Mainan si Kecil Masuk ke Hidung!

 

 

 

 

 

oleh dr. Natasha Supartono, Sp.THT

Dokter Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorokan

 

Halo, Ayah dan Ibu Kejora!
Seperti yang Ayah dan Ibu ketahui, ketika anak-anak sedang sering-seringnya mengeksplorasi lingkungan pasti memiliki rasa ingin tahu yang begitu tinggi terhadap tubuhnya sendiri dan lingkungan serta benda-benda di sekitar. Benda-benda yang sering menarik perhatian si kecil adalah batu baterai berbentuk bulat yang ada di dalam mainan, manik-manik, biji-bijian, dan mainan lain yang berukuran kecil. Tahukah Ibu dan Ayah Kejora seringkali si kecil penasaran dan memasukkannya ke dalam hidung, lho!

Apa yang terjadi kalau benda-benda tersebut dimasukkan ke dalam hidung? Tentunya hal ini akan mengganggu dan berakibat fatal. Benda – benda yang masuk ke dalam hidung dapat menyumbat dan menyebabkan infeksi pada daerah hidung dan sinus. Lebih parahnya lagi untuk benda-benda yang mengandung senyawa kimia seperti batu baterai dapat merusak struktur dan bentuk hidung. Ayah dan Ibu bisa belajar mengenali tanda-tanda bila ada benda atau mainan si kecil yang masuk ke dalam hidung.

Yuk, kenali tanda – tandanya!

    1. Ingus kehijauan satu sisi
    2. Hidung yang berbau pada satu sisi
    3. Ingus bercampur darah

Lalu, apa yang Ayah dan Ibu Kejora bisa lakukan jika curiga si kecil memasukkan benda ke dalam hidung?

  1. Perhatikan sekitar apakah ada benda-benda kecil yang dapat si kecil masukkan
  2. Ajak bicara si kecil dan tanyakan apakah dia memasukkannya
  3. Bawa ke dokter untuk dikeluarkan. Jangan dicoba keluarkan sendiri ya karena dapat berisiko melukai struktur hidung, perdarahan atau bahkan benda tersebut dapat terdorong lebih dalam sehingga turun ke saluran napas.

Yang paling penting, usahakan Ayah dan Ibu Kejora tetap tenang sehingga si kecil bisa segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Editor : drg. Rizki Amalia (@rizkiamalia234)

Sumber: B. J. Bailey, J. Johnson, C. Rosen. Bailey’s Head and Neck Surgery: Otolaryngology

Hidung Tersumbat

 

 

 

 

oleh dr. Natasha Supartono, Sp.THT

Dokter Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorokan

Halo, Keluarga Sehat Kejora! Kali ini kita akan mencari tahu tentang mengapa hidung kita bisa tersumbat.

 

Ayah dan Ibu Kejora atau bahkan si Buah Hati pasti pernah ya merasakan hidung tersumbat, yaitu hidung terasa penuh sehingga sulit bernapas melalui hidung alias mampet. Hidung tersumbat dapat sangat mengganggu. Selain dapat menyebabkan kesulitan bernapas saat beraktifitas, kesulitan bernapas juga terjadi pada saat tidur sehingga menyebabkan gangguan tidur. Hidung tersumbat menyebabkan aliran udara yang terhirup ke dalam hidung menurun dan mengganggu fungsi penghidu, karena udara yang membawa bau/ aroma ke dalam hidung tidak dapat masuk sepenuhnya ke dalam area penghidu di dalam hidung.

 

Hidung tersumbat biasanya terjadi karena adanya reaksi peradangan di dalam hidung akibat infeksi virus/ bakteri, polip hidung, reaksi alergi, atau adanya kelainan struktur hidung.

 

Peradangan yang terjadi pada hidung menyebabkan terjadinya: 1) pembengkakan pada lapisan permukaan, serta 2) pelebaran pembuluh darah di dalam hidung. Pembengkakan ini juga terkadang disertai dengan adanya produksi cairan/ ingus yang menyebabkan hidung semakin tersumbat.  Pada kasus-kasus tertentu peradangan yang berlangsung lama dapat menyebabkan terjadinya polip pada hidung terutama pada kasus-kasus alergi.

Gambar 1. Peradangan pada hidung

 

Kelainan pada struktur hidung juga dapat menyebabkan terjadinya sumbatan pada hidung, kelainan yang paling sering antara lain septum deviasi (tulang hidung bengkok), pembesaran amandel di belakang hidung dan beberapa kelainan bawaan seperti sumbing pada langit-langit mulut serta atresia koana (rongga hidung bagian belakang tidak terbentuk).

Gambar 2. Septum deviasi (tulang hidung bengkok)

 

Apa yang Ayah dan Ibu harus dilakukan apabila mengalami hidung tersumbat ? Hidung tersumbat yang terjadi sementara dan sebagai bagian dari suatu gejala peradangan dapat sembuh dengan sendirinya terutama bila penyebabnya adalah virus. Untuk kasus-kasus yang disebabkan karena alergi dan kelainan struktur hidung, hidung tersumbat biasanya akan terjadi secara berkepanjangan. Apabila terdapat hidung tersumbat yang berkepanjangan lebih dari 2 minggu dan menyebabkan gangguan aktifitas atau gangguan tidur, sebaiknya dilakukan konsultasi dengan dokter untuk mencari penyebabnya.

 

Editor: drg. Rizki Amalia (@rizkiamalia234)

 

Sumber : Naclerio, RM, Bachert C, Baraniuk, JN. Pathophysiology of nasal congestion. International Journal of General Medicine 2010:3 47–57

 

Sumber Gambar:

  1. https://www.google.com/search?q=nasal+congestion+&tbm=isch&ved=2ahUKEwiEk8b7-_HoAhVU8DgGHTqdDaIQ2-cCegQIABAA&oq=nasal+congestion+&gs_lcp=CgNpbWcQAzIECCMQJzICCAAyAggAMgIIADICCAAyAggAMgIIADICCAAyAggAMgIIADoHCCMQ6gIQJzoECAAQQ1DsrQNYuOUDYK7mA2gEcAB4BoABnAiIAaovkgEPNS42LjMuMy4xLjAuMi4xmAEAoAEBqgELZ3dzLXdpei1pbWewAQo&sclient=img&ei=f_GaXsTXBdTg4-EPurq2kAo&bih=618&biw=1333&safe=strict#imgrc=gorcuDoZ4SqEAM
  2. https://www.stlsinuscenter.com/common-sinus-problems/septal-deviation/