oleh dr. Ellen Wijaya, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

 

Halo Ayah dan Bunda Kejora!

Indonesia dan banyak negara di dunia sedang berjuang mengatasi pandemi COVID-19. Saat ini angka kejadian COVID-19 di Indonesia makin meningkat. Bagaimana sikap kita sebagai orang tua dalam menghadapi situasi ini? Tetap waspada, tidak panik dan melakukan langkah tepat adalah hal yang bijak. Oleh karena itu, mari kita ketahui fakta mengenai COVID-19 pada anak.

Apakah COVID-19?

Coronavirus Disease-2019 (COVID-19) adalah penyakit saluran napas yang disebabkan oleh virus corona jenis baru, yaitu Novel Corona Virus 2019 atau nama lainnya adalah SARS Coronavirus 2. Penyakit ini dilaporkan pertama kali di Wuhan, China pada akhir tahun 2019 dan dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO pada tanggal 11 Maret 2020. Pandemi merupakan kondisi suatu penyakit menyebar dengan cepat dan luas meliputi banyak negara di dunia.

Apakah COVID-19 dapat menyerang anak?

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 31 Maret 2020 terdapat total laporan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 1528 kasus dengan angka kematian sebanyak 136 kasus (8,9%), kasus sembuh 81 kasus (5,3%) dan kasus anak sebanyak 20 kasus (1,3%).

Angka kejadian anak yang lebih rendah daripada dewasa tentunya tetap memerlukan kewaspadaan orang tua karena anak bisa saja tidak bergejala sehingga dapat menjadi sumber penularan (karier) bagi orang lain.

Bagaimana gejala klinis COVID-19 pada anak?

Novel corona virus merupakan 1 dari ratusan jenis virus lainnya, seperti influenza virus, parainfluenza, adenovirus, rhinovirus, dan masih banyak lagi jenis virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran napas akut atau yang sering dikenal dengan ISPA pada anak. Tanda dan gejala COVID-19 pada anak sulit dibedakan dari penyakit saluran pernapasan akibat virus lainnya. Gejala dapat berupa batuk, pilek, demam seperti penyakit common cold atau selesma yang umumnya bersifat ringan dan akan sembuh sendiri. Namun penyakit saluran pernapasan menjadi berbahaya apabila menyerang paru, yang mengakibatkan terjadinya radang paru atau yang disebut pneumonia. Kondisi ini ditandai dengan anak bernapas lebih cepat dan mengalami sesak napas.

Kapan harus membawa anak berobat ke dokter?

Bila anak sedang demam, batuk, pilek ringan, namun anak masih aktif dan asupan makan serta minum baik, sebaiknya tidak segera berkunjung ke fasilitas kesehatan. Namun jika terdapat tanda bahaya, seperti kesulitan bernapas yang ditandai dengan napas cepat dan sesak napas, anak lemas dan cenderung tidur, demam tinggi 39°C terus menerus selama tiga hari, kejang, tampak biru, asupan makan tidak baik, anak tidak dapat minum, buang air kecil berkurang, maka segera bawa anak ke fasilitas kesehatan. Jika ada kebingungan terkait COVID-19, maka Ayah dan Bunda Kejora dapat menghubungi petugas kesehatan melalui Hotline Center Corona Kementerian Kesehatan di nomor telepon 119 ext. 9.

Apakah vaksin penting diberikan pada anak di saat pandemi sedang berlangsung?

Saat ini belum ada vaksin untuk COVID-19. Namun kita tetap perlu melindungi Sang Buah Hati terhadap penyakit infeksi lainnya yang bisa dicegah dengan pemberian vaksin. Oleh karena imunisasi sebaiknya tetap diupayakan lengkap sesuai usia menurut jadwal rekomendasi yang berlaku. Imunisasi Hepatitis B (0), BCG, Polio (0), DTP+Hib+Hepatitis B (1) harus diberikan sesuai jadwal dan lebih baik jika dilengkapi dengan vaksin PCV serta influenza. Bila ragu dan ingin menunda pemberian imunisasi, sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatan lain dengan batas penundaan, yaitu 1 bulan.

Apakah yang dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap COVID-19?

Saya mengajak Ayah dan Bunda Kejora untuk selalu ingat menjalankan pola hidup bersih dan sehat agar Sang Buah Hati terhindar dari sakit.

Pola hidup bersih diantaranya dengan mengajarkan anak untuk selalu mencuci tangan dengan 7 langkah yang tepat, yaitu cuci tangan pada telapak tangan, punggung tangan, seluruh jari, sela jari, ibu jari, ujung kuku dan pergelangan tangan sebelum dan sesudah makan, bermain, ke toilet, dan lainnya. Ajarkan anak untuk mengetahui etika batuk dan bersin yang benar. Gunakan masker dengan cara yang tepat, terutama saat anak sedang mengalami batuk dan pilek. Kondisi pandemic COVID-19, tidak boleh membuat kita lupa dengan penyakit infeksi lain yang juga berbahaya. Oleh karena itu Ayah dan Bunda juga perlu ingat untuk pemberantasan nyamuk dan waspada demam dengue dengan program 3 M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang, menggunakan kelambu, memakai obat anti nyamuk, dan lainnya).

Pola hidup sehat dengan pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan dilanjutkan dengan pemberian makan bergizi dengan pola seimbang, minum air putih yang cukup, olah raga secara teratur, istirahat yang cukup (tidur pada anak berkisar 10 jam/ hari tergantung rentang usia anak) dan jangan lupa untuk melengkapi imunisasi pada anak sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan berdasarkan usia Sang Buah Hati.

Apakah anak perlu minum vitamin atau suplemen supaya tetap sehat?

Belum ada rekomendasi mengenai pemberian vitamin atau pun suplemen pada anak untuk mencegah COVID-19. Jadi hal yang terutama untuk menjaga anak tetap sehat adalah dengan pemberian nutrisi lengkap seimbang, istirahat yang cukup, aktivitas fisik sesuai usia, penerapan perilaku hidup bersih sehat, serta usaha pencegahan penularan infeksi. Suplemen berupa vitamin, seperti vitamin C,D dan zinc ditujukan untuk mengatasi kekurangan mikronutrien, jika asupan makanan tidak adekuat.

Bagaimana memutus rantai penyebaran COVID-19?

Ayah dan Bunda Kejora demi kesehatan anak kita dan juga keselamatan orang lain, mari berupaya putuskan rantai penyebaran COVID-19 dengan tetap berada di rumah. Kita tidak pernah tahu apakah orang yang kita jumpai di luar rumah sedang sakit COVID-19 atau tidak. Orang yang terlihat sehat atau tidak bergejala (asimptomatik), masih mungkin karier virus tersebut. Namun karena daya tahan tubuhnya baik, maka orang itu tidak menimbulkan gejala klinis sakit. Hal yang berbahaya jika seorang yang karier berkontak dengan orang yang daya tahan tubuhnya tidak baik sehingga orang yang kontak tersebut menjadi sakit dan bahkan ia pun menjadi sumber penularan untuk orang lain yang ada di sekitarnya terutama orang tua yang sudah lanjut usia. Oleh karena itu mari kita tetap di rumah dan jika sangat terpaksa harus melakukan suatu keperluan di luar rumah penting melakukan physical distancing atau pembatasan jarak fisik dengan menjaga jarak minimal 1-2 meter antar orang. Mengapa perlu ada jarak?Berdasarkan penelitian, jarak penyebaran virus melalui droplet (percikan batuk atau bersin yang mengandung virus) dapat terjadi antar orang dengan jarak terdekat yaitu 6 feet (1,8 meter).

Apa yang dapat dikerjakan selama berada di rumah?

Ayah dan Bunda Kejora, mari kita manfaatkan waktu yang ada di rumah untuk meningkatkan quality time antar anggota keluarga. Ayah dan Bunda tidak perlu memaksa anak untuk melakukan suatu aktivitas, namun ciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan supaya anak pun merasa betah dan tidak bosan di rumah. Libatkan anak dalam kegiatan rumah sesuai dengan kemampuan dan usia anak, misalnya saja membantu ibu mempersiapkan bahan masakan, merapikan kamar, melipat baju secara mandiri atau membantu ayah mencuci mobil. Ajak anak melakukan kegiatan yang meningkatkan kreativitas sesuai usianya, misalnya membuat hiasan dinding untuk kamar, mewarnai gambar, dan sebagainya. Isi waktu dengan kegiatan bermanfaat seperti membaca buku bersama dan damping anak jika ada tugas dari sekolah dengan metode pembelajaran jarak jauh (E-learning). Komunikasi jarak jauh dengan video call, zoom, atau pun media komunikasi lainnya bisa menjadi pilihan untuk melepas kangen dengan kakek, nenek serta sahabat lainnya. Jangan lupa beribadah bersama dengan anak di rumah dan mari kita selipkan doa bagi bangsa ini.

Ayah dan Bunda Kejora mari kita bersatu untuk dukung bangsa ini melawan COVID-19. Setiap langkah positif yang kita lakukan adalah bentuk kepedulian kita untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

Editor: drg. Saka Winias, M.Kes., Sp.PM

Referensi

https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/situation-reports/20200401-sitrep-72-covid-19.pdf?sfvrsn=3dd8971b_2

https://www.kemkes.go.id/

UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Panduan COVID-19 pada Anak. 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *