oleh dr. Nilam Permatasari Bmed.Sc, SpBP-RE

Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik

 

 

Halo Ayah dan Ibu Kejora!

Apakah buah hati Anda pernah mengalami luka bakar? Sudahkah Ayah dan Ibu Kejora tau cara penanganan pertama jika anak terkena luka bakar? Yuk, simak penjelasan di bawah ini supaya Ayah dan Ibu Kejora lebih paham apa saja yang perlu diketahui jika hal ini terjadi pada buah hati Anda.

 

Penyebab Luka Bakar Pada Anak
Mayoritas cedera luka bakar pada anak terjadi di rumah (84%), dengan memasak sebagai kegiatan yang paling umum. Selama masa pandemi ini tentu kegiatan Ayah dan Ibu Kejora serta anak lebih banyak terpusat di rumah sehingga perlu perhatian lebih untuk mencegah kemungkinan ini. Luka bakar pada anak dengan usia yang lebih muda paling sering disebabkan oleh air panas. Seiring bertambahnya usia, angka penyebab luka bakar pada anak karena api meningkat.

Ayah dan Ibu Kejora harus memahami bahwa anak bukanlah mini dewasa. Dengan demikian, anak lebih tidak berdaya dalam mencegah kecelakaan luka bakar. Selain itu, lapisan kulit anak lebih tipis dibandingkan dewasa, sehingga anak lebih sering mengalami luka bakar dalam (full thickness).

 

Pertolongan Pertama Luka Bakar pada Anak

1. Hentikan proses bakar dengan menjauhkan/mematikan sumber panas.
STOP, DROP, ROLL AND COVER (Hentikan, Jatuhkan diri, Berguling, Lindungi)

    1. Stop – hentikan sumber kebakaran. Contoh: menghentikan sumber listrik pada kecelakaan listrik, tutup api dengan kain basah.
    2. Drop – jatuhkan diri ke lantai, tengkurap bila memungkinkan.
    3. Roll – berguling di lantai untuk menghentikan api.
    4. Cover – lindungi wajah dari paparan api.

Ayah dan Ibu Kejora bisa berlatih gerakan ini di rumah bersama buah hati, ya.

Cara Berlatih Stop, Drop & Roll Bersama Anak
Sumber gambar: https://www.household-management-101.com/stop-drop-and-roll.html

2. Mendinginkan luka bakar dengan irigasi menggunakan air mengalir, dapat berupa air keran (suhu 2-15oC) selama 20 menit. Waktu yang efektif dilakukan tindakan irigasi adalah dalam 3 jam setelah kejadian. Selain untuk mendinginkan luka bakar, irigasi dapat mengurangi nyeri dan mengurangi edema (bengkak).

Anak lebih rentan mengalami hipotermia sehingga sangat penting untuk tetap menjaga kehangatan anak setelah irigasi. Jika luka bakar sangat luas, kurangi lama irigasi.

Don’ts:

  • Hindari menggunakan air yang terlalu dingin!
  • Jangan memberikan pertolongan pertama dengan kopi, batu es, pemberian pasta gigi/kecap, sabun colek, mentega, dll.

3. Buka semua yang menempel di badan dan tutup dengan kain yang bersih.
Berikan berlapis dan cek berkala agar memastikan anak hangat.

4. Pertolongan Nyeri
Pendinginan dan penutupan luka dapat menurunkan rasa nyeri. Untuk tambahan dapat diberi medikasi yang mudah didapat di rumah, seperti paracetamol atau anti-inflamasi ibuprofen.

5. Penutupan Luka
Proteksi sementara di rumah dapat menggunakan polyvinyl chloride (cling film) karena tidak melekat dan transparan sehingga memudahkan pemeriksaan.

6. Segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

 

Kena Luka Bakar: Harus Kemana?

1. Datang ke fasilitas kesehatan yang memiliki dokter bedah plastik.
Bedah plastik dapat memberikan layanan gawat darurat, perawatan luka bakar hingga pencegahan dan penanganan komplikasi dengan tujuan fungsi dan tampilan bekas luka bakar yang baik. Kenali dokter bedah plastik di area sekitar tempat tinggal Ayah dan Ibu Kejora melalui situs www.perapi.org/doctor . Bila tidak memungkinkan, dapat datang ke dokter bedah umum.

2. Kenali nomor telepon jasa penanganan keadaan darurat

  • Ambulans: 118 dan 119
  • Pemadam kebakaran: 113 dan 1131
  • Nomer darurat standar GSM melalui jaringan seluler dan satelit: 112
  • Polisi: 110
  • Posko becana alam: 129
  • Perusahaan Listrik Negara: 123
  • Keracunan: (021) 4250767
  • Pencegahan bunuh diri (021) 7256526, (021) 7257826, (021) 7221810
  • Konseling masalah kejiwaan Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Kemenkes RI Hotline 500-454

Referensi:
1. Herndon, David N., Total Burn Care. 4th edition. Saunders El. London: 2012.
2. Australia and New Zealand Burns Association. Emergency management of severe burns (EMSB). 2013.
3. Siobhan Conolly MB, et al. Clinical Practice Guidelines: Burn Wound Management NSW Health. NSW Health. 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *