Buah Hati Terdiagnosis Kanker? Berikut Hal-hal yang Bisa Dilakukan Orang Tua dalam Menyikapi Perubahan pada Anak

oleh Mellissa Catalina Trisnadi, M.Psi., Psikolog

Psikolog

 

Halo, Ayah dan Ibu Kejora!

Setiap orang tua pasti akan merasa tidak berdaya ketika anaknya harus berjuang melalui situasi kesehatan yang sulit, seperti mengidap penyakit kronis. Buah hati yang didiagnosis penyakit kronis, misalnya kanker, akan mengubah perjalanan hidup sebuah keluarga. Menghadapi perasaan takut kehilangan, rasa sedih, marah dan ingin menolak realita adalah contoh situasi yang akan dilalui oleh orang tua dengan anak yang menderita kanker. Di sisi lain, orang tua dituntut tetap kuat sehingga dapat memberikan dukungan pada anak sehingga anak pun memiliki motivasi untuk menjalani perawatan.

 

Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk tetap kuat dalam menjalani proses perawatan anak?

1. Mencari bantuan dan dukungan dari orang lain
Penelitian menunjukan bahwa dukungan dari orang lain saat melewati masa-masa sulit akan menumbuhkan kekuatan dan meningkatkan semangat baru untuk melewatinya.

  • Ambil langkah awal
    Informasikan kepada kerabat yang ayah dan ibu merasa nyaman untuk berbagi mengenai kondisi kesehatan anak
  • Informasikan bantuan apa yang ayah dan ibu butuhkan
    Buat daftar bantuan apa yang dibutuhkan, misalnya memasak makanan, berbelanja, membersihkan rumah atau menemani anak bermain

2. Mencari bantuan profesional
Jika ayah dan ibu memiliki keluhan sulit tidur, depresi dan merasa cemas, segera konsultasikan dengan dokter, konselor, atau psikolog.

3. Bergabung dalam support group
Dalam support group, ayah dan ibu akan bertemu dengan orang tua yang juga memiliki beban yang sama sehingga dapat saling menguatkan.

4. Menjaga hubungan dengan pasangan
Keterbukaan dan saling berbagi perasaan dapat menjadi sumber kekuatan untuk melewati situasi sulit ini.

5. Sediakan waktu untuk memelihara tubuh dan pikiran
Carilah aktivitas yang dapat membantu ayah dan ibu untuk menurunkan stress, makan makanan sehat, dan cari aktivitas yang dapat ayah dan ibu lakukan sembari menunggu anak di ruang perawatan. Selain itu, ayah dan ibu juga dapat mendekatkan diri pada Tuhan dengan berdoa ataupun membaca buku rohani.

 

Apa yang dapat ayah dan ibu lakukan untuk membantu anak melewati masa sulit ini?

Proses perawatan kanker akan membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan anak. Perubahan rutinitas, penampilan dan pertemanan bisa menjadi tantangan untuk dihadapi. Perawatan jangka Panjang di rumah sakit menyebabkan anak tidak dapat pergi ke sekolah, bertemu dengan teman dan keluarga sehingga anak menjadi jenuh.

1. Perubahan penampilan anak
Perawatan yang sedang dijalani anak akan membawa perubahan pada penampilan seperti kerontokan rambut dan perubahan berat badan. Perubahan penampilan ini dapat menyebabkan anak kehilangan rasa percaya dirinya.

Apa yang ayah dan ibu dapat lakukan untuk mendampingi anak menghadapi perubahan penampilan anak?

  • Berbicara terbuka pada anak bahwa akan ada perubahan fisik yang terjadi akibat perawatan
  • Tenangkan anak bahwa ayah dan ibu akan selalu bersamanya dan akan tetap menyayanginya
  • Bangun kepercayaan diri anak dengan membebaskan anak untuk memilih topi, scraf ataupun wig sesuai dengan seleranya.
  • Buat momen bersama anak untuk memadu padankan baju yang akan dikenakannya atau pun make up bersama.
  • Berikan pujian pada anak “Keren”, “Cantik”, “Ganteng”

 

2. Perubahan dalam pertemanan

Perawatan dalam jangka waktu yang lama menyebabkan teman-teman yang dulu biasa bermain bersama seolah-olah sudah “tidak hadir” untuk buah hati ayah dan ibu sehingga anak merasa sedih. Namun, kabar baiknya dalam masa perawatan ini, ia akan bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru. Anak dapat memulai pertemanan baru dengan sesame anak yang dirawat di rumah sakit (support group), perawat, dokter dan pekerja sosial.

Apa yang dapat ayah dan ibu lakukan untuk mendampingi anak menghadapi perubahan dalam pertemanan?
– Bantu anak untuk tetap menjalin hubungan dengan teman-temannya
Ayah dan ibu dapat mendorong anak untuk menulis email, chat, telepon atau video call dengan teman-teman dekatnya. Apabila kondisi memungkinkan, ajak temannya untuk berkunjung ke rumah sakit

– Bantu anak untuk merespon orang lain dengan tepat
Terkadang anak akan bertemu dengan orang-orang yang “memandang aneh” pada dirinya ataupun menanyakan hal personal yang mungkin membuat anak tidak nyaman. Berbicaralah pada anak dan sama-sama membuat batasan hal mana yang anak nyaman untuk dijawab sendiri dan orang tua yang menjawab.

 

3. Perubahan emosi

Perjalanan perawatan yang panjang dan melelahkan menyebabkan anak merasakan berbagai emosi baik cemas, takut atau sedih. Terkadang anak juga mengalami stress dan menarik diri dari lingkungannya. Hal ini sangat wajar dialami oleh anak saat mereka berada dalam situasi yang tidak nyaman.

Apa yang dapat ayah dan ibu lakukan untuk mendampingi anak menghadapi perubahan emosi?

– Hadirlah bersama anak

Kehadiran ayah dan ibu merupakan dukungan yang sangat dibutuhkan anak dan anak akan merasa aman.

  1. Sediakan waktu dan perhatian penuh dalam mendengarkan setiap perasaan dan keluhan anak.
  2. Pahami dan terima dahulu perasaan dan keluhan anak sehingga anak merasa dimengerti dan tidak diabaikan perasaannya.
  3. Tunda untuk memberi nasihat pada anak sampai kondisinya sudah lebih tenang.

– Berikan sentuhan untuk anak

Sentuhan yang hangat dan lembut dapat memberikan efek menenangkan dan mengurangi rasa sakit. Selain itu, sentuhan juga dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan. Ayah dan ibu dapat memberikan sentuhan dengan cara memeluk, menepuk pundak dengan lembut, memegang tangan atau mengelus lembut bagian tubuh anak yang sakit atau kepalanya.

– Bantu anak untuk mencari ‘strategi yang tepat’ ketika merasakan suasana hati yang tidak nyaman, misalnya membuat “My Calm Down Activities” dengan cara:

  1. Diskusikan bersama anak, perasaan apa saja yang sering dirasakan dan kapan seringkali merasakan hal itu
  2. Ajak anak untuk menggambarkan perasaan yang sering dirasakan di sebuah kertas atau berikan emoticon dan minta anak memilih emosi yang sering dirasakan
  3. Ajak dan bebaskan anak untuk mencari cara yang sesuai ketika menghadapi perasaan tersebut. Bantu anak dengan pertanyaan-pertanyaan berikut :
    – Hal atau aktivitas apa yang dapat membuatmu lebih tenang ketika marah?
    – Hal atau aktivitas apa yang dapat membuat rasa sedihmu berkurang?
    – Hal atau aktivitas apa yang dapat mengurangi rasa takutmu?
  4. Bantu anak memikirkan ide kreatif agar dapat meregulasi emosinya

Berikut adalah beberapa contoh “My Calm Down Activities” yang dapat dilakukan bersama anak:

4. Perubahan rutinitas

Perawatan di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama akan mengubah keseharian anak sehingga anak rentan menjadi bosan.

Apa yang dapat ayah dan ibu lakukan untuk mendampingi anak menghadapi perubahan jadwal rutinitas?

  • Bawakan benda-benda favoritnya yang ada di rumah agar membantu anak lebih nyaman dan relaks
  • Ajak anak untuk berkunjung ke tempat bermain yang disediakan di rumah sakit
  • Mendekor kamar anak – Ajak anak untuk mendekor kamarnya sehingga lebih nyaman sehingga meningkatkan emosi positif. Pajang foto anak bersama teman-teman, keluarga ataupun poster yang dapat menyemangati anak
  • Eksplor aktivitas yang memungkinkan dilakukan anak, seperti membuat kerajinan tangan, melukis, menulis puisi atau melakukan kebaikan untuk teman bermain di rumah sakit

 

Referensi:

https://www.cancer.gov/publications/patient-education/children-with-cancer.pdf