penting untuk diperhatikan karena pakaian adalah barang yang paling lama bersentuhan dengan OTG.

 

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat mencuci pakaian OTG atau pasien suspek

  1. Cuci baju, handuk, dan seprai orang tersebut secara terpisah.
  2. Gunakan sarung tangan karet tebal sebelum menyentuh pakaian dan kain tersebut.
  3. Hindari membawa tumpukan pakaian dan kain tersebut dengan cara menyangganya dengan tubuh.
  4. Tempatkan pakaian dan kain kotor di wadah tertutup yang sudah ditandai agar tidak digunakan utnuk keperluan lain.
  5. Sebelum meletakkan pakaian dan kain kotor di wadah khusus, jika terdapat sisa muntah atau tinja bersihkan dahulu dengan alat yang datar dan keras lalu buang di toilet yang khusus digunakan oleh OTG.
  6. Cuci dan lakukan disinfeksi pakaian dan kain menggunakan mesin cuci dengan air bersuhu 60o-90o celcius dan deterjen. Sebagai alternatif, rendam pakaian dan kain kotor di air hangat dalam tabung atau ember besar, aduk menggunakan tongkat, lakukan dengan hati-hati agar air tidak terciprat keluar. Jika tidak ada air hangat, maka rendam pakaian dan kain kotor di cairan klorin 0.05% selama 30 menit.
  7. Cuci dan jemur pakaian dan kain di bawah sinar matahari.
  8. Segera cuci tangan setelah mencuci pakaian dan kain kotor tersebut.

*Kontak erat adalah orang yang terpapar dengan pasien terkonfirmasi COVID-19 pada saat 2 hari sebelum dan 14 hari setelah gejala timbul pertama kali pada pasien terkonfirmasi COVID-19, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Kontak tatap muka dengan pasien suspek atau terkonfirmasi COVID-19 dengan jarak 1 meter selama 15 menit atau lebih.
  2. Kontak fisik langsung dengan pasien suspek atau terkonfirmasi COVID-19.
  3. Merawat pasien suspek atau terkonfirmasi COVID-19.

Demikian hal-hal yang dapat dilakukan oleh OTG maupun keluarga atau orang yang merawat OTG secara langsung maupun yang tidak. Semoga informasi ini bermanfaat, salam sehat untuk Keluarga Kejora!

Editor : drg. Agnesia Safitri

 

Sumber:

  1. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan Tatalaksana COVID-19. 2020
  2. World Health Organization. Home care for patients with suspected or confirmed COVID-19 and management of their contacts: interim guidance. August 2020.