oleh Nurhuzaifah Amini M.Psi., Psikolog

Psikolog

Hai, Ayah dan Ibu Kejora!

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya lahir dan tumbuh dengan kondisi fisik dan mental yang sehat. Hal tersebut membuat banyak orangtua sangat menjaga kondisi kesehatannya ketika sedang mengandung hingga mengusahakan untuk memberi nutrisi dan asupan yang sehat selama anak proses pertumbuhan. Namun, dalam kondisi tertentu beberapa anak terlahir atau tumbuh dengan kondisi kesehatan yang tidak cukup baik.

Tidak banyak orang tua yang bisa menerima dengan lapang dada ketika mengetahui anaknya mengalami sakit tertentu. Rasa khawatir, cemas, takut dan stres merupakan respon yang paling sering ditunjukkan oleh orangtua dalam masa-masa adaptasi. Perlu dipahami bahwa hal tersebut sangat wajar dirasakan oleh orangtua karena berpikir tentang banyak hal terkait masa depan anak. Selain itu, melihat anak yang perlu berjuang dan mengikuti prosedur medis tentu bukanlah yang mudah untuk dihadapi. Hal ini dapat meningkatkan rasa sakit bagi orang tua, terutama jika anaknya kesakitan karena harus menjalani pengobatan, operasi, suntikan dan perawatan lainnya.

Kondisi mental orangtua sangat mempengaruhi respon anak dalam menghadapi penyakitnya. Kesejahteraan psikologis orangtua dan kesehatan anak sama-sama penting untuk diutamakan. Oleh karena itu, orangtua juga perlu belajar mengelola emosi mereka selama mendampingi anak.

  1. Sadari dan terima reaksi yang muncul ketika merasa tidak nyaman tanpa berusaha menghakimi.
  2. Identifikasi kebutuhan dari setiap emosi yang dirasakan, misalnya merasa capek artinya butuh istirahat.
  3. Berikan pemahaman terhadap diri bahwa kondisi panik tidak akan membawa dampak baik terutama bagi anak.
  4. Luangkan juga waktu untuk mengurus diri sendiri, baik secara fisik maupun mental seperti makan dengan baik, berolahraga, dan tetap terhubung dengan hobi atau minat lain untuk membantu mengendalikan stres.
  5. Minta dukungan secara emosional dari orang terdekat seperti pasangan, orangtua atau sahabat,

Ketika mengetahui anak mengalami penyakit yang serius, ada beberapa hal yang bisa Ayah dan Bunda lakukan untuk anak, diantaranya:

  1. Periksakan secara rutin ke dokter. Hal ini dilakukan agar si kecil mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Selain itu, orangtua juga jadi lebih memahami kondisi anak serta batasan yang perlu diperhatikan selama mendampingi anak.
  2. Komunikasikan kondisi si kecil sesuai dengan tingkat pemahamannya. Bicara secara terbuka kondisi anak agar anak juga bisa memahami hal yang terjad. Pastikan membagikan informasi yang sesuai dengan usia. Jangan memberikan terlalu banyak informasi, tapi juga jangan berusaha menyembunyikan fakta.
  3. Empati dengan kondisi anak. Dalam menjalani pemulihan, mungkin akan banyak dinamika yang terjadi seperti tantrum, anak menolak untuk minum obat, kontrol ke dokter dan berbagai macam kendala lainya. Coba untuk pahami perasaan dan kebutuhan anak serta tidak menghakiminya. Anak perlu untuk tetap diperlakukan baik meski melakukan kesalahan.
  4. Berikan anak ruang untuk mengekspresikan emosinya. Kondisi anak yang sedang tidak sehat tidak berarti mereka jadi tidak perlu menikmati masa kanak-kanaknya. Si kecil tetap perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan mereka dengan tepat. Misalnya, diberi waktu khusus setiap hari untuk berbicara atau membuat jurnal tentang perasaan mereka. Ketika seorang anak sakit, orang tua seringkali cenderung bersikap overprotektif. Sebisa mungkin, usahakan untuk mempertahankan rutinitas keluarga yang sama dengan yang sudah lakukan sebelum anak
  5. Berikan apresiasi pada setiap usaha anak. Segala hal yang dilakukan anak terutama dalam proses pemulihan membutuhkan usaha dan energi anak. Oleh karena itu, tetap berikan apresiasi agar si kecil semakin bisa diajak bekerja sama setiap harinya untuk membantu proses pemulihannya.
  6. Minta bantuan dari orang-orang terdekat. Seringkali dalam kondisi yang panik karena anak sakit, orangtua merasa harus menyelesaikan sendiri masalah anak. Padahal dalam kondisi seperti ini, orangtua juga rentan mengalami gangguan kesehatan. Hal ini membuat bantuan dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan untuk membantu proses pendampingan dan pemulihan si kecil seperti melibatkan kakek, nenek, pengasuh bayi, maupun pihak sekolah.

Editor: drg. Valeria Widita W

Sumber :

https://www.aboutkidshealth.ca/article?contentid=1138&language=english
https://www.nidirect.gov.uk/articles/caring-sick-child
https://www.apa.org/topics/chronic-illness/child
http://robingoldstein.net/articles/parenting-how-to-cope-with-a-sick-child/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *