oleh dr. Dyah Tjintya Sarika, SpM

Dokter Spesialis Mata

Halo keluarga Kejora… apa kabar nya? Kembali lagi ke topik Mata yaa…. Kali ini saya akan membahas perihal salah satu kegawatdaruratan pada mata yaitu trauma kimia pada mata. Meskipun insidensnya di dunia hanya sekitar 7-9.9%, namun trauma kimia ini membutuhkan pertolongan pertama yang cepat dan adekuat untuk mencegah risiko terjadinya kebutaan pada mata. Trauma kimia ini bisa terjadi di mana saja seperti di rumah, kantor, sekolah dan di kawasan industri walaupun pada banyak kepustakaan menyebutkan insidens di pabrik industri lebih tinggi dibandingkan di rumah, kantor maupun sekolah tapi harus tetap waspada ya ayah dan ibu Kejora apalagi bila masih punya bayi atau anak yang sedang suka menjelajah barang-barang di sekitar rumah atau kaum lanjut usia yang matanya sudah mengalami penurunan penglihatan. Yuk sekarang mari kita bahas tentang apa saja jenis-jenis trauma kimia, bagaimana tanda dan gejalanya serta apa pertolongan pertama yang harus segera dilakukan apabila terkena trauma kimia.

Apa itu TRAUMA KIMIA MATA?

Trauma kimia mata merupakan trauma (sengaja ataupun tidak disengaja) yang mengenai bola mata akibat paparan cairan kimia yang dapat mengakibatkan kerusakan struktur bola mata. Trauma kimia terbagi menjadi dua yaitu, trauma kimia asam (pH < 7) dan trauma kimia basa (pH > 7). Trauma kimia pada mata ini dapat merusak pada permukaan bola mata saja ataupun bisa sampai masuk ke dalam struktur lebih dalam. Tingkat keparahannya pada mata tergantung dari (1) jenis cairan kimia (asam atau basa), (2) jumlah cairan kimia yang terpapar, (3) durasi/berapa lama cairan kimia tersebut terpapar pada bola mata, dan (4) pH dari cairan kimia tersebut.

Bagaimana epidemiologi dari trauma kimia?

Beberapa kepustakaan melaporkan trauma kimia mata memiliki insidens sekitar 7-9.9% dari seluruh trauma pada mata. Trauma kimia basa ditemukan lebih banyak daripada trauma kimia asam. Sebagian besar trauma kimia terjadi pada kelompok usia dewasa muda antara 20-40 tahun dan laki-laki lebih banyak ditemukan dibandingkan perempuan. Rumah (kejadian trauma kimia mata sebesar 37%), pabrik-pabrik industri (kejadian trauma kimia mata sebesar 61%) dan area medan perang merupakan tempat-tempat yang memiliki risiko untuk terjadinya trauma kimia pada mata.

Apa saja jenis-jenis cairan kimia yang dapat mengakibatkan trauma kimia pada mata ?

Trauma kimia terbagi menjadi dua yaitu trauma kimia asam ( pH<7) dan trauma kimia basa ( ph>7).

Trauma kimia asam antara lain :

  1. Asam sulfat (H2SO4) : baterai mobil, pembuatan pupuk, pembuatan alumunium sulfat, dan banyak digunakan untuk menghilangkan karat pada industri otomotif
  2. Asam sulfit (H2SO3) : zat pemutih pakaian (bleaching)
  3. Asam flourida (HF) : zat pemoles kaca, semprotan aerosol, produksi silicon, dan zat untuk menghilangkan noda
  4. Asam asetat (CH3COOH) : asam cuka untuk konsumsi rumah tangga, pengawet makanan, digunakan pada industri tekstil, dan untuk pestisida, serta untuk pelarut tinta dan cat
  5. Asam klorida (HCl) : pembersih kerak rumah tangga (toilet & noda keramik kamar mandi), pengawetan baja, penghilang kerak / karat besi, pengolahan limbah dan air kolam renang, serta digunakan dalam pengawet makanan

Trauma kimia basa antara lain :

  1. Ammonia (NH3) : bahan pembersih alat perkakas rumah tangga, bahan dasar pembuatan bahan peledak, kertas, plastik, detergen, bahan pembuatan baterai, zat pendingin dan bahan bakar roket
  2. Kalium hidroksida (KOH) : bahan pembuatan sabun kalium, suplemen makanan ternak, bahan pembuatan garam kalium
  3. Natrium hidroksida (NaOH) : drain cleaner, bahan produksi sabun, deterjen, air minum, kertas dan tekstil
  4. Magnesium hidroksida (Mg(OH)2 ) : flame retardant, penetralisir asam lambung, pencahar, deodorant, dan senyawa yang digunakan dalam pasata gigi
  5. Kalsium hidroksida (Ca(OH)2 ) : bahan pengolahan limbah dan air tawar, untuk pestisida

Manakah yang lebih berat terkena trauma kimia asam atau basa pada mata ?

Pada saat terjadi trauma kimia asam, cairan asam akan berikatan dengan protein. Ikatan ini akan menyebabkan koagulasi protein. Proses koagulasi ini membentuk penahan/barrier untuk mencegah masuknya cairan asam tersebut ke organ mata lebih dalam sehingga pada trauma kimia asam efek yang terjadi hanya pada permukaan luar saja dan tidak seberat cairan basa kecuali pada asam flourida (HF) yang tetap bisa menembus masuk ke dalam mata.

Sementara cairan basa bersifat lipofilik dan proses penetrasi cairan basa sangat cepat masuk ke organ dalam bola mata dan membentuk kerusakan yang lebih berat melalui reaksi saponifikasi. Efek yang terjadi adalah dapat terjadi kekeruhan pada mata, peningkatan tekanan bola mata akut, peradangan berat, pembentukan jaringan parut yang mengakibatkan terjadinya risiko kebutaan yang permanen apabila tidak dilakukan tatalaksana segera.

Bagaimana tanda dan gejala dari trauma kimia pada mata ?

Tanda dan gejala yang dapat terjadi akibat trauma kimia antara lain:

  1. Mata terasa sakit, nyeri dan rasa terbakar
  2. Mata merah
  3. Mata berair
  4. Kelopak bengkak
  5. Pandangan buram
  6. Silau saat melihat cahaya (fotofobia)
  7. Sulit untuk membuka mata (Blefarospasme)

Trauma kimia pada mata memiliki 4 derajat yang berhubungan dengan tatalaksana yang diberikan dan prognosis ke depannya.

  • Derajat 1 : kerusakan minimal (kerusakan pada lapisan epitel kornea) , prognosis : sangat baik
  • Derajat 2 : Bagian kornea mengalami kekeruhan sebagian , prognosis : baik
  • Derajat 3 : Kerusakan epitel total, kekeruhan kornea yang lebih luas, bagian coklat mata/iris tidak terlalu jelas, prognosis : tidak pasti (guarded prognosis)
  • Derajat 4 : Kekeruhan kornea total, bagian coklat mata + pupil mata tidak dapat terlihat , prognosis : buruk

Bagaimana tatalaksana dari trauma kimia asam dan basa ?

  1. Bersihkan/siram (IRIGASI) mata dengan air bersih steril yang ada di sekitar kita selama kurang lebih 20-30 menit dengan tujuan membersihkan cairan kimia yang kontak dengan mata kita semaksimal mungkin.
  2. Apabila di rumah memiliki obat tetes antibiotik atau air mata buatan dapat diberikan selama perjalanan ke Instalasai Gawat Darurat (IGD)/dokter SpM
  3. HINDARI memberikan cairan lain selain air steril, tetes mata antibiotik dan tetes air mata buatan
  4. SEGERA bawa ke IGD Rumah sakit / dokter Spesialis Mata karena pada trauma kimia, waktu paparan merupakan hal yang sangat PENTING dan berhubungan erat dengan derajat keparahan, tatalaksana dan prognosisnya. Semakin lama/ditunda, kemungkinan risiko kerusakan pada mata akan semakin besar
  5. Dokter SpM akan melakukan
    1. Irigasi ulang dengan cairan steril yang memiliki osmolaritas tinggi atau larutan garam isotonik (normal saline, ringer lactate solution, Balance Salt Solution) ke seluruh permukaan bola mata selama kurang lebih 30 menit hingga didapatkan pH ideal yaitu sekitar 7 dan sebelumnya akan diberikan anti nyeri terlebih dahulu
    2. Pemeriksaan bola mata menyeluruh
    3. Pasien akan dianjurkan untuk dirawat apabila terkena trauma asam pada kedua mata atau trauma basa pada salah satu mata (sesuai dengan penjelesan di atas trauma kimia basa lebih parah dibandingkan trauma asam) = hal ini akan disesuaikan dengan derajat keparahan trauma kimia
    4. Antibiotik tetes
    5. Anti radang/nyeri tetes
    6. Sikloplegik tetes
    7. Vitamin C oral
    8. Tatalaksana lain / tindakan operasi disesuaikan dengan derajat trauma kimia (biasanya pada trauma kimia derajat 3 dan 4 membutuhkan tatalaksana khusus)

*Trauma kimia memiliki 3 fase penyembuhan (fase akut (0-7 hari paska trauma), fase pemulihan dini (7-21 hari paska trauma) dan fase pemulihan akhir (>21 hari)) sehingga pada trauma kimia derajat 1 dan 2 diharapkan untuk tetap kontrol 1 minggu paska trauma untuk dilihat perkembangannya meskipun tidak ada keluhan, sementara pada trauma kimia derajat 3 dan 4 waktu kontrol disesuaikan dengan tingkat keparahan mata.

Apa saja KOMPLIKASI dari trauma kimia ?

  • Menempelnya bagian kelopak mata dengan selaput bening mata àistilah : simblefaron
  • Lapisan bening mata/kornea menjadi rusak
  • Katarak akibat trauma
  • Kebutaan permanen pada mata yang lama kelamaan mata kita akan menjadi kecil dari ukuran normal

Bagaimana saran-saran agar tidak terjadi trauma kimia ??

  1. DILARANG / TIDAK BOLEH meletakkan cairan kimia rumah tangga (pembersih kamar mandi, pemutih pakaian ataupun cairan baterai mobil) yang mudah dijangkau oleh anak-anak
  2. Gunakan kacamata pelindung ataupun sarung tangan setiap menggunakan cairan kimia berbahaya
  3. Pelajari dengan baik tentang sifat-sifat dari senyawa kimia yang akan kita gunakan sebelum menggunakan cairan kimia tertentu agar dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat membahayakan diri kita
  4. Apabila secara tidak sengaja terkena cairan kimia àIRIGASI SEGERA!!! /siram mata kita dengan cairan bersih apapun yang ada di sekitar kita untuk menghilangkan cairan kimia secepat mungkin guna mencegah efek cairan kimia pada mata

Referensi :

  1. Sing P, Tyagi M, Kumar Y, Gupta K, Sharma P. Ocular Chemical Injuries and their management. Oman J Ophthalmol. 2013;6(2):83-6
  2. Adepoju FG, Adeboye A, Adigun IA. Chemical Eye Injuries : Presentation and Management difficulties. Annals of African Med. 2007;6(1):7-11
  3. Mishra BP, Mahapatra A, Kumar S, Naik C, Dany SS. Incidence and management of Chemical Injuries of eye. Journal of Medical Science and Clincial research. 2019; 7(6):807-12
  4. Trudo EW, Rimm W. Management of chemical injuries of the eye. Indian J Ophthalmol. 2014; 6:115-35
  5. Pfister RR. Chemical injuries of the eye. Ophthalmology. 1983; 90(10): 1246-53

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *