Kenapa Kita Bisa Sariawan?

 

 

 

oleh drg. Eva Yuli Andari, MA

Dokter Gigi Umum, Master of Arts in Health Management, Planning, and Policy

Dalam satu tahun, Ayah dan Ibu berapa kali mengalami sariawan? Iklan di TV bilang, sariawan disebabkan karena panas dalam. Hmm… bener ngga ya? Coba kita cari tahu lebih banyak yuk biar tidak salah dalam mengobatinya.

Penyebab

Sariawan atau bahasa medisnya stomatitis aphtosa bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Diantaranya adalah:

  1. Trauma
    Sikat gigi yang terlalu keras, gigi yang tajam serta gesekan benda asing bisa membuat luka pada mulut kita.
  1. Kelelahan
    Kurangnya nutrisi dan vitamin bisa menyebabkan mulut mudah terkena sariawan lho.
  1. Penyakit Dalam
    Merasa sering sekali sariawan di mulut? Coba cek ke dokter/dokter gigimu! Sariawan merupakan salah satu ciri adanya penyakit pada tubuh kita.
  1. Hormonal
    Pada wanita, sariawan bisa terjadi pada saat pra-menstruasi. Hal ini disebabkan adanya penurunan hormon sehingga terjadi gangguan keseimbangan sel-sel di rongga mulut.

Cara menyembuhkan

Sariawan sebenarnya bisa sembuh sendiri dalam waktu kurang lebih 14 hari. Tapi daripada tersiksa menunggu 2 minggu, lebih baik diobati dengan obat kumur atau menggunakan krim yang diresepkan oleh dokter gigimu. Selain itu konsumsi makanan dan minuman yang baik bisa mempercepat penyembuhan sariawan.

Cara mencegah?

  • Minum air putih yang banyak
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur
  • Jaga pola hidup, jangan terlalu stress
  • Apabila disebabkan trauma, segera ke dokter gigi untuk menghilangkan penyebab

Sariawan yang lebih dari 2 minggu bisa jadi merupakan salah satu ciri penyakit yang lebih parah lho. Karena itu jangan segan periksa ke dokter gigi untuk penanganan yang lebih tepat. Always remember that healthy smile is a beautiful smile!

Diabetes Melitus pada Anak

 

 

 

oleh dr. Nessa Wulandari, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Kita semua umumnya sudah tahu penyakit diabetes melitus, namun tahukan ayah dan ibu bahwa anak-anak juga dapat terkena penyakit ini? Diabetes melitus tipe 1 paling sering terjadi pada anak dan remaja, disebabkan karena produksi insulin (hormon yang berfungsi menurunkan kadar gula darah) berkurang. Apabila ayah dan ibu menemukan gejala-gejala pada anak seperti sering buang air kecil (terutama di malam hari), sering haus, dan lapar/banyak makan, maka dapat dicurigai adanya diabetes. Segeralah berkonsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan diabetes yang dialami oleh ibu hamil. Ibu hamil dengan DMG dapat melahirkan bayi dengan ukuran lebih besar, mengalami proses persalinan sulit, serta memiliki anak dengan risiko diabetes di masa depan. Penting bagi ibu hamil dengan DMG untuk memantau ketat dan mengontrol kadar gula darah untuk mengurangi risiko-risiko tersebut.

Hipoglikemia atau gejala & tanda akibat rendahnya kadar gula darah di bawah nilai normal, merupakan komplikasi tersering dari diabetes. Setiap penderita diabetes berisiko mengalami hipoglikemia, penyebabnya konsumsi/pemakaian dosis obat diabetes berlebihan, makan dengan porsi kurang dari kebutuhan, frekuensi makan tidak teratur dalam sehari, berolahraga berat tanpa snack sebelumnya, serta konsumsi alkohol berlebihan. Gejala ringan berupa keringat dingin, gemetar, rasa lapar, gelisah; hingga berat seperti lemas, pandangan kabur, kehilangan kesadaran.

Bagaimana ayah dan ibu dapat mencegahnya? Kontrol kadar gula darah teratur, melakukan pengobatan diabetes yang tepat dan rutin sesuai anjuran dokter, konsumsi makanan komposisi seimbang dengan jadwal 6 kali sehari, dan latihan fisik yang sesuai dengan anjuran dokter. Jangan lupa untuk selalu membawa permen manis agar dapat langsung dikonsumsi apabila menemui gejala ringan hipoglikemia.

World Asthma Day 2018: Never too Early, Never too Late

 

 

 

oleh dr. Sunita

Dokter Umum

Halo Ayah Ibu! World Asthma Day  yang diperingati setiap tanggal 1 Mei mengangkat tema Never too Early, Never too Lateuntuk tahun 2018 ini, dengan maksud mengingatkan orang tua dan petugas kesehatan untuk kembali mengevaluasi gejala klinis dengan kemungkinan asma dan memastikan bahwa asma yang diderita terkontrol.

Asma merupakan salah satu penyakit kronis pada saluran nafas yang disebabkan oleh peradangan kronis pada saluran nafas, biasanya penyakit ini diderita sejak masa anak-anak. Asma merupakan penyakit yang muncul dalam bentuk episode atau serangan. Saat serangan asma, gejala yang diderita dapat berupa sesak nafas dan bunyi nafas mengi. Penyebab pasti asma belum diketahui, namun kombinasi dari faktor genetik atau keturunan dan lingkungan diduga menjadi penyebab terjadinya asma.

Kapan seorang anak perlu dicurigai menderita asma?

  • Jika terdapat riwayat keluarga dengan asma, terutama pada salah satu atau kedua orang tuanya.
  • Jika anak memiliki riwayat alergi
  • Jika anak mengalami mengi (suara yang dihasilkan ketika udara mengalir melalui saluran napas yang menyempit) saat mengalami batuk pilek

Dengan adanya hal tersebut, sebaiknya anak dievaluasi oleh Dokter apakah ada kemungkinan menderita asma atau tidak.

Pemicu serangan asma berbeda-beda pada setiap individu. Beberapa hal yang dapat memicu serangan asma antara lain:

  • Alergen, seperti tungau debu rumah pada karpet, tempat tidur, dsb; serbuk sari, dsb
  • Asap rokok
  • Polusi udara
  • Udara dingin
  • Pada beberapa orang, kondisi emosi yang berlebihan, seoerti: marah atau rasa cemas dapat memicu serangan asma. Hal yang sama juga dapat terjadi setelah aktivitas fisik yang berlebihan.

Hingga sekarang, pertanyaan apakah asma dapat disembuhkan masih dalam tahap penelitian. Hal yang lebih utama adalah memastikan asma terkontrol dengan menjauhkan alergen atau pemicu serangan asma dan menggunakan obat-obatan untuk mengontrol asma sehingga penderita asma dapat beraktivitas dengan nyaman dan memiliki kualitas hidup yang baik. Dengan mengontrol asma maka kita juga mencegah kondisi ini menjadi lebih berat lagi.