Pemberian MPASI Terbaik untuk Sang Buah Hati


 

 

 

 

oleh dr. Ellen Wijaya, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

 

Hai Keluarga Kejora!

Enam bulan pertama Sang Buah Hati adalah periode terbaik untuk pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif. Periode berikutnya adalah masa penyapihan yaitu memberikan makanan pendamping-ASI (MP-ASI) bersama pemberian ASI untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas hal mendasar terkait pemberian MP-ASI terbaik untuk Sang Buah Hati.

MP-ASI merupakan makanan atau minuman selain ASI yang mengandung nutrien untuk diberikan kepada bayi selama periode penyapihan dari usia 6 bulan karena pada masa ini kandungan ASI tidak lagi dapat mencukupi kebutuhan total energi, protein, dan beberapa mikronutrien seperti Fe, zinc, dan vitamin A. European Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition merekomendasikan pemberian MP-ASI tidak boleh lebih dini dari usia 17 minggu dan lebih terlambat dari 26 minggu. Pemberian terlalu dini (< 4 bulan) dapat meningkatkan risiko diare, dehidrasi, penurunan produksi ASI serta reaksi alergi. Apabila pemberian MP-ASI terlambat (> 7 bulan) dapat berpotensi terjadinya gagal tumbuh, defisiensi zat besi dan gangguan tumbuh kembang. Pemberian ASI tetap dapat dilanjutkan sampai usia 24 bulan.

Terdapat beberapa tanda yang perlu diperhatikan untuk memastikan Sang Buah Hati siap mendapatkan MP-ASI, diantaranya :

1. Kesiapan fisik berupa refleks ekstrusi sudah berkurang atau menghilang, perkembangan oromotor untuk menelan makanan yang lebih kental dan padat, sudah dapat memindahkan makanan dari bagian depan ke belakang mulut, mampu menahan kepala tetap tegak, dapat duduk tanpa atau hanya dengan sedikit bantuan serta mampu menjaga keseimbangan badan ketika tangan meraih benda di depannya.

2. Kesiapan psikologis, yaitu bayi menunjukkan sikap yang lebih mandiri dan eksploratif, tindakan keinginan makan (membuka mulutnya), rasa lapar (memajukan tubuh ke arah makanan), atau pun sebaliknya rasa tidak berminat/kenyang (menarik tubuh ke belakang)

Syarat yang harus dipenuhi dalam pemberian MP-ASI diantaranya tepat waktu (diberikan ketika ASI saja tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi), adekuat (MP-ASI memenuhi kebutuhan makro dan mikronutrien), aman- higienis (proses pembuatan dengan menggunakan cara, bahan, alat yang aman serta higienis), dan tepat cara pemberian (secara responsif dengan memperhatikan sinyal lapar dan kenyang anak). Pemberian MP-ASI dilakukan secara bertahap terkait jenis, tekstur, konsistensi, jumlah, serta frekuensinya.

Makanan padat pertama yang paling baik terbuat dari beras karena beras merupakan bahan paling hipoalergenik. Hal yang perlu diperhatikan dalam komponen pemberian MP-ASI diantaranya bit, wortel, sawi, bayam dan lobak tidak boleh diberikan untuk bayi usia < 6 bulan karena kandungan nitrat tinggi, madu tidak diberikan pada anak usia < 1 tahun, susu sapi belum boleh diberikan kepada bayi < 1 tahun kerena kandungan Fe rendah, tinggi Na, K, Cl dan mineral lainnya sehingga akan memperberat fungsi ginjal. Jangan memberikan produk makanan kalengan karena umumnya berkadar garam tinggi atau ada tambahan gula.

Untuk tumbuh kembang optimal bayi memerlukan asupan makronutrien, yaitu karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi, protein hewani dan nabati, serta mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral berupa zat besi, kalsium, zinc, vitamin C, vitamin A, dan folat. Jangan memaksa bayi menghabiskan MP-ASI, namun buatlah suasana menyenangkan dalam proses pemberian MP-ASI.

Jangan pernah putus asa ketika anak menolak suatu menu MP-ASI karena anak bahkan bisa memerlukan 10-15x upaya pemberian makanan sebelum menyukai menu tersebut. Jadikan momen pemberian makan adalah kesempatan orang tua untuk berinteraksi dengan Sang Buah Hati. Selamat berproses memberikan MP-ASI terbaik untuk Keluarga Kejora 

Editor: Maulidina Nabilah T., drg.

 

Sumber:
1. IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu. 2018.
2. DiMaggio DM, Cox A, Porto AF. Updates in Infant Nutrition. Pediatrics in Review 2017;38:449–62.