Apa itu Radang pada Gusi?

 

 

 

 

oleh drg. Annisa Sabhrina

Dokter Gigi Umum

 

Halo Keluarga Kejora,

Apakah anda pernah mengalami situasi berikut? Saat anda sedang sikat gigi, gusi mengeluarkan darah? Atau gusi terlihat berdarah tanpa ada rangsangan seperti luka atau trauma?

Ada banyak penyebab gusi mengalami pendarahan, salah satunya adalah penyakit pada jaringan gusi. Gingivitis merupakan penyakit jaringan gusi yang terjadi akibat bakteri pada plak yang menempel pada permukaan gigi. Apabila plak melekat dalam waktu lama dan mengeras maka terbentuk karang gigi. Calculus atau karang gigi ini yang menjadi pencetus terjadinya peradangan pada gusi. Bila peradangan pada gusi semakin lanjut, kondisi tersebut dapat mengakibatkan periodontitis atau peradangan pada jaringan penyangga gigi.

Jika ayah dan ibu Kejora mengalami gingivitis, gusi akan mengalami perubahan dari bentuk normal. Warna gusi menjadi lebih merah, ukuran menjadi lebih besar dan terjadi penurunan gusi. Kondisi lain yang sering terjadi apabila seseorang mengalami gingivitis adalah bau mulut, perdarahan pada gusi baik spontan saat sedang menyikat gigi atau tanpa disadari.

Plak merupakan penyebab utama dari gingivitis, namun beberapa hal lain juga dapat memicu terjadi gingivitis seperti ;

  • Kebiasaan merokok
  • Kebersihan gigi dan mulut yang buruk
  • Kondisi mulut yang kering
  • Kekurangan nutrisi terutama vitamin c
  • Beberapa kondisi penyakit imunitas seperti leukimia, HIV/AIDS, pengobatan kanker
  • Perubahan hormonal seperti kehamilan, siklus menstruasi
  • Restorasi/ Penambalan gigi yang kurang baik sehingga mengakibatkan sisa makanan terselip dan sulit untuk dibersihkan

Cara terbaik untuk perawatan gingivitis adalah meningkatkan kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dengan benar dan penggunaan dental floss. Tujuannya adalah menghilangkan plak yang menempel pada permukaan gigi. Pembersihan karang gigi dengan cara scalling terutama di sekitar gusi yang mengalami peradangan, juga merupakan cara efektif untuk menghilangkan gingivitis. Jangan lupa untuk kontrol rajin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mengetahui kondisi gigi dan mulut anda agar terhindar dari penyakit gusi dan mulut.

Sumber:

https://www.webmd.com/oral-health/guide/gingivitis-periodontal-disease#1
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279593/

Gigi pada Bayi Baru Lahir: Apakah Normal?

 

 

 

 

oleh drg. Cynthia Michelle Anggraini, Sp.KGA

Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

Halo Ayah dan Ibu kejora,

Apakah pernah ada yang memiliki pengalaman bayi anda baru saja lahir namun sudah memiliki gigi dalam rongga mulutnya?

Apakah yang Dimaksud dengan Natal Teeth?

Gigi susu anak biasanya pertama kali mulai tumbuh paling cepat di usia 4-7 bulan. Gigi yang pertama kali tumbuh adalah gigi seri pada rahang bawah. Namun, apabila bayi anda sudah memiliki gigi sejak baru lahir, maka kondisi seperti ini memiliki istilah yang disebut “natal teeth”. Natal teeth ini cukup jarang terjadi, hanya terjadi sekitar 1 kasus dari 2000 kelahiran.

Apakakah Penyebab dan Faktor Risiko Natal Teeth?

Penyebab dari natal teeth belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa kondisi medis yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya natal teeth yaitu pada bayi dengan celah bibir dan langit-langit mulut, serta bayi yang lahir dengan kelainan pada struktur dentin (salah satu struktur pembentuk gigi). Ada pula beberapa sindrom yang dapat menyebabkan terjadinya natal teeth, yaitu sindrom: Sotos, Hallerman-Streiff, Pierre-Robin, dan Ellis-van Creveld.

Selain kondisi medis di atas, ada beberapa faktor risiko juga yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya natal teeth, yaitu faktor keturunan (biasanya ada anggota keluarga yang juga memiliki kejadian serupa), serta adanya malnutrisi selama masa kehamilan.

Apa sajakah Tipe-tipe Natal Teeth?

Kebanyakan kasus yang terjadi hanya melibatkan satu gigi saja. Gigi yang paling sering muncul adalah gigi seri rahang bawah, diikuti dengan gigi seri rahang atas. Sangat jarang sekali ditemukan natal teeth pada gigi geraham belakang.

Apabila bayi anda mengalaminya, dokter yang merawat dapat menentukan tipe mana yang dimiliki oleh bayi anda dari 4 tipe di bawah ini, yaitu:

  1. Natal teeth yang tumbuh dengan sempurna dan memiliki akar, walaupun gigi tersebut goyang.
  2. Gigi yang sangat goyang dan tidak memiliki akar.
  3. Gigi yang sudah terlihat baru muncul pada permukaan gusi.
  4. Gigi yang baru akan muncul dan masih sedikit tertutup permukaan gusi.

Tipe yang dimiliki oleh bayi anda akan sangat menentukan risiko untuk terjadinya komplikasi lebih lanjut, dan juga dapat membantu dokter untuk menentukan perlu atau tidaknya untuk melakukan perawatan.

Kapan Perlu Dilakukan Perawatan pada Natal Teeth?

Natal teeth yang tidak goyang biasanya tidak perlu dirawat, namun bila ada bagian mahkota yang tajam, maka bagian tersebut dapat diasah/dibulatkan oleh dokter gigi. Apabila tipe natal teeth goyang dan apalagi tidak memiliki akar, maka dapat dilakukan pencabutan. Hal ini dikarenakan tipe yang seperti ini dapat menyebabkan bayi anda mengalami peningkatan risiko tersedak karena tidak sengaja menelan gigi tersebut. Selain itu juga adanya gangguan menyusui, luka pada lidah, serta luka pada puting ibu pada saat menyusui.

Editor: drg. Sita Rose Nandiasa

Sumber: