oleh Mellissa Catalina Trisnadi, M.Psi., Psikolog

Psikolog

Hai, Ayah dan Ibu Kejora!

Ayah dan Ibu Kejora pasti ingin dapat melindungi dan memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Ayah dan ibu juga akan berusaha sebaik mungkin memenuhi kebutuhan buah hati. Apabila buah hati jatuh dan luka, ayah dan ibu berusaha untuk mengobati lukanya. Apabila buah hati demam atau mengalami gejala-gejala fisik yang membuat buah hati tidak nyaman, ayah dan ibu akan membawanya ke dokter. Ketika buah hati bahagia, ayah dan ibu pun akan merasa bahagia.

Luka akibat terjatuh atau munculnya gejala-gejala fisik memang jauh lebih mudah dikenali. Namun, sering kali luka emosi yang buah hati alami cenderung sulit dideteksi ayah dan ibu. Luka emosi ini dapat disebabkan karena tekanan emosional seperti masalah dengan orang tua, teman-teman, guru atau pun tekanan dari tuntutan akademis. Buah hati kita terkadang tidak menyadarinya dan gejala yang muncul pun beragam. Gejala penyakit fisik juga bisa muncul akibat permasalahan emosi atau psikologis tertentu.

Apa yang Ayah dan Ibu Kejora perlu perhatikan untuk mengenali luka psikologis ini? Tanda-tanda tertentu dapat menjadi alarm apakah buah hati kita perlu penanganan lebih lanjut secara professional ke psikolog, di antaranya:

  1. Buah hati mengalami kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah
  2. Muncul perilaku agresif pada buah hati, seperti memukul ataupun menyakiti orang lain, baik secara fisik atau pun verbal
  3. Mencoba untuk menyakiti diri sendiri atau melakukan perilaku berulang seperti menarik rambut atau menggigit kuku.
  4. Menghindari kontak sosial dengan teman atau keluarga
  5. Mengalami perubahan mood tanpa penyebab yang jelas
  6. Mengalami perasaan takut atau perasaan lainnya yang ekstrem
  7. Merasa lelah dan tidak memiliki motivasi untuk melakukan aktivitas
  8. Sulit berkonsentrasi
  9. Sulit tidur dan mengalami mimpi buruk
  10. Buah hati banyak mengeluhkan sakit fisik
  11. Buah hati tidak memedulikan/mengabaikan penampilan fisiknya
  12. Terlalu terobsesi dengan berat dan bentuk badan serta penampilan
  13. Perubahan perilaku makan yang terlalu berlebih atau tidak nafsu makan

 

Jika tanda-tanda tersebut tampak pada buah hati Ayah dan Ibu Kejora, jangan panik dan menyalahkan diri sendiri ya. Hadapilah bersama dan lakukan hal berikut ini:

  1. Bicara terbuka pada buah hati bahwa ia perlu mendapat penanganan khusus dari psikolog.
  2. Cari informasi mengenai tenaga profesional/psikolog anak yang dapat membantu ayah dan ibu menangani permasalahan psikologis buah hati
  3. Berikan informasi sejelas mungkin pada buah hati mengenai apa saja yang akan dilalui bersama
  4. Bangun kembali kepercayaan dengan anak dan ayah serta ibu akan selalu ada bersama mereka
  5. Aktif berkonsultasi dengan psikolog karena proses terapi akan berjalan dengan baik apabila orang tua juga terlibat di dalamnya
  6. Hargai setiap perubahan-perubahan kecil dari proses terapi yang sedang dilakukan buah hati dan jangan patah semangat

 

Keterbukaan dan kebersamaan sebagai sebuah keluarga dalam menghadapi pengalaman yang sulit akan lebih meringankan beban ayah dan ibu. Ayah dan ibu juga dapat mencari support system untuk saling menguatkan satu sama lain. Mungkin di depan ayah dan ibu akan menemui banyak tantangan namun bukan berarti tidak dapat dilalui bersama.

 

Referensi:

Douglas, Ann. Parenting Through the Storm: Find Help, Hope, and Strength When Your Child Has Psychological Problems. New York: Guilford Press, 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *