oleh dr. Devi Marischa Malik

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

 

Halo Ibu dan Ayah Kejora! Apakah Ibu pernah dengar cerita yang sempat gempar di sosial media tentang ibu yang tidak tau dia hamil sampai waktunya persalinan? Hmmm.. Hamil tapi tidak merasakannya? Mungkinkah?

Mungkin sulit untuk dipercayai, namun pada beberapa perempuan terkadang tanda dan gejala kehamilan bisa sangat tersamarkan sehingga ia tidak mengetahui bahwa dirinya hamil. Hal seperti ini terjadi pada beberapa perempuan dan keadaan ini disebut sebagai cryptic pregnancy atau kehamilan cryptic. Istilah ini juga seringkali dikaitkan dengan denied-pregnancy.

Cryptic menurut kamus Merriam-Webster berarti sesuatu yang bersifat tersembunyi atau tidak diketahui. Kehamilan jenis ini, secara mencengangkan terjadi cukup sering, yaitu 1 dari 475 kehamilan. Sang Ibu biasanya baru menyadari kehamilannya antara usia kehamilan 20 minggu hingga saat persalinan. Ya benar, sang Ibu baru mengetahui bahwa dirinya hamil saat persalinan! Pada salah satu jurnal juga disebutkan bahwa kehamilan ini terjadi pada 1 dari 2500 kehamilan pada “Dunia Barat Modern”. Mengejutkan bukan?!

Pada beberapa jurnal kedokteran didapatkan laporan kasus mengenai seorang perempuan yang mengeluh mengalami nyeri perut hebat dan setelah dilakukan pemeriksaan di IGD ternyata perempuan tersebut mengalami keadaan persalinan.

Penyebab Cryptic Pregnancy

Beberapa penyebab terjadinya cryptic pregnancy antara lain:

  1. Siklus haid tidak normal. Ibu sebelumnya telah memiliki siklus haid yang tidak normal, sehingga ia menjadi biasa saja saat dirinya tidak mengalami haid selama beberapa bulan.
  2. Ibu dalam fase peri-menopause. Pada beberapa wanita yang berada dalam fase peri-menopause (fase menjelang menopause) seringkali terjadi haid yang tidak teratur dan selama beberapa bulan tidak haid. Sehingga seringkali sang Ibu merasa baik-baik saja saat tidak haid. Bahkan pada perempuan dalam fase ini atau yang merasa “sudah tua” sudah memiliki pemikiran bahwa dirinya tidak mungkin hamil, sehingga kehamilan sama sekali tidak pernah dibayangkan oleh mereka.
  3. Tidak tampak tanda hamil. Ibu tidak mengalami mual muntah pada trimester awal, dan juga ia tidak mengalami pertumbuhan berat badan yang cukup berbeda selama kehamilan.
  4. Tidak terasa gerakan janin. Pada kasus seperti ini, bisa jadi persepsi seorang perempuan yang tidak menyangka dirinya hamil sehingga menyangka bahwa gerakan tersebut adalah gerakan saluran pencernaan biasa.

Apakah Cryptic Pregnancy Berbahaya?

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam kehamilan terjadi banyak perubahan pada Ibu dan janin, dimana kesejahteraan keduanya saling terhubung. Sehingga kegagalan untuk menyadari kehamilan akan memberi dampak buruk pada Ibu dan/atau janin, seperti berikut ini:

  1. Tidak dilakukan kunjungan antenatal secara baik. Hal ini dapat berakibat tidak diketahuinya beberapa komplikasi seperti berat janin kurang, air ketuban berkurang dan sebagainya.
  2. Tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium awal. Kondisi anemia, infeksi, dan sebagainya diketahui dapat mengakibatkan komplikasi pada kehamilan. Contohnya, infeksi saluran kemih pada ibu hamil dapat memicu terjadinya kontraksi yang jika dibiarkan dapat menimbulkan persalinan prematur.
  3. Tidak dilakukannya skrining terhadap Ibu, terutama hipertensi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya pre-eklampsia dan eklampsia
  4. Komplikasi pada bayi, seperti lahir prematur, berat lahir kecil (Kurang Masa Kehamilan/ KMK) hingga Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT).

Apa Yang Sebaiknya Dilakukan?

Pada Ibu yang masih dalam usia produktif perlu disadari bahwa kehamilan bisa terjadi kapanpun, bahkan saat Ibu dalam proteksi kontrasepsi. Ingat kan pembahasan sebelumnya mengenai alat kontrasepsi termasuk angka persentase kegagalannya? Berikut tips & trick untuk menghindari terjadinya cryptic pregnancy:

  1. Ketahui pola haid normal.
  2. Kenali tanda-tanda perubahan pada tubuh kita, misalnya mudah merasa lelah, nyeri pinggang, sering berkemih, atau rasa tidak nyaman pada daerah perut.
  3. Ibu yang dalam proteksi kontrasepsi dapat memeriksakan diri ke tenaga medis secara berkala, misalnya setiap 3 bulan, 6 bulan atau satu kali setahun.

Jadi, cryptic pregnancy itu benar bisa terjadi ya. Kenali tubuh kita dengan baik dan selalu waspada.

Editor: dr. Nurul Larasati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *