oleh dr. Kristina Joy Herlambang, M.Gizi, Sp.GK, FINEM

Dokter Spesialis Gizi Klinik

 

Halo, Keluarga Kejora!

Sekilas tentang Kolesterol Darah…

Kolesterol adalah salah satu jenis lemak yang diproduksi secara alami oleh organ hati, yang juga bisa didapatkan dari makanan. Kolesterol sebetulnya sangat penting dan berfungsi untuk pembentukan sel-sel sehat, vitamin, juga hormon.

Dalam bahasa sehari-hari, “kolesterol tinggi” seringkali dianggap sama dengan total kolesterol jahat (LDL) yang tinggi. Kita harus ingat, angka total kolesterol hanya memberikan gambaran sekilas mengenai kadar kolesterol darah, yang merupakan gabungan kadar kolesterol yang baik dan kolesterol jahat.

Saya pernah mendengar ada kolesterol jahat dan kolesterol baik…

Betul, kolesterol total terdiri dari high-density lipoprotein (HDL), low-density lipoprotein (LDL), dan trigliserida (Tg). Kolesterol HDL seringkali disebut juga sebagai kolesterol baik, sedangkan LDL seringkali disebut sebagai kolesterol jahat.

Selain memperhatikan jumlah kolesterol total, kita juga harus memperhatikan rasio antara kolesterol HDL, LDL, dan Tg. Kadar kolesterol jahat yang terlalu tinggi dengan kadar kolesterol baik yg terlalu rendah dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Benarkah hiperkolesterolemia bisa terjadi pada anak-anak?

Ya, benar.

Penyebab kadar kolesterol LDL dan trigliserida yang tinggi pada anak seringkali disebabkan oleh  faktor keturunan dan pola hidup yang tidak sehat. Misalnya, kebiasaan jajan makanan dan minuman berkalori tinggi dan mengandung gula dan lemak jenuh berlebihan seperti es krim, bobba milk tea, es krim, jus kemasan dengan kadar gula tinggi, makanan-makanan yang digoreng (terutama deep-fry), keripik, makanan hasil olahan dalam kemasan dengan pengawet, sosis dan kentang goreng, keju dan saus keju, cokelat, dll. Kurangnya aktivitas fisik juga dapat menurunkan kadar HDL.

Walaupun jarang terjadi, kondisi hiperkolesterolemia familial pada anak dapat terjadi dan menyebabkan proses penyumbatan pembuluh darah sejak dini.

Apa saja tanda dan gejala Hiperkolesterolemia pada Anak?

Tidak ada tanda atau gejala khusus yang menentukan kadar kolesterol tinggi pada anak.

Pemeriksaan kadar kolesterol darah pada anak direkomendasikan jika mengalami obesitas, riwayat kolesterol tinggi pada keluarga, atau menderita penyakit tertentu seperti penyakit diabetes dan penyakit ginjal.

Skrining kadar kolesterol pertama kali pada anak dapat dilakukan sejak anak berusia 9-11 tahun, dan diulang setiap 5 tahun sekali. Pemeriksaan ini bahkan bisa dilakukan sejak berusia 2 tahun, jika ada indikasi tertentu seperti obesitas, riwayat kadar kolesterol, riwayat penyakit jantung, dan riwayat stroke dalam keluarga.

Kadar kolesterol normal pada anak sedikit berbeda dengan orang dewasa.

Kategori Kadar yang dapat diterima (mg/dl) Borderline (mg/dl) Tinggi (mg/dl)
Total kolesterol < 170 170-199 ³ 200
LDL < 110 110-129 ³ 130
Trigliserida      
0-9 th < 75 75-99 ³ 100
10-19 th < 90 90-129 ³ 130
HDL > 45 40-45 < 40

 

 

Bagaimana cara untuk menurunkan kolesterol?

Tentu saja dengan menjaga asupan makanan kita. Makanan mempengaruhi kadar kolesterol darah melalui berbagai cara: beberapa jenis makanan dapat meningkatkan serat larut (oat, buah apel, buah pir, buah strawberry, alpukat, kacang merah, terong, chia seeds, psyllium husks, flax seeds, dll) yang akan mengikat kolesterol dan dibuang melalui saluran pencernaan; jenis makanan lain yang kaya lemak tidak jenuh (contoh: biji bunga matahari, kacang walnut, kacang almond, kacang pine, kacang brazil, wijen, kacang kedelai) yang dapat menurunkan LDL; juga beberapa jenis makanan yang mengandung plant sterol dan stanol yang akan mencegah tubuh menyerap kolesterol yang berlebihan. Ikan yang berlemak mengandung lemak Omega-3 yang dapat menurunkan LDL dan trigliserida dalam darah. Mengonsumsi ikan 2-3 kali dalam seminggu untuk menggantikan konsumsi daging merah dianjurkan.

Tentu saja, mengonsumsi makanan yang sehat ini harus dibarengi dengan mengurangi asupan makanan tinggi kalori, gula, dan lemak. Pemantauan berat badan yang teratur dan meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari juga sangat bermanfaat dalam menjaga kadar kolesterol darah yang optimal. Ingat, penggunaan suplemen dan obat-obatan pengontrol kadar kolesterol darah pada anak harus digunakan dalam pengawasan dokter, ya.

Editor: drg. Valeria Widita W

Referensi

Journal of Pediatric Health Care. 2019. Clinical Practice Recommendations for Pediatric Dyslipidemia.
American College of Cardiology. 2015. Pediatric Familial Hypercholesterolemia.
Medline Plus. National Institutes of Health, U.S. National Library of Medicine. High Cholesterol In Children and Teens.
Harvard Health Publishing. 2009. 11 Food That Lower Cholesterol.
Gavin, M. L . Kids Health. 2013. Cholesterol.
Doheny, K. Everyday Health. 2017. High Cholesterol in Children? It’s All Too Common.
Iliades, C. Everyday Health. 2017. 8 Foods That Can Cause High Cholesterol.
Heart UK. Low Cholesterol Diets & High Cholesterol Foods.
Steinbaum, S. R . WebMD. 2018. HDL Cholesterol: The Good Cholesterol.
Robinson, J. WebMD. 2016. High Cholesterol In Children.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *