oleh dr. Kristina Joy Herlambang, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

 

Halo, Keluarga Kejora!

Setiap Ibu pasti ingin memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya. Tentunya, nutrisi yang terbaik ini bukan hanya dimulai dari makanan pertama bayi, namun juga sudah dimulai sejak masa kehamilan. Dari berbagai jenis makanan dan suplemen yang dipasarkan dengan manfaat kesehatan, probiotik sudah banyak diketahui bermanfaat untuk kesehatan saluran cerna. Makanan dan minuman yang mengandung probiotik semakin banyak dapat kita temukan di berbagai toko, supermarket, atau tempat perbelanjaan daring. Makanan hasil fermentasi seperti tempe, kimchi, kombucha, yogurt, kefir sudah semakin banyak diproduksi oleh home-industry maupun pabrik dan mudah didapatkan.

Nah, bagaimana dengan manfaat konsumsi probiotik selama kehamilan? Apakah probiotik yang berupa bakteri ini aman untuk dikonsumsi selama kehamilan?

Berdasarkan National Library of Medicine (NLM) dan National Institute of Health (NIH), probiotik mungkin aman selama kehamilan. Probiotik tidak bisa dikatakan aman secara pasti karena terdapat banyak sekali variasi probiotik dan penelitan yang masih terbatas. Secara umum, probiotik dikatakan aman untuk dikonsumsi karena suplementasi probiotik ini jarang diabsorpsi. Kemungkinan terjadinya infeksi dari probiotik ini dikatakan sangat kecil,  sekitar 1 banding 1 juta orang (kemungkinan infeksi Lactobacillus), dan 1 banding 5.6 juta orang yang mengonsumsi probiotik. Konsumsi probiotik juga tidak terbukti menyebabkan keguguran, kelainan janin, berat badan janin rendah atau dibutuhkannya operasi Caesar.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang secara alami terdapat sepanjang saluran cerna kita, dengan mayoritas berupa bakteria dan ragi. Berbagai penelitian menemukan bahwa jumlah mikroorganisme yang terdapat di seluruh tubuh kita sepuluh kali lipat lebih banyak daripada jumlah sel tubuh kita. Apa saja fungsi probiotik ini? Probiotik dapat membantu menghentikan diare akibat infeksi maupun antibiotik, mencegah keluhan sembelit, membantu mengatasi irritable bowel syndrome dan inflammatory bowel disease. Selama kehamilan, mikroorganisme yang mempengaruhi kesehatan bayi bukan hanya ditentukan oleh probiotik dalam saluran cerna ibu, namun juga pada probiotik yang berasal dari kulit, vagina dan ASI.  Walaupun saat ini mekanisme transfer probiotik dari ibu ke bayi ini masih diperdebatkan (apakah terjadi selama janin masih berada dalam kandungan atau setelah bayi dilahirkan), namun periode kehamilan adalah saat pertama probiotik ibu dapat mempengaruhi imunitas janin.

Mikroorganisme dari Ibu akan diberikan kepada bayi melalui proses kelahiran, air susu ibu (ASI), dan nantinya dari jenis makanan yang diberikan selama tumbuh kembang.

Probiotik yang berada dalam saluran cerna berhubungan dengan sistem imun. Probiotik bersifat anti-inflamasi atau anti radang dan mendukung sistem imun dalam kehamilan. Suplementasi probiotik selama kehamilan juga meningkatkan sel-sel imun dalam ASI, sehingga sel imun ini akan diturunkan kepada bayi, dan membentuk koloni bakteri baik dalam sistem pencernaan bayi tersebut. Dalam sebuah penelitian awal, probiotik yang dikonsumsi ibu hamil berhubungan dengan penurunan risiko pre-eklampsia dan kelahiran bayi prematur.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa probiotik mungkin aman selama kehamilan dan dapat dikonsumsi karena memberikan manfaat yang banyak sekali bagi ibu hamil dan bayi selama di masa kandungan.

Semoga artikel ini bermanfaat, ya, Keluarga Kejora. Salam sehat selalu!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *