oleh drg. Eva Yuli Andari, MA

Dokter Gigi Umum, Master of Arts in Health Management, Planning, and Policy

Berbicara soal perawatan gigi tentu tidak lepas dari masalah pembiayaannya. Sudah bukan rahasia lagi kalau perawatan gigi itu cukup mahal harganya. Kenapa bisa mahal? Karena dalam perawatan gigi, terdapat alat dan bahan yang digunakan. Biasanya semakin bagus quality bahannya, semakin mahal harganya. Di jaman sekarang ini, perawatan gigi sebenarnya dapat lebih terjangkau dengan adanya BPJS. Namun tentu saja, semua pilihan ada plus-minusnya. Memang menggunakan fasilitas BPJS cukup mengirit biaya perawatan gigi, hanya saja, untuk beberapa kasus tertentu, perawatan gigi dengan BPJS harus melewati alur-alur fasilitas kesehatan tertentu yang cukup memakan waktu dan tenaga (sistem rujukan). Karena itu pada akhirnya beberapa keluarga memutuskan untuk lebih memilih perawatan swasta yang lebih cepat dan ringkas dari segi antrian. Nah di artikel kali ini, Kejora mau membahas tips and trick dalam merencanakan pembiayaan perawatan gigi anak untuk keluarga sehat Kejora. Yuk kita mulai!

PERAWATAN PREVENTIF (PENCEGAHAN)

Pastinya keluarga Kejora sudah familiar dong dengan istilah “mencegah lebih baik daripada mengobati”? Nah di dunia kesehatan gigi, ini betul sekali! Seperti sudah dibahas di artikel sebelumnya, membawa anak ke dokter gigi sebaiknya dimulai dari sejak gigi anak pertama keluar atau setahun pertama usia anak kita. Selain baik untuk menjaga agar giginya tetap sehat hingga dewasa nanti, tentunya hal ini juga menghemat biaya lho!
Mending mana, keluar biaya sekitar dibawah 500 ribu per 6 bulan untuk biaya konsultasi (atau bahkan gratis bila menggunakan BPJS) dibanding membayar biaya perawatan disaat giginya keburu berlubang? Tentu pilih pencegahan kan, keluarga Kejora?

PERAWATAN KURATIF (PENGOBATAN)

Merasa telat membaca artikel ini karena keburu gigi anaknya sudah pada berlubang semuanya? Hmm… sedih sih, tapi jangan khawatir karena kita bisa cari solusinya bersama-sama! Apabila gigi anak sudah keburu rusak banyak, inilah langkah-langkah yang harus keluarga Kejora lakukan:

  1. Datang periksa ke dokter gigi untuk melakukan medical check up
  2. Minta dokter gigi anda untuk membuatkan daftar kasus beserta perkiraan biaya perawatannya hingga selesai
  3. Cek sumber pembiayaan kesehatan gigi keluarga anda! Apakah ditanggung kantor? Asuransi? Pribadi? Ataukah BPJS?
  4. Apabila ditanggung kantor/asuransi, cek limit yang anda punya untuk memperkirakan berapa biaya tambahan yang kira-kira akan anda keluarkan untuk perawatan ini
  5. Apabila mempunyai budget yang sangat terbatas (dan juga waktu yang terbatas), kombinasikan antara perawatan yang bisa dilakukan di klinik BPJS dengan perawatan yang ingin dilakukan di klinik swasta

Nah dari tips di atas, biasanya akan muncul pertanyaan selanjutnya, emang apa sih bedanya perawatan di klinik BPJS dengan non-BPJS (swasta)?

Begini Mom, Dad, sesuai dengan peraturan dari pihak BPJS, perawatan yang bisa dilakukan di klinik BPJS hanya boleh 1 perawatan per 1 kali kunjungan. Jadi kalau giginya bolong 4, ya harus 4 kali bolak-balik. Selain itu, untuk beberapa pilihan perawatan, biasanya harus dirujuk ke rumah sakit sehingga harus juga bolak balik untuk minta rujukan dari faskes 1 perawatan, ke rumah sakit yang dituju. Bagi anda yang waktunya terbatas, tentu ini menghabiskan waktu dan tenaga, sehingga perawatan di klinik swasta menjadi pilihan yang lebih baik. Namun tentu saja akan ada biaya tambahan yang dikeluarkan apabila tidak menggunakan BPJS.

Jadi begitulah tips dari Kejora bagi keluarga Kejora yang ingin melakukan perencanaan pembiayaan perawatan gigi buah hatinya. Semoga berguna ya!

194total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *