oleh dr. Kristina Joy Herlambang, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Halo ayah dan ibu, kita akan membahasn penyakit Tuberkulosis (disingkat TB) pada anak. Anak yang mengidap TB umumnya karena tertular melalui kontak langsung dengan penderita TB positif dewasa. Anak dengan malnutrisi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami jenis TB yang berat seperti TB milier dan meningitis TB. Tingginya kasus TB anak sering diakibatkan karena penegakan diagnosis TB yang terlambat.

Gejala TB pada anak tidak khas seperti yang ditemukan pada orang dewasa. Pada anak, keluhan lesu, letih, dan penurunan BB seringkali merupakan gejala utama yang dapat ditemui; bukan batuk-batuk seperti yang seringkali ditemukan pada pasien dewasa.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mewaspadai TB pada anak:

  1. Kontak dengan penderita TB DEWASA
  2. Penurunan berat badan/status gizi anak berdasarkan kurva pertumbuhan
  3. Demam yang tidak diketahui penyebabnya
  4. Batuk lama (≥ 3minggu)
  5. Pembengkakan/pembesaran kelenjar limfe pada daerah leher, ketiak, lipatan paha
  6. Pembengkakan tulang/sendi lutut atau panggul; selain itu dapat dilakukan pemeriksaan uji Mantoux (melalui suntikan), pemeriksaan bakteri dari dahak, dan foto x-ray dada.

Jika ayah dan ibu mencurigai adanya TB, jangan lupa segera periksakan ke dokter yaa.

402total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *