oleh dr. Sunita

Dokter Umum

Autisme dikenal sebagai salah satu gangguan perkembangan pada anak dimana anak memiliki keterbatasan komunikasi atau interaksi sosial, disertai dengan gangguan perilaku dengan kecenderungan melakukan gerakan berulang tanpa maksud yang jelas. Selain itu anak dengan autisme juga seringkali mengalami gangguan emosi dan kesulitan belajar. Sampai saat ini, belum ditemukan bukti yang jelas tentang penyebab gangguan perkembangan ini, namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa autisme dapat dipengaruhi oleh interaksi antara genetik dan lingkungannya.

Bagaimana mengenali anak dengan autisme?

Tanda yang ditemukan pada anak autisme sangat bervariasi karena gangguan ini memiliki spektrum yang cukup luas. Secara umum anak dengan autisme akan menghindari kontak mata, terkadang memperlihatkan ekspresi wajah yang tidak sesuai, dan melakukan gerakan yang berulang-ulang. Anak dengan autisme juga biasanya terkesan tidak peduli terhadap kondisi lingkungan atau teman di sekelilingnya.

Hingga saat ini belum ada obat untuk autisme, namun jika didiagnosis lebih dini dapat dilakukan beberapa hal (termasuk terapi wicara, terapi okupasi, dan lainnyall untuk membuat anak autisme lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Anak dengan autisme dapat mengenyam pendidikan di sekolah biasa (tergantung juga pada derajat keparahannya), namun gangguan interaksi sosialnya dan kemandiriannya biasanya tetap terlihat.

Banyak juga tokoh terkenal dunia yang sukses meskipun didiagnosa menderita autisme, di antaranya:

  1. Daryl Hannah
    Aktris Hollywood ini didiagnosa menderita autisme di usianya yang masih anak-anak sehingga menjadi korban bully oleh teman sebayanya. Ketika disarankan untuk diinstitusionalisasi, ibunya menolak. Terbukti bahwa kasih sayang dan dukungan ibunya membuatnya sukses pada saat ia beranjak dewasa.
  1. Temple Grandin
    Professor ilmu hewani yang kerap kali menjadi pembicara untuk autisme ini baru didiagnosa autisme ketika usianya beranjak 40 tahun. Sebelumnya, saat berusia 2 tahun, ia sempat didiagnosa menderita cedera otak, yang dianggap menjelaskan keterlambatan bicara yang dialaminya. Ia baru didiagnosanya autisme saat usianya beranjak 40 tahun, setelah adanya revisi diagnosa mengenai autisme dengan spektrumnya yang luas. Dukungan dan usaha Ibunya dalam membesarkan Temple Grandin membuatnya menjadi orang sukses seperti yang kita kenal sekarang. Ia pun menulis beberapa buku tentang autisme.

Anak autisme mungkin membutuhkan perlakukan khusus, namun dengan cara membesarkan, dukungan, dan kasih sayang dari orang sekitarnya, mereka pun dapat mencapai impiannya.

273total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *