oleh dr. Yulianto Santoso Kurniawan, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

 

Halo Ayah dan Ibu, apa kabar?

Dalam keadaan pandemi COVID-19 ini sudah menjadikebiasaan baru kita menjadi lebih rajin membersihkan peralatan di rumah. Kita juga semakin sering mendengar istilah disinfektan. Sebenarnya, apakah betul mainan anak perlu kita lakukan disinfeksi? Apa beda disinfeksi dengan sanitasi?

Proses pembersihan secara umum ternyata terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu:

  1. Pembersihan dengan deterjen atau sabun dan air bertujuan untuk menyingkirkan debu atau kotoran dari permukaan benda. Misal lantai, dinding, karper, jendela.
  2. Sanitasi dilakukan untuk menyingkirkan kotoran dan sedikit kuman. Beberapa benda atau permukaan yang dibersihkan dari kotoran lalu dilakukan sanitasi adalah kamar mandi, mainan, alat makan
  3. Beberapa benda atau permukaan dilakukan tahapan tambahan yaitu disinfeksi setelah proses pembersihan untuk membunuh kuman di permukaan benda.

Pemutih (bleach) yang mengandung sodium hypochloritemerupakan bahan aktif yang bisa membunuh mikroorganisme,termasuk bakteri dan virus. Bahan aktif ini dapat digunakan untuk keperluan sanitasi atau disinfeksi. Pemutih rumahan dengan kadar 5,25% artinya mengandung bahan aktif sebanyak52.500 ppm (part per million). Konsentrasi bahan aktif dalampemutih rumahan, cukup dikalikan 10.000 untuk mengubah % menjadi ppm.

Berapa konsentrasi pemutih yang diperlukan untuk melakukan sanitasi?

Untuk melakukan sanitasi maka konsentrasi pemutih yang diperlukan adalah 50-200 ppm. Bila pemutih rumahan Anda memiliki konsentrasi 5,25%, maka untuk membuat 50 ppm adalah dengan membuat konsentrasi 50 / 10.000 = 0,005%. Untuk membuat 5,25% menjadi 0,005% artinya 1 bagian 5,25% diencerkan menjadi 1000x. Secara sederhana, ini berarti 1 mililiter pemutih diencerkan dengan air sampai volume larutan menjadi 1 liter (diencerkan 1 : 1000)

Untuk membuat 100 ppm, maka langkahnya adalah 100 / 10.000 = 0,01%; 1 mL pemutih 5,25% ditambah air sampai volume larutanya 500 mL.

Selain konsentrasi, kita juga perlu memperhatikan suhu dan waktu kontak antara larutan pemutih dengan permukaan benda yang dibersihkan. Untuk sanitasi diperlukan waktu kontak sekitar 2 menit dan kering dengan diangin-anginkan, serta suhu antara 13-49 derajat Celsius (dapat dilakukan pada suhu ruangan). Larutan pemutih tersebut harus diganti setiap 24 jam bila akan dipergunakan kembali karena jika sudah dilarutkan larutan tersebut tidak stabil.

Setelah membuat larutan tersebut maka Ayah dan Ibu bisa membersihkan mainan anak sebelum dan setelah digunakan. Semoga upaya ini akan menjaga kesehatan anak-anak kita.

Editor: dr. Sunita

Sumber:

https://hnhu.org/health-topic/chlorine/

https://www.rapidtables.com/convert/number/Percent_to_PPM.html

www.tchd.org/242/Child-Care

https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/prevention/Pages/Cleaners-Sanitizers-Disinfectants.aspx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *