Pit and Fissure Sealant

 

 

 

 

 

oleh drg. Cynthia Michelle Anggraini, Sp.KGA

Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

 

Halo Ayah dan Ibu Kejora! Semoga sehat selalu ya..
Apakah sudah pernah mendengar istilah pit and fissure sealant sebelumnya?
Atau malah masih asing dengan istilah tersebut? Pit and fissure sealant itu dapat melindungi gigi dari proses gigi berlubang loh Ayah dan Ibu. Yuk kita bahas lebih lanjut..

 

Apakah sealant itu dan bagaimana cara kerjanya?

Sealant adalah salah satu cara yang aman dan tanpa rasa sakit yang dilakukan untuk melindungi gigi Anda maupun si kecil dari proses gigi berlubang. Sealant merupakan lapisan pelindung yang diaplikasikan pada permukaan kunyah gigi-gigi geraham yang memiliki ceruk-ceruk yang sempit dan dalam (pit dan fissure). Kondisi gigi dengan pit dan fissure yang dalam sangat berpotensi menjadi tempat menumpuknya sisa makanan. Jika tidak dibersihkan, maka akan berubah menjadi pusat berkembangnya bakteri, yang lama kelamaan bisa menyebabkan karies. Dengan kata lain, pit dan fissure yang dalam merupakan habitat utama bakteri Streptococcus mutans. Lapisan sealant ini dapat menjadi pelindung dari sisa makanan serta bakteri agar tidak masuk dan terjebak dalam ceruk-ceruk tadi, sehingga menyebabkan terjadinya karies. Bahan yang digunakan yaitu resin komposit dan ionomer kaca fuji VII.

 

Kapan pit and fissure sealant dapat dilakukan?

Sealant dapat dilakukan segera setelah gigi geraham permanen pertama tumbuh, yaitu saat anak berusia 6-7 tahun. Selain itu, selanjutnya pada saat gigi geraham permanen kedua tumbuh, yaitu saat anak berusia 11-14 tahun.

 

Apakah setelah melakukan prosedur sealant, gigi harus tetap dibersihkan?

Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa prosedur ini tidak dapat menggantikan sikat gigi maupun flossing. Namun, prosedur ini dapat mencegah timbulnya lubang dan menghentikan proses karies di tahap awal sehingga lubang gigi tidak bertambah besar dan parah. Faktanya, sealant dapat menurunkan risiko lubang pada gigi geraham belakang hingga 80%. Pada Oktober 2016, CDC (Centers for Disease Control) melaporkan pentingnya sealant pada anak usia sekolah. Menurut CDC, anak usia sekolah tanpa sealant berisiko 3 kali lebih besar untuk mengalami lubang pada gigi dibandingkan dengan anak yang telah menjalani prosedur sealant.

 

Sumber:

https://www.ada.org/en/member-center/oral-health-topics/dental-sealants

https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/s/sealants

https://jada.ada.org/action/showPdf?pii=S0002-8177%2814%2961434-3

https://www.dentalhealth.org/pit-and-fissure-sealants

Kebiasaan yang Baik untuk Kesehatan Gigi Bayi dan Balita

 

 

 

 

oleh drg. Cynthia Michelle Anggraini, Sp.KGA

Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

Hai Ayah dan Ibu Kejora..

Apakah Ayah dan Ibu tahu, bahwa gigi pada anak sudah memiliki risiko untuk menjadi berlubang sejak pertama kali tumbuh?

Proses lubang/pembusukkan gigi pada bayi dan anak di usia yang sangat muda seringkali disebut dengan “baby bottle tooth decay”atau “early childhood caries”. Namun, Ayah dan Ibu tidak perlu khawatir. Berita baiknya, lubang pada gigi anak dapat dicegah, terutama dengan cara menjaga kebiasaan yang baik sedini mungkin.

Yuk, kita simak tanya jawab dengan drg. Cynthia Michelle Anggraini, Sp.KGA yang akan menjelaskan lebih lanjut tentang kesehatan gigi  pada bayi dan balita.

Dok, seperti apa sih proses tumbuh gigi (teething) itu?

Tumbuh gigi merupakan salah satu ritual awal dalam fase kehidupan. Biasanya, gigi sulung pada anak akan lengkap berjumlah 20 gigi pada saat anak sudah berusia 3 tahun. Seiring dengan bertumbuhnya anak, rahang mereka juga akan berkembang dan memberi ruang bagi tumbuhnya gigi permanen. Gigi depan anak (4 gigi pertama) biasanya mulai tumbuh saat usia 6 bulan, walaupun ada pula anak-anak yang belum memiliki gigi sampai usia 12 atau 14 bulan. Saat gigi mulai tumbuh, beberapa bayi akan rewel dan mudah marah, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, atau mengiler lebih banyak daripada biasanya. Diare, ruam, dan demam bukanlah gejala normal dari bayi yang akan tumbuh gigi. Maka, apabila bayi mengalami gejala tersebut, segeralah hubungi dokter. Ayah dan Ibu, urutan pertumbuhan gigi sulung pada anak dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Dok, apakah ada langkah mudah untuk menjaga kesehatan gigi?

Ada lima langkah yang dapat dilakukan yaitu menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung fluoride, membatasi penggunaan alat makan bersama dan empeng, makan makanan sehat (sayur dan buah), berkunjung rutin ke dokter gigi dan mintalah dokter gigi untuk melakukan pelapisan ceruk gigi pada anak.

Dok, bagaimana sih cara menjaga kesehatan mulut bayi?

Mulailah membersihkan rongga mulut bayi sejak beberapa hari setelah proses kelahiran. Caranya adalah dengan mengusap gusi bayi dengan kasa atau kain lap bersih yang telah dibasahi dengan air hangat setiap selesai menyusui.

Lalu dok, bagaimana cara membersihkan gigi pada anak?

  • Untuk anak dengan usia kurang dari 3 tahun, orangtua/pengasuh harus mulai menyikat gigi anak segera setelah gigi pertama tumbuh secara perlahan. Caranya adalah dengan menggunakan sikat gigi ukuran anak serta selapis tipis (seukuran biji beras) pasta gigi yang mengandung Tetap bersihkan dan lakukan pemijatan ringan pada area gusi yang belum ditumbuhi gigi.

  • Sikatlah gigi dengan menggunakan sikat gigi anak dan pasta gigi yang mengandung fluoride sebesar biji kacang polong pada anak usia 3-6 tahun. Apabila anak sudah memiliki 2 gigi yang saling berkontak satu sama lain, mulailah untuk menggunakan dental floss. Cara ini dilakukan hingga Ayah dan Ibu yakin bahwa anak dapat menyikat gigi sendiri, yaitu saat gerakan motorik halusnya sudah berkembang dengan baik saat anak sudah berusia 8-9 tahun. Setelah itu, dianjutkan dengan mengawasi kegiatan sikat gigi anak.

  • Kegiatan menyikat gigi dilakukan 2 kali sehari (pagi dan malam hari) atau sesuai dengan saran dokter gigi. Selalu awasi anak saat menyikat gigi dan ingatkan agar tidak menelan pasta gigi secara berlebihan.

Kapan dilakukan kunjungan pertama ke dokter gigi?

Mulailah jadwalkan kunjungan ke dokter gigi segera setelah gigi sulung anak pertama kali muncul. ADA (American Dental Association) merekomendasikan kunjungan pertama ke dokter gigi 6 bulan setelah gigi pertama anak mulai tumbuh dan paling lambat dilakukan saat anak berusia 1 tahun. Untuk membuat kunjungan terasa menyenangkan, lakukan hal berikut:

  • Pertimbangkan untuk membuat kunjungan di pagi hari saat anak cenderung tenang dan kooperatif.
  • Simpan kekhawatiran/kecemasan yang Ayah dan Ibu miliki dan jangan tunjukkan kepada anak. Anak dapat merasakan emosi Ayah dan Ibu, sehingga harus ditunjukkan emosi yang positif.
  • Hindari menggunakan kunjungan sebagai hukuman atau ancaman.
  • Hindari menyuap/menyogok anak.
  • Komunikasikan pada anak mengenai kunjungan ke dokter gigi.

 

Editor: drg. Sita Rose Nandiasa

Sumber:

https://www.mouthhealthy.org/en/babies-and-kids/healthy-habits