Gangguan Mood pada Ibu Menyusui

 

 

 

 

 

oleh dr. Meutia Ayuputeri, MRes, IBCLC

Dokter umum, Konselor menyusui

 

Menyusui  merupakan bentuk kerjasama tim. Bukan hanya membutuhkan partisipasi aktif seorang ibu dan bayinya, namun juga perlu disokong oleh beberapa faktor seperti pasangan, keluarga besar, kebijakan di lingkungan kerja dan komunitas.1

Salah satu cara memberdayakan ibu untuk bisa mencapai keberhasilan menyusui adalah dengan mengenali kondisi mental ibu yang  dapat menjadi hambatan dalam menyusui.

Gangguan psikiatri postpartum secara umum dibagi menjadi 3, yakni baby blues, postpartum psychosis, dan postpartum depression (depresi postpartum). Baby blues memiliki insidens global 300-750 per 1000 ibu. Kondisi ini merupakan gangguan psikiatri paling dini karena rasa sedih ibu saat bersama bayi dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu minggu. Namun pada 10-15% kasus, 1 kondisi ibu yang mengalami baby blues dapat berkembang menjadi depresi postpartum.2

Depresi post partum terjadi pada 100-150 per 1000 ibu baru melahirkan dan perlu ditangani. Psikosis post partum merupakan kondisi psikosis yang muncul dalam empat minggu pertama postpartum dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Di negara maju, gangguan psikiatri postpartum termasuk depresi postpartum diperkirakan mencapai 18.6% (interval kepercayaan 95% , 18.0-19.2%).2 Depresi postpartum ini bila dibiarkan dapat mengganggu hubungan ibu dengan bayinya. Anak-anak dengan ibu yang mengalami depresi postpartum memiliki masalah kognitif, perilaku, dan interpersonal dibanding anak lainnya dengan ibu yang tidak memiliki kondisi yang sama. Anak-anak ini juga memiliki risiko lebih tinggi menderita berat badan kurang dan stunting.

Apabila seorang ibu menyusui merasakan ketidaksesuaian mood, segera cari pertolongan orang terdekat (suami, keluarga) maupun tenaga profesional (konselor, dokter, psikolog).

 

Editor : drg. Annisa Sabhrina

 

1 Webber E, Benedict J. Postpartum depression: A multi-disciplinary approach to screening, management and breastfeeding support.
Archives of Psychiatric Nursing, 2019;33(3):284-289.

2 Upadhyay RP, et al. Postpartum depression in India: a systematic review and meta-analysis. Bull World Health Organ 2017;95:706–717B
al.cfm.

5 Tips Sukses Menyusui selama Bulan Ramadhan

 

 

 

oleh dr. Meutia Ayuputeri, MRes, IBCLC

Dokter umum, Konselor menyusui

Halo Keluarga Kejora,

Tidak terasa bulan Ramadhan sudah didepan mata. Bagi anda yang ingin menjalankan kewajiban untuk berpuasa namun masih ingin menyusui si kecil, Kejora memiliki tips bagaimana cara mensiasati agar anda tetap bugar saat menyusui selama menjalankan ibadah puasa

  • Pilih menu sahur dan berbuka dengan gizi seimbang karbohidrat protein lemak dalam jumlah yang cukup. jangan lupa untuk memasukkan porsi sayur buah-buahan harian anda. menghindari makanan mengiritasi lambung seperti terlalu pedas atau berminyak.
  • Jaga asupan cairan tubuh. Tingkatkan asupan air putih 2 hari sebelum puasa dimulai. Jaga asupan cairan 2 Liter per hari selama puasa. Sumber cairan dapat diperoleh dari air putih, buah-buahan dan sari buah, sup, dll. Hal ini bertujuan agar tubuh ibu terhidrasi dengan baik pada saat mulai puasa. Dehidrasi berat memang dapat mengurangi pasokan ASI, namun puasa selama bulan Ramadhan digolongkan menjadi puasa jangka pendek. Penelitian menunjukan bahwa puasa jangka pendek tidak menurunkan pasokan ASI.
  • Untuk mengurangi hilangnya energi berlebih, kurangi aktivitas yang tidak perlu dan pajanan panas maupun sinar matahari berlebih.
  • Perhatikan pola BAB dan BAK bayi anda untuk memantau asupan cairannya. Kandungan ASI selama ibu puasa dapat mengalami beberapa perubahan, namun perubahan ini berjangka pendek dan dilaporkan tidak menimbulkan efek klinis maupun mempengaruhi pertumbuhan bayi.
  • Ibu-ibu menyusui dengan kelainan metabolisme seperti diabetes atau riwayat gula darah rendah, atau masalah kesehatan lain seperti kurang darah (anemia) dapat berkonsultasi dengan dokter. Konsultasi juga kepada dokter apabila anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai puasa dan menyusui.