oleh dr. Arti Indira, M.Gizi. Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Halo Keluarga Kejora…

Saat ini kita sering sekali mendengar adanya makanan bebas gluten. Para influencer yang melakukan diet bebas gluten juga banyak yang memberikan testimonial bahwa tubuh menjadi terasa lebih sehat. Benarkah makanan bebas gluten itu lebih sehat? Apakah semua orang atau anak dapat mengikuti diet bebas gluten?

Apa itu gluten?

Gluten adalah protein yang ditemukan pada biji-bijian (grains) seperti gandum, rye, spelt dan barley. Protein utama pada gluten adalah glutenin dan gliadin. Gliadin inilah yang sering ditemukan pada masalah kesehatan.

Saat tepung terigu dicampurkan dengan air, protein gluten akan membentuk jaringan lengket dengan konsistensi seperti lem. Bentuk seperti lem tersebut yang membuat adonan elastis dan membuat roti mengembang ketika dipanggang dan juga enak dikunyah, memberikan tekstur empuk.

Bahan makanan bebas gluten yang berkembang dekade terakhir ini memiliki tingkat penjualan yang terus meroket. Penjualan makanan bebas gluten secara global diperkirakan mencapai $4,89 milyar pada tahun 2021, meningkat tajam dari $2,84 milyar pada tahun 2012. Peningkatan penjualan makanan bebas gluten ini terjadi bukan hanya karena banyaknya peningkatan konsumen yang memang membutuhkan diet bebas gluten, namun juga pada jumlah konsumen yang tidak membutuhkan diet bebas gluten, pembeli dengan alasan kesehatan, hingga trend yang juga meningkat.

Apakah semua orang dapat mengikuti diet bebas gluten?

Banyak sekali orang menerapkan diet bebas gluten untuk dirinya dan bahkan anaknya. Makanan bebas gluten memang aman untuk dimakan, tapi bukan berarti memiliki nilai kalori yang rendah. Banyak makanan dan snack bebas gluten memiliki kalori dan lemak yang tinggi. Selain itu, makanan ini seringkali juga tidak diperkaya dengan vitamin dan mineral. Sehingga, seseorang yang melakukan diet bebas gluten tanpa diawasi dokter gizi klinik tentunya akan meningkastkan risiko orang tersebut tidak mendapatkan beberapa zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Makanan bebas gluten seringkali rendah zat besi,kalsium, zinc, vitamin B12, folat dan juga serat.

Siapa saja yang membutuhkan diet bebas gluten?

Terdapat beberapa kondisi yang memerlukan diet bebas gluten yaitu:

  • Penyakit seliak (celiac disease)

Merupakan reaksi autoimun terhadap gluten. Diagnosis penyakit seliak dilakukan oleh dokter melalui serangkaian pemeriksaan mulai dari riwayat medis, pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan darah atau biopsi. Anak-anak biasanya terdiagnosis penyakit seliak usia 6 bulan–2 tahun pada saat mulai MPASI mencoba makanan yang mengandung gluten. Gejala penyakit seliak tersering adalah diare, penurunan selera makan, sakit perut dan kembung, pertumbuhan terganggu, dan berat badan turun. Terapi satu-satunya untuk penyakit seliak adalah diet bebas gluten secara ketat.

  • Alergi gandum

Orang dengan alergi gandum memiliki reaksi imun terhadap protein di dalam gandum. Reaksi terhadap gandum tersebut dapat terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi gandum. Reaksi yang dapat dialami antara lain: mual, nyeri perut, gatal, bengkak pada bibir dan lidah, sulit bernafas atau anafilaksis. Orang dengan alergi gandum tidak dapat makan bahan makanan dari gandum tapi masih bisa mengonsumsi gluten dari bahan makanan selain gandum. Anak-anak dengan alergi gandum dapat mengalami perbaikan setelah dewasa, tapi satu-satunya yang harus dilakukan adalah diet bebas gandum.

  • Non-celiac gluten sensitivity

NCGS bukan merupakan respon autoimun (seperti penyakit seliak) ataupun bukan respon imun (seperti alergi gandum). Saat ini belum terdapat tes untuk menegakkan diagnosis sensitivitas gluten, namun dapat dilakukan pemeriksaan biopsy dan tes alergi untuk menyingkirkan diagnosis penyakit seliak atau alergi gandum. Selain itu, jika gejala yang dialami anak mengalami perbaikan setelah menjalani diet bebas gluten seringkali diagnosis sensitivitas gluten ditegakkan.

Bahan Makanan yang mengandung gluten

  • Makanan berbasis gandum seperti dedak gandum, tepung terigu, spelt, durum, kamut dan semolina
  • Jelai / barley
  • Gandum hitam/ rye
  • Triticale
  • Malt
  • Ragi

Di bawah ini adalah beberapa makanan yang mengandung bahan-bahan yang mengandung gluten:

  • Semua roti berbasis gandum.
  • Semua pasta berbasis gandum.
  • Kecuali berlabel bebas gluten.
  • Makanan panggang. Kue, muffin, pizza, remah roti dan kue kering.
  • Makanan ringan. Permen, bar muesli, kerupuk, makanan siap saji, kacang panggang, keripik rasa dan popcorn, pretzel.
  • Kecap asin, saus teriyaki, saus hoisin, bumbu, saus salad.
  • Bir, minuman beralkohol rasa.
  • Makanan lainnya. Couscous, kaldu (kecuali berlabel bebas gluten).

Cara termudah untuk menghindari gluten adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung bahan tunggal. Jika tidak, kita harus membaca label makanan dari sebagian besar makanan yang dibeli.

Oat sebenarnya merupakan bahan makanan bebas gluten secara alami. Namun, seringkali terkontaminasi dengan gluten, karena mungkin diproses di pabrik yang sama dengan makanan berbasis gandum.

Editor: dr. Kristina Joy Herlambang, M.Gizi, Sp.GK

Sumber

  1. Transparency Market Research. Gluten-free Food Products Market
    to reach US$4.89 bn by 2021; Driven by Rising Number of Celiac Disease Patients across the globe: TMR. 2017.
  2. Elliott C. The Nutritional Quality of Gluten-Free Pro- ducts for Children. 2018;142(2):e20180525

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *