Perasaan Bahagia Bisa Meningkatkan Sistem Imun, Benarkah?

 

 

 

 

oleh dr. Sunita

Dokter Umum

 

Salam sehat, Keluarga Kejora!

Selama pandemi COVID-19 ini, kita mungkin telah banyak mendengar sejumlah kiat yang dapat dilakukan untuk menghindarkan diri dari infeksi SARS-CoV-2. Salah satu dari tips tersebut adalah dengan merasa bahagia sebab perasaan bahagia dianggap dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, apakah pendapat tersebut benar? Apakah ada bukti ilmiah yang mendukung opini tersebut? Mari kita simak pembahasan berikut ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan). Kata bahagia sering digunakan untuk mendeskripsikan kondisi mental atau emosional seseorang yang bersifat positif. Dari studi yang mempelajari tentang kaitan antara perilaku manusia dan kesehatan diketahui bahwa kondisi emosi seseorang dapat mempengaruhi perilakunya yang berkaitan dengan cara kerja berbagai organ di dalam tubuh, termasuk kekebalan tubuh, yang diperantarai oleh sistem saraf pusat. Perilaku yang dimaksud mencakup perilaku diri terhadap kebiasaan merokok, pola makan, atau olahraga, yang dapat meningkatkan atau merusak kesehatan seseorang.

Bukti ilmiah lain mengenai pengaruh faktor emosi terhadap kesehatan seseorang terlihat dari adanya pengaruh emosi terhadap perubahan biologis, misalnya kondisi stres pada seseoarang yang menyebabkan peningkatan tekanan darah, detak jantung, serta peningkatan aktivitas sistem saraf simpatik. Ketiga hal tersebut selanjutnya dapat menyebabkan perubahan pada aliran darah yang berkaitan secara langsung terhadap risiko hipertensi dan penyakit jantung. Selain pada perubahan kerja organ, studi lain menunjukkan bahwa rasa cemas yang berlebihan dapat menurunkan fungsi imun tubuh. Sebaliknya, kondisi emosional yang positif dapat meningkatkan kekebalan tubuh sebagaimana ditunjukkan dalam sebuah studi lain yang mengungkapkan adanya peningkatan kadar antibodi dalam saliva setelah seseorang diminta untuk menonton video humor. Hal serupa juga terlihat dalam sebuah studi yang menunjukkan respon imun yang lebih lemah pada individu yang divaksinasi dan dengan kondisi emosi yang negatif dibandingkan dengan individu yang divaksinasi namun memiliki kondisi emosional yang lebih positif.

Jadi, baik secara langsung maupun tidak langsung, terdapat sejumlah keterkaitan antara perasaan bahagia dengan sistem imun yang lebih baik dalam mengurangi risiko timbulnya penyakit. Namun, hingga saat ini belum terdapat bukti yang cukup untuk mendukung adanya kaitan langsung antara kondisi emosi positif terhadap penurunan risiko infeksi SARS-CoV-2.

Sumber:

Barak, Y. The immune system and happiness. Autoimmunity Reviews 5 (2006) p 523-527.