Mencegah Infeksi corona, Hindari Kelirumologi Disinfektan!

 

 

 

 

oleh dr. Yulianto Santoso Kurniawan, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Halo Ayah dan Ibu,

Saat ini infeksi virus corona menjadi ancaman bagi kita semua. Virus corona dapat bertahan sampai dengan 72 jam di permukaan dan untuk membasminya diperlukan upaya pembersihan. Namun banyak orang yang menjadi terlalu khawatir dengan hal tersebut sehingga menggunakan disinfektan secara berlebihan dan melupakan prinsip utama pencegahan infeksi virus corona.

Virus corona ditularkan melalui droplet atau percikan udara pernapasan, percikan tersebut akan jatuh sesuai gaya gravitasi sejauh 1-2 meter. Untuk itu pencegahan yang utama adalah:

    1. Mencegah percikan droplet
      1. Gunakan masker jika sakit
      2. Tutup mulut dan hidung saat bersin dan/atau batuk dengan tangan, siku bagian dalam atau tisu
      3. Jaga jarak >1 meter dengan orang lain
      4. Hindari bertemu dengan orang lain jika tidak diperlukan
    2. Cegah penularan melalui perantaraan tangan
      1. Tidak bersalaman
      2. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik setelah terkena percikan batuk/bersin atau dengan bahan dasar alkohol >60%
    3. Bersihkan lingkungan, terutama permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu, meja, tombol saklar lampu, dan pegangan tangga

Kapan kita perlu menggunakan disinfektan?

Kita gunakan disinfektan bila ada kemungkinan kita sudah terpapar oleh orang yang sakit/terinfeksi virus corona. Bila ada kemungkinan telah kontak dengan virus corona, bersihkan rumah dengan cara:

  • Bersihkan dengan cara kering (sapu, lap dengan bahan microfiber) untuk membersihkan bahan yang ringan
  • Bersihkan permukaan dengan cara basah, menggunakan air hangat dan detergen. Bersihkan dengan menggosok untuk menghilangkan cairan tubuh atau kotoran yang menempel
  • Bilas dengan air bersih
  • Biarkan kering
  • Bersihkan dengan larutan disinfektan dengan konsentrasi yang sesuai, dan waktu kontak (biarkan tetap basah untuk waktu tertentu untuk membunuh bakteri/virus) umumnya 5-10 menit.
  • Bilas kembali dengan air bersihKita gunakan disinfektan bila ada kemungkinan kita sudah terpapar oleh orang yang sakit/terinfeksi virus corona.  Bila ada kemungkinan telah kontak dengan virus corona, bersihkan rumah dengan cara:

Bahan disinfektan yang dapat digunakan adalah klorin dengan konsentrasi 0,1% (1 bagian klorin 5,25% diencerkan 49 bagian air – 1 mL klorin 5,25% ditambah 49 mL air). Sementara untuk bahan yang berpori (misalnya, karpet) dapat dilakukan pencucian dengan suhu 60-70 derajat Celsius.

Tidak ada rekomendasi yang menyatakan penyemprotan dengan disinfektan kepada manusia atau jalanan akan efektif mencegah penularan virus corona.

Untuk menjaga agar keluarga kita tetap sehat maka kembali kepada pencegahan utama: memakai masker, tutup mulut dan hidung saat batuk, cuci tangan setelah kontak dengan batuk dan sebelum memegang mata/hidung/mulut, jaga jarak 1-2 meter,hindari keluar atau berkerumun bila tidak diperlukan, serta bersihkan ruangan secara teratur.

Semoga kita selalu sehat ya!

Editor: dr. Sunita

Sumber:

https://www.aaha.org/aaha-guidelines/infection-control-configuration/protocols/cleaning-and-disinfection2

https://www.nea.gov.sg/our-services/public-cleanliness/environmental-cleaning-guidelines/guidelines/guidelines-for-environmental-cleaning-and-disinfection

 

Disinfeksi

 

 

 

 

oleh dr. Sunita

Dokter Umum

 

Halo, Keluarga Kejora! Di masa pandemi COVID-19 seperti ini, tetap tinggal di rumah merupakan salah satu pilihan terbaik untuk dilakukan. Tentu Ayah dan Ibu juga tau bahwa kebersihan rumah merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Oleh karena itu, Kejora ingin berbagi informasi dan tips mengenai disinfeksi.

 

Disinfeksi merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mengurangi atau membasmi mikroorganisme pathogen pada benda tidak bergerak. Diharapkan proses disinfeksi ini dapat menurunkan risiko penyebaran infeksi. Disinfeksi berbeda dengan sterilisasi. Sterilisasi dimaksudkan untuk membasmi semua mikrooganisme dan biasanya dilakukan pada peralatan dan fasilitas kesehatan. Disinfeksi rumah tangga dilakukan pada permukaan datar (misalnya pada lantai, dinding, perabot rumah tangga, pegangan pintu, dsb), permukaan lunak atau berpori (misalnya tirai, karpet, dsb), dan pakaian.

 

Untuk melakukan disinfeksi permukaan datar, beberapa larutan yang umum digunakan, antara lain:

  • Pemutih (larutkan 1 Liter air dengan 2 sendok makan)
  • Karbol (larutkan 1 Liter air dengan 1 sendok makan)
  • Pembersih lantai (larutkan 5 Liter air dengan 1 tutup botol)

 

Dalam melakukan disinfeksi permukaan datar, sebaiknya digunakan sarung tangan, masker, ataupun pelindung kaki (seperti sepatu boot). Disinfeksi dilakukan dengan pengelapan kain mikrofiber yang direndam larutan disinfektan. Cara lain yang dapat digunakan untuk melakukan disinfeksi adalah dengan menggunakan cairan yang disemprotkan ke tisu berlapis atau kain. Lakukan pengelapan dengan gerakan zig zag atau memutar dari tengah keluar. Biarkan permukaan hingga kering. Proses disinfeksi ini dapat dilakukan 2 kali sehari.

 

Mainan anak juga sebaiknya kebih sering dibersihkan. Larutan yang dapat digunakan untuk membersihkan mainan anak adalah larutan pemutih (larutkan 1 Liter air dengan 2 sendok makan) atau alkohol dengan kadar 70%. Ini terutama untuk mainan yang sering disentuh. Gunakan kain lap atau tisu berlapis untuk membersihkan dan biarkan hingga kering.

 

Untuk karpet, tirai, atau boneka anak, gunakan larutan pembersih yang sesuai yang tersedia di pasaran. Disinfeksi dilakukan dengan mencucinya dengan air yang paling hangat, dengan tetap memperhatikan instruksi cuci dari pabrik. Hal yang sama juga disarankan untuk proses disinfeksi pakaian. Gunakan deterjen yang sesuai dan air yang paling hangat sesuai dengan instruksi pencucian yang tertera pada pakaian. Selain itu, sebaiknya pakaian kotor tidak diaduk dengan tujuan meminimalisir kemungkinan penyebaran virus melalui udara. Jika ada anggota keluarga yang sakit, maka pakaiannya sebaiknya dicuci secara terpisah. Keranjang dan tas pakaian juga jangan lupa untuk dibersihkan dengan cara disinfeksi untuk permukaan datar. Setelah melakukan disinfeksi, jangan lupa juga untuk melepaskan alat pelindung dan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

 

Jangan lupa untuk melakukan disinfeksi pada barang pribadi, seperti telepon genggam dan laptop ya, Ayah dan Ibu! Disinfeksi dapat dilakukan dengan pembersih khusus yang dijual di pasaran.

 

Semoga tips disinfeksi di atas bermanfaat dan semakin menjauhkan kita dari infeksi COVID-19. Sehat selalu, Keluarga Kejora!

 

Sumber:

https://www.cdc.gov/infectioncontrol/guidelines/disinfection/introduction.html

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/cleaning-disinfection.html

Panduan Disinfeksi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/key-messages-and-actions-for-covid-19-prevention-and-control-in-schools-march-2020.pdf?sfvrsn=baf81d52_4

 

 

 

 

Kenalkan dan Ajarkan 5 Bahasa Kasih Bagi Si Kecil di Hari Kasih Sayang


 

 

 

oleh Anita Carolina, S.Psi, M.Psi.

Psikolog

 

Hallo Keluarga Sehat Kejora Indonesia!
Bulan Februari merupakan bulan penuh kasih sayang karena kita merayakan Valentine. Valentine adalah momen yang berkesan bagi para pasangan kekasih untuk saling mengungkapkan cinta. Ayah dan Bunda juga bisa ikut merayakan hari kasih sayang ini bersama keluarga.

Ayah dan Bunda bisa mengungkapkan kasih sayang kita bagi si kecil dengan berbagai cara. Dr. Gary Chapman dalam bukunya, The 5 Love Languages merumuskan 5 bahasa kasih. Dengan memberikan anak bahasa kasih, anak akan merasa dicintai oleh orangtuanya. Seperti tangki, kasih sayang kita pada anak perlu terus diisi sehingga kebutuhan anak kita akan kasih sayang dapat terpenuhi. Yuk Kenali 5 bahasa kasih yang bisa Ayah dan Bunda berikan dan ajarkan bagi si kecil!

5 Bahasa Kasih (5 Love Languages):
1. Touch (Sentuhan Fisik)
Sentuhan fisik merupakan bahasa cinta yang paling mudah diterapkan oleh Ayah dan Bunda dan akan langsung dirasakan oleh si kecil. Contoh sentuhan fisik kepada anak: memberi pelukan hangat, ciuman, usapan, belaian lembut di rambut dan punggung, tepukan ringan di punggung / lengan, dan bergandengan tangan.

2. Word of Affirmation (Kata-kata Cinta)
Word of affirmation merupakan cara penyampaian kasih melalui kata-kata positif dan dipenuhi kasih sayang kepada anak. Kata-kata yang positif dalam membuat self-esteem anak meningkat. Jangan lupa, untuk memberikan kata-kata cinta dengan nada dan suara yang lembut ya, Ayah dan Bunda. Contoh word affirmation yang bisa diberikan pada si kecil:
• Kata-kata penuh kasih: “Mama sayang kamu”; “Papa peduli padamu”
• Kata-kata yang memotivasi anak: “Ayah dan Bunda bangga padamu”; “Ayah yakin kamu pasti bisa”
• Kata-kata pujian:“Wah kamu pintar!”

3. Quality Time (Waktu Berkualitas)
Waktu berkualitas adalah waktu kebersamaan dimana Ayah dan Bunda memperhatikan si kecil secara penuh. Sesibuk apa pun Ayah dan Bunda, jangan lupa untuk memberikan waktu berkualitas bagi si kecil supaya si kecil merasa bahwa kita ada untuk mereka. Contoh quality time bersama si kecil: makan bersama anak, belajar bersama, bermain bersama, berbincang dan bercerita bersama anak.

4. Gift (Hadiah)
Gift merupakan bahasa kasih dengan memberikan hadiah sebagai ungkapan kasih sayang Ayah dan Bunda untuk si kecil. Ketika memberikan hadiah bagi si kecil, berikut tips yang bisa Ayah dan Bunda lakukan:
• Memberi barang yang dibutuhkan anak
• Memberi barang hasil karya sendiri, misalnya membuatkan anak mainan
•Yang penting bukanlah seberapa mahal hadiah yang diberikan. Tapi, seberapa tulus pemberian hadiah tersebut.

5. Act of Service (Tindakan Membantu / Melayani)
Act of service adalah bentuk bahasa kasih di mana Ayah dan Bunda menunjukkan sikap melayani si kecil dengan penuh kasih sayang, dengan sukarela bukan karena keterpaksaan. Ketika Ayah dan Bunda menunjukkan sikap mau membantu dan melayani si kecil, anak akan belajar juga melayani dan membantu orang lain. Selain itu, dengan membantu si kecil mengerjakan sesuatu, mereka akan makin percaya kepada Ayah dan Bunda, sehingga ikatan erat antara Ayah dan Bunda dengan si kecil semakin erat. Ayah dan Bunda bisa membantu si kecil melakukan hal yang belum bisa ia lakukan sendiri atau membantu si kecil ketika menghadapi kesulitan. Contoh act of service: memasak / membuat sarapan untuk si kecil, membantu si kecil mengerjakan tugas yang sulit.

Bagaimana Menerapkan Bahasa Kasih bagi si kecil?
Ayah dan Bunda bisa gunakan rumus sederhana 2T + 2K untuk menerapkan kelima bahasa kasih bagi si kecil:

1. TANPA Syarat: Berikan 5 bahasa kasih Ayah dan Bunda pada si kecil dengan memberikan Kasih Tanpa Syarat. Tunjukkan bahwa Ayah dan Bunda mengasihi si kecil dengan tulus.

2. TIDAK Takut Salah: Menjadi orangtua merupakan proses belajar terus-menerus. Ayah dan Bunda perlu tidak takut ketika masih ada kesalahan / hal yang kurang tepat yang kita lakukan dalam menunjukkan kasih sayang kita pada si kecil. Yang terpenting, Ayah dan Bunda terus-menerus mau belajar dalam memberikan kasih sayang bagi si kecil!

3. KENALI Bahasa Kasih Si Kecil: Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan si kecil, biasanya ada satu hingga dua bentuk bahasa kasih yang menonjol pada anak. Ayah dan Bunda perlu tahu bahasa kasih yang cocok dengan si kecil, supaya si kecil merasa disayangi oleh kita.

4. KONSISTEN: Berikan kelima bahasa kasih tersebut secara konsisten supaya si kecil mengenal berbagai bentuk kasih sayang dan cara mengungkapkan kasih sayang.

Ketika si kecil merasa dicintai dengan utuh dan penuh, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan lebih sehat secara sosioemosional!

Selamat merayakan rasa kasih sayang bersama keluarga tercinta, ya Ayah dan Bunda!

Editor: drg. Sita Rose Nandiasa

MENGATASI SKABIES/KUDIS PADA ANAK

 

 

 

 

oleh dr. Anesia Tania, SpKK

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

 

Salam sehat keularga sehat Kejora!
Pada pertemuan kali ini kita akan membahas salah satu kelainan kulit yang sering terjadi pada anak yaitu Skabies atau yang lebih dikenal dengan Kudis. Seringkali, ketika anak pulang dari asrama atau acara menginap beramai-ramai, dan beberapa hari kemudian mengeluhkan gatal dan bintil – bintil di kulit, terutama area lipatan, kemungkinan anak tertular infeksi scabies atau kudis.

Kudis atau dikenal juga dengan nama skabies (scabies) adalah penyakit kulit yang disebabkan tungau bernama Sarcoptes scabiei. Serangga ini berukuran sangat kecil sehingga tidak terlihat dengan mata telanjang.

Dari permukaan kulit, tungau masuk ke lapisan dalam kulit untuk bertelur, hidup, dan makan. Kondisi ini bisa menyebabkan kulit terasa sangat gatal di area yang terinfeksi sebagai reaksi alergi.

Kudis atau skabies biasanya ditandai dengan bintil-bintil gatal yang tidak sembuh, menyerang anggota keluarga/teman serumah, dan rasa gatal terutama meningkat di malam hari.

Bagaimana cara skabies menular?

Skabies menular melalui kontak kulit yang lama dengan penderita skabies. Terkadang skabies juga bisa menular melalui kontak dengan barang seperti baju, sprei dan handuk yang sebelumnya dipakai penderita skabies dan terinfestasi kutu. Skabies dapat menyebar dengan cepat melalui kontak fisik yang dekat dalam keluarga, play group anak, kelas sekolah, panti jompo, asrama, pesantren atau penjara.

Bagaimana mengetahui apakah anak mengalami skabies?

Tanda yang khas dari skabies adalah gatal di malam hari, anggota keluarga/serumah mengalami keluhan yang sama, terdapat terowongan di kulit yang dibentuk oleh kutu skabies dan ditemukannya kutu skabies di kulit. Bisa ditemukan bintil-bintil dan luka pada area lipat jari, ketiak, pantat, lipat siku dan lutut, serta area sekitar pusar. Apabila luka garukan terinfeksi, bisa muncul nanah, demam dan pembesaran kelenjar, yang menandakan sudah terjadi infeksi sekunder.

Dokter spesialis kulit biasanya bisa mendiagnosis dengan tepat dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain dengan pemeriksaan yang nyaman dan tidak invasif seperti dermoskopi (menggunakan alat pembesar khusus untuk menemukan kutu) atau pewarnaan kerokan kulit untuk menemukan kutu skabies

Bagaimana mengobati scabies dan mecegahnya?

Hal yang harus segera dilakukan jika ditemukan gejala adalah berobat ke tenaga kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan. Jika ada anggota keluarga yang terkena, kurangi kontak fisik dengan pasien seperti tidur bersama, pemakaian handuk bersama dan lain sebagainya. Seprai, handuk dan selimut penderita skabies dan orang rumah sebaiknya dicuci di air panas, dijemur dan disetrika.

Terdapat beberapa jenis krim atau obat oles yang dapat diresepkan oleh dokter, bergantung pada kondisi dan usia anak.

  1. Salep/Krim belerang. Penggunaannya tidak boleh kurang dari 3 hari karena tidak efektif terhadap stadium telur. Obat ini dapat digunakan pada pasien bayi berumur kurang dari 2 tahun.
  2. Emulsi benzyl-benzoas 20-25%. Obat ini digunakan selama 3 hari setiap malam hari. Kekurangan obat ini adalah menyebabkan iritasi, sulit diperoleh, dan pada beberapa orang menyebabkan gatal setelah dipakai.
  3. Gama Benzena Heksa Klorida (gemeksan=gammexane) 1% dengan sediaan krim atau losio. Obat ini diberikan cukup sekali, jika masih ditemukan gejala maka diulangi satu minggu kemudian. Kelebihan obat ini adalah efektif untuk semua stadium, mudah digunakan, dan jarang menimbulkan iritasi. Kontraindikasi penggunaanya adalah ibu hamil dan anak di bawah 6 tahun karena bersifat toksik terhaap susunan saraf pusat.
  4. Krim/losio krotamiton 10% mempunyai efek sebagai antiskabies dan antigatal. Pemberiannya harus dijauhkan dari mata, mulut, dan uretra
  5. Krim permetrin 5%. Jika dibandingkan dengan gameksan, permetrin lebih aman dan efektifitasnya sama. Pemberian dilakukan cukup sekali dan dihapus dalam 10 jam. Bila belum sembuh maka diulangi setelah seminggu kemudian. Kontraindikasi pemberian permetrin adalah pada bayi dibawah usia 2 bulan.

Idealnya, pengobatan dilakukan kepada seluruh anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah, secara bersamaan, baik dengan ataupun tanpa gejala. Hal ini dapat mencegah penularan ulang

Rujukan 

  1. Gilson RL, Crane JS. Scabies (Sarcoptes Scabiei) [Updated 2019 Dec 13]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544306/
  2. A Banerji; Canadian Paediatric Society, First Nations, Inuit and Métis Health Committee. Scabies. Paediatr Child Health 2015;20(7):395-402.
  3. Golant AK, Levitt JO. Scabies: a review of diagnosis and management based on mite biology. Pediatr Rev. 2012 Jan;33(1):e1-e12. doi: 10.1542/pir.33-1-e1.

Tips Menyusui Di Saat Musim Hujan dan Banjir

 

 

 

 

oleh dr. Meutia Ayuputeri, MRes, IBCLC

Dokter umum, Konselor menyusui

 

Ayah dan Ibu Kejora, di tengah musim hujan dan kondisi banjir, mari simak tips menyusui dari kami:

 

Tepis mitos bahwa Ibu yang sedang menyusui dalam keadaan stress, lelah, dan trauma memiliki kendala atau bahkan tidak bisa menyusui. Ubah pemikiran dan fokus pada penyelesaian masalah, karena secara umum Ibu menyusui dapat memproduksi ASI yang cukup untuk bayinya.

Oleh karena itu, sangat perlu dibedakan produksi ASI yang memang kurang atau persepsi bahwa produksi ASI tidak cukup. Produksi ASI relatif tidak terpengaruh jumlah dan kualitasnya, kecuali pada Ibu yang mengalami malnutrisi berat. Keadaan malnutrisi berat hanya ditemukan pada 1% ibu menyusui.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan Ayah dan Ibu Kejora:

  • Jaga kebersihan diri
    • Pastikan kebersihan tangan dengan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama setidaknya 20 detik. Apabila tidak tersedia fasilitas untuk cuci tangan, bisa gunakan hand-rub.

 

  • Jaga kelanjutan mengASIhi
    • Teruskan mengASIhi bayi Ayah dan Ibu Kejora apapun metodenya. Menyusui langsung adalah metode yang paling alami dan mudah. Meski sedang mengalami kondisi bencana.

 

  • Menggendong bayi
    • Kegiatan menggendong bayi dapat menurunkan tingkat stress Ibu dan bayi, dan membuat proses menyusui lebih nyaman.

 

  • Belajar perah ASI dengan jari tangan
    • Dalam keterbatasan sarana dan tempat, teknik perah ASI dengan jari tangan, atau “marmet” dapat menjadi andalan.

 

  • Mempersiapkan tempat/rencana untuk menyimpan ASI Perah
    • Persiapkan wadah cadangan serta tempat pendingin untuk memindahkan stok ASI perah. Selain itu, bisa memindahkan stok ASI Perah ke lemari pendingin yang aman (dititipkan di rumah kerabat, kantor, atau tempat penitipan)

 

Editor : drg. Annisa Sabhrina

Sumber

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/menyusui-dalam-keadaan-bencana

 

 

Vaksinasi HPV untuk Mengurangi Risiko Kanker Serviks

 

 

 

 

oleh dr. Darrel  Fernando, Sp.OG

Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi

 

Ibu Kejora, pernah nggak sih mendengar atau mengenal teman, kerabat, atau artis yang menderita penyakit kanker serviks (leher rahim)? Nah, kali ini kita akan membahas mengenai vaksin HPV yang dapat mencegah terjadinya kanker serviks yaa..

Human Papillomavirus (HPV) adalah nama virus yang dapat menyebabkan kutil (warts) dan keganasan (kanker) pada manusia. Secara umum, HPV dibagi menjadi risiko rendah (low risk) dan risiko tinggi (high risk). HPV risiko rendah akan menyebabkan kutil dan kutil kelamin, sedangkan infeksi HPV risiko tinggi berpotensi menyebabkan kanker pada manusia, di antaranya kanker serviks, vagina, anus, penis, dan tenggorok. HPV ditularkan melalui kontak kulit langsung.

Salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit akibat infeksi HPV adalah dengan vaksinasi HPV. Di Indonesia saat ini tersedia dua jenis vaksin HPV, yaitu

  1. Vaksin bivalent: memberikan perlindungan terhadap HPV risiko tinggi tipe 16 dan 18
  2. Vaksin quadrivalent: memberikan perlindungan terhadap HPV risiko rendah tipe 6 dan 11, serta HPV risiko tinggi tipe 16 dan 18.
  3. Di masa depan akan tersedia vaksin 9-valent

Efektivitas vaksin HPV untuk mencegah kanker adalah 70-99%, tergantung pada perilaku individu, status kesehatan dan kekebalan tubuh, serta kontak seksual sebelum/sesudah vaksinasi.

Kapan idealnya melakukan vaksinasi HPV?

Vaksinasi HPV idealnya dilakukan sebelum kontak seksual pertama. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017 memberikan rekomendasi untuk vaksinasi HPV dimulai sejak anak berumur 12 tahun.

Bila sudah pernah melakukan kontak seksual, maka disarankan untuk pemeriksaan Pap smear terlebih dahulu, dan masih dapat melakukan vaksinasi HPV meskipun efektivitasnya berkurang. Vaksinasi HPV juga dapat membantu kekebalan tubuh untuk memberantas infeksi yang mungkin sudah terjadi.

Apakah bahaya / efek samping vaksin HPV?

Efek samping yang berat akibat vaksin HPV sangat jarang. Efek samping yang sering timbul adalah kemerahan atau nyeri pada area suntikan.

Selain vaksin HPV, apa lagi yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks?

  1. Hindari perilaku seksual risiko tinggi, seperti tidak berhubungan seksual sejak usia muda, tidak berganti pasangan seksual, dan menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
  2. Melakukan skrining kanker serviks dengan pemeriksaan Pap smear, IVA, atau test HPV-DNA sejak usia 25 tahun, setiap 1-3 tahun sekali
  3. Konsultasikan ke dokter kandungan bila ada keluhan seperti nyeri saat berhubungan seksual, perdarahan pasca sanggama, dan keputihan terus menerus yang berbau busuk atau bercampur darah.

editor: dr. Kristina Joy H, M.Gizi, Sp.GK

Mengenal Ultra-Processed Foods (UPF bagian I)

 

 

 

 

oleh dr. Kristina Joy Herlambang, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

 

Halo Keluarga Sehat Kejora! Kali ini, kita akan membahas mengenai ultra-processed foods(UPF). Melalui terjemahan bahasa yang sederhana, UPF adalah makanan yang diproses “ultra”. Arti dari “processed foods” atau makanan-yang-telah-melalui-pemrosesan sendiri adalah bahan makanan yang telah diubah dari bentuk alaminya. International Food Information Council menjelaskan arti pemrosesan (makanan) sebagai “perubahan bahan makanan dalam bentuk apapun sebelum makanan itu siap dimakan”.  Proses pemanasan, pasteurisasi, pengalengan, dan pengeringa nsemuanya dapat dikategorikan sebagai pemrosesan makanan. Jadi, selain memetik apel dari pohon dan langsung memakannya atau memerah susu sapi segar dan langsung meminumnya, sesungguhnya sebagian besar makanan yang kita konsumsi merupakan makanan pemrosesan (processed foods, PF). Nah, lalu apa sih perbedaan makanan proses (PF) dengan makanan proses ultra (UPF)?

 

NOVA adalah salah satu alat yang telah divalidasi oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dan Pan American Health Organization untuk penelitian gizi dan kesehatan masyarakat yang membagi klasifikasi makanan berdasarkan pemrosesan makanan. Penelitian dan publikasi mengenai NOVA telah dilakukan sejak tahun 2009 karena kesadaran terhadap tingginya (pandemi) angka kejadian penyakit tidak menular yang berhubungan dengan diet/makanan, khususnya mengenai pemrosesan makanan.

 

NOVA mengkategorikan makanan menjadi 4 grup:

1. “Unprocessed or minimally processed foods” yaitu makanan yang tidak melalui pemrosesan atau sedikit sekali mengalami pemrosesan. Bahan makanan alami ini dapat merupakan bagian dari tumbuhan (biji, daging buah, daun, tunas, akar) atau hewan (otot, telur, susu), dan juga jenis jamur, ganggang, dan air.

Makanan dalam grup ini dapat dikonsumsi setelah melalui proses sederhana seperti membuang bagian yang tidak diperlukan, mengeringkan, memecahkan, menggiling, memotong, memfilter, memanggang, merebus, pasteurisasi, mendinginkan, membekukan, memasukkan dalam tempat makanan, di-vacuum, atau fermentasi non-alkoholik.

Contoh: buah/sayuransegar, perasan sari buah/sayur, buah/sayur yang didinginkan, dibekukan, dikeringkan; jagungutuh; legumes seperti kacang merah, kacang hijau, dll; akar-akaran seperti kentang dan singkong; jamur segar atau jamur kering; ikan dan makanan laut; telur; susu; bahkan dalam grup 1 ini juga termasuk granola yang terbuat dari sereal, kacang yang dikeringkan tanpa penambahan gula, minyak dan madu.

 

2. “Processed culinary ingredientsyaitu makanan dari grup 1 atau dari alam yang diproses dengan pressing (penekanan), refining, grinding (penggilingan), milling, spray drying.

Tujuan dari pengolahan bahan makanan grup 2 ini adalah untuk menciptakan produk yang digunakan di dapur rumah/restoran yang telah siap untuk digunakan untuk memberikan bumbu, rasa dan memasak makanan di grup 1.

contoh: gula dan molasses dari tebu atau bit, garam yang diolah dari air laut, madu yang diekstrak dari sarang lebah dan sirup dari pohon maple, minyak dari zaitun dan biji-bijian, mentega dari susu dan lemak hewani, juga starch(pati) dari jagung/tumbuhan lainnya.

 

3. “Processed foodsyaitu produk makanan yang ditambahkan gula, garam, minyak, atau makanan grup 2 ke dalam makanan grup 1. Kebanyakan makanan dalam grup ini memiliki 2 atau 3 bahan dalam komposisi makanannya. Proses yang dimaksud dalam grup ini termasuk berbagai jenis pengawetan atau cara memasak.

Tujuan pengolahan makanan di grup ini adalah untuk meningkatkan ketahanan makanan grup 1, atau untuk meningkatkan kualitas rasa.

contoh: sayuran dalam kaleng, kacang dan biji-bijian yang telah diberi garam atau gula/madu, buah dalam sirup yang dikalengkan, ikan kalengan, daging asap, dll.

 

4. “Ultra-processed foodsyaitu kelompok makanan yang pada umumnya merupakan hasil formulasi industri dengan komposisi makanan yang sangat banyak (biasanya lebih dari 5 jenis). Beberapa jenis bahan komposisi yang terdapat di dalam UPF: gula, minyak, lemak, garam, antioksidan, penyeimbang, pengawet. Bahan yang hanya dapat ditemukan dalam grup ini termasuk bahan yang biasanya tidak digunakan dalam proses memasak, juga zat aditif yang bertujuan untuk imitasi rasa dari grup 1 atau menyamarkan bau/rasa/warna yang tidak diinginkan. Biasanya bahan makanan dari grup 1 hanya memiliki proporsi sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali dari grup ini.

Bahan yang hanya ada pada produk UPF seringkali merupakan ekstrak dari makanan grup 1, seperti kasein, laktosa, whey, gluten, minyak hidrogenasi atau interesterifikasi, protein hidrolisat, isolate protein kedelai, maltodextrin, high fructose corn syrup; sedangkan aditif yang hanya bisa ditemukan dalam grup ini: pewarna, penstabil pewarna, perasa, peningkat perasa, pemanis non-gula, dan berbagai tambahan agen karbonasi, pengelmusi, dan lain-lain.

Tujuan utama industri UPF ini adalah menciptakan produk yang siap saji, untuk diminum atau dimakan, atau dipanaskan. Beberapa karakteristik makanan dalam grup ini adalah: hyperpalatibility (sangat gurih, sangat sedap), memiliki kemasan yang sangat menarik, menggunakan cara marketing yang agresif terhadap anak dan konsumen dewasa muda, klaim kesehatan, memiliki banyak keuntungan, penggunaan branding.

contoh: minuman soda, cemilan dalam kemasan, eskrim, coklat, permen, roti hasil produksi masal, margarin, biskuit, kue tart, “breakfast cereal”, “cereal” dan “energy bar”, minuman susu, “fruit yogurt”, minuman coklat, ekstrak daging dan saus instan, susu formula, “health” and “slimming” products, “nuggets”, sosis, burger, hot dog, pizza, hasil olahan daging, sup instan, mie instan, makanan penutup instan.

 

Editor: drg. Valeria Widita W

 

Posisi imunisasi yang Menyamankan

 

 

 

 

oleh dr. Yulianto Santoso Kurniawan, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

 

Apa kabar, Ayah dan Ibu? Sampai di penghujung tahun, semoga semua anggota keluarga dalam keadaan sehat.

Sepanjang tahun pasti hal yang tidak bisa kita hindarkan saat berkonsultasi ke dokter anak adalah saat imunisasi. Imunisasi bertujuan untuk menstimulasi tubuh anak untuk menghasilkan tentara (antibodi) untuk menghalau bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh anak kita. Proses imunisasi sering sekali disertai dengan rasa takut dan tangisan berderai. Oleh karena itu, kita perlu mencari cara agar proses imunisasi menjadi proses yang lebih menyenangkan.

Salah satu cara untuk membuat proses imunisasi berjalan dengan lancar adalah posisi penyuntikan. Bayi atau anak akan merasa aman dan nyaman dalam dekapan orang tua, sementara dalam proses imunisasi seringkali bayi atau anak langsung dibaringkan ke atas tempat tidur. Hal ini tergantung kesepakatan dengan orang tua, jika memang bayi atau anak tidak bisa digendong dengan tenang maka dibaringkan di atas tempat tidur menjadi pilihan kedua.

Suntikan imunisasi sampai usia 2 tahun dilakukan di paha tengah samping (vastus lateralis). Pada anak di atas 2 tahun, imunisasi dapat disuntikan pada lengan atas (deltoid) atau paha tengah samping.

Gambar 1. Lokasi penyuntikan di paha samping tengah

Gambar 2. Penyuntikan di lengan atas (deltoid)

 

Cara memegang dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  1. Posisi cruddle

 

  1. Posisi straddle

Posisi menentukan prestasi; dengan posisi yang nyaman, maka bayi atau anak dapat merasa tenang dalam dekapan orang tua sehingga rasa sakit bisa teralihkan. Orang tua perlu memegang dengan kuat anak dalam dekapan sehingga tidak bergerak secara berlebihan. Kunci pergerakan bahu, panggul dan kaki.

Semoga dengan mempraktikkan tips di atas, proses imunisasi bisa berjalan lebih nyaman dan tangisan berkurang atau lebih cepat berhenti.

Editor: dr. Sunita

 

Sumber

https://www.health.govt.nz/publication/immunisation-handbook-2017

 

Cara Membuat Kegiatan Sikat Gigi Terasa Menyenangkan untuk Anak-anak

 

 

 

 

oleh drg. Cynthia Michelle Anggraini, Sp.KGA

Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

 

Hai Ayah dan Ibu Kejora..

Salah satu keterampilan yang wajib dimiliki setiap anak adalah menyikat gigi sendiri. Apakah Ayah dan Ibu pernah mengalami kesulitan saat menyuruh anak untuk menyikat giginya? Kira-kira bagaimana caranya ya agar anak dapat melakukan kegiatan ini dengan senang hati? 

Membantu anak Anda agar dapat menyikat giginya sendiri memang bukanlah hal yang mudah, namun sedikit kreativitas dari orangtua nantinya sangat membantu dalam pemeliharaan kesehatan gigi anak untuk jangka panjang. Beberapa contoh kreativitas yang dapat dilakukan adalah:

  1. Ciptakan 2 menit yang menyenangkan

    Hindari hanya sekedar menyalakan penghitung waktu (timer) selama 2 menit dalam 2 kali sehari dan mengawasi anak saat menyikat gigi. Putarlah lagu kesayangan anak dan menarilah bersama anak Anda selama durasi menyikat gigi berlangsung. Selain lagu kesayangan, video kartun lucu atau aplikasi tentang sikat gigi juga dapat membuat waktu berlalu dengan cepat. Coba bacakan cerita apapun yang berdurasi 2 menit dengan menggunakan segala suara terbaik Anda. Anda juga dapat memberikan sikat sendiri pada anak Anda untuk bermain, biarkan ia menyikat boneka karakter kesayangannya sembari Anda menyikatkan giginya. Apapun caranya, buatlah sekreatif mungkin sehingga kegiatan menyikat gigi dapat selalu terasa menyenangkan.

  2. Mulailah kebiasaan dan tanamkan sikap disiplin

    Sebagai orangtua, mungkin Anda tergoda untuk membiarkan anak melewatkan kegiatan menyikat gigi setelah seharian beraktivitas atau saat sedang berlibur bersama. Namun, tetaplah konsisten terhadap kebiasaan yang telah terbentuk. Semakin sering kegiatan menyikat gigi dilakukan secara natural / alami, maka akan lebih mudah untuk memastikan bahwa nantinya anak Anda akan tetap melakukan kegiatan ini selama 2 menit dalam 2 kali sehari.

  3. Beri pujian atau hadiah kecil terhadap kebiasaan menyikat gigi yang baik

    Tidak perlu memberikan hadiah yang berlebihan, namun hal-hal kecil yang sekiranya dapat menambah motivasi sudahlah cukup. Apa yang memotivasi anak Anda? Bila stiker, maka buatlah tabel reward dan biarkan anak Anda menambahkan 1 stiker setiap ia menyikat gigi. Bila anak Anda suka membaca, maka biarkan ia memilih sendiri cerita pengantar tidurnya. Atau mungkin juga pujian dapat sangat sederhana, yaitu berupa ajakan untuk melihat gigi anak yang telah bersih sambil berkata “Wah, Ibu bangga padamu”, yang diikuti dengan pelukan atau tepukan hangat.

  4. Karakter kesukaan anak dapat berpengaruh

    Siapakah karakter cerita atau kartun yang sangat disukai oleh anak Anda? Banyak sekali buku anak-anak serta pertunjukan seperti Sesame Street yang memiliki cerita tentang menyikat gigi. Tonton dan bacalah cerita tersebut bersama dengan anak Anda. Pada saat waktu menyikat gigi tiba, Anda dapat menggunakan karakter tersebut sebagai contoh yang baik.

  5. Karanglah cerita

    Apabila Anda menemukan kesulitan cerita atau karakter yang dapat menginspirasi anak Anda, maka karanglah sendiri. Anak Anda bisa saja menjadi satu-satunya superhero yang dapat menyikat dan membasmi kuman-kuman (penjahat) penyebab gigi berlubang.

  6. Biarkan anak memilih

    Biarkan anak Anda memilih sendiri sikat dan pasta gigi yang mereka sukai. Memilih sikat gigi dengan karakter tertentu dapat membuat kegiatan sikat gigi lebih menyenangkan. Selain itu, pasta gigi yang mengandung fluoride juga tersedia dalam berbagai macam warna maupun rasa.

  7. Buat kegiatan menyikat gigi menjadi suatu kegiatan wajib seluruh keluarga

    Anak-anak mencontoh dari orangtuanya, maka jadilah teladan yang baik. Orangtua harus dapat membantu anaknya dalam menggunakan sikat gigi serta dental floss dengan baik dan benar untuk membersihkan seluruh area gigi-geligi dari debris dan plak sedari usia muda.

Editor : drg. Sita Rose Nandiasa

 

Sumber:

  • https://www.mouthhealthy.org/en/babies-and-kids/fun-ways-to-encourage-kids-to-brush
  • https://www.healthhub.sg/live-healthy/1102/6-tips-to-make-brushing-teeth-fun-for-kids
  • https://www.colgate.com/en-us/oral-health/basics/brushing-and-flossing/simple-ways-to-make-brushing-teeth-fun-1013
  • https://www.exceptionaldentistryca.com/7-ways-to-make-brushing-teeth-fun-for-your-child/

Mengenal Tanda Awal Kehamilan

Oleh: dr. Devi Marischa Malik, Sp.OG

Dokter Spesialis Obsetri Ginekolog

 

Halo Keluarga Sehat Kejora,

Mungkin ada diantara Ayah dan Ibu disini yang baru menikah dan sedang menunggu hadirnya buah hati, atau juga mungkin sedang sibuk mengurus sang buah hati sehingga tak sadar saat adiknya hadir.

Mari kita mengenal gejala dan tanda awal kehamilan yang dapat berbeda pada tiap-tiap ibu. Sebelumnya mungkin kita perlu berkenalan dahulu dengan apa sih tanda dan gejala itu? Jadi, gejala itu adalah sesuatu yang dirasakan oleh seseorang dan bersifat sangat subjektif. Karena sifatnya yang subjektif, sehingga gejala ini bisa tidak semua dirasakan ataupun berat ringannya cukup bervariasi. Sedangkan tanda adalah perubahan yang terjadi pada tubuh seseorang, sehingga bersifat lebih objektif karena tanda ini dapat dikenali oleh orang lain  juga.

Berikut adalah gejala-gejala subjektif yang dapat terjadi di awal kehamilan:

  1. Berhentinya menstruasi

Berhentinya menstruasi – terutama pada perempuan dengan siklus yang teratur dan terjadi secara spontan (tanpa adanya ransangan obat-obatan hormonal) adalah salah satu pertanda adanya kemungkinan kehamilan. Sehingga seringkali kita mendengar jika seseorang dikatakan terlambat datang bulan maka kemungkinan besar ia hamil. Namun, berapakah lama waktu ideal kita bisa mengatakan bahwa terlambat datang bulan ini juga adalah prediksi kehamilan? Jika seseorang tidak datang bulan melebihi 10 hari dari waktu haid seharusnya, maka ini dapat menjadi tanda awal kehamilan.

Namun, perlu diketahui juga bahwa adanya proses implantasi janin (yaitu proses penanaman janin pada dinding rahim) juga seringkali menimbulkan perdarahan yang terkadang dianggap sebagai menstruasi oleh para ibu.

Perlu diperhatikan juga bahwa pada keadaan seperti masa menyusui ASI eksklusif dimana haid belum kembali, tidak tertutup kemungkinan bahwa kehamilan dapat terjadi, karena ovulasi (yaitu pelepasan sel telur) terjadi sebelum munculnya menstruasi.

 

  1. Morning sickness

Yaitu keluhan mual dan muntah yang timbul pada trimester pertama kehamilan. Keluhan ini muncul biasanya sebelum usia kehamilan mencapai 9 minggu dan berangsur menghilang pada 13-14 minggu. Meskipun disebutnya morning sickness, namun keluhan ini tidak hanya muncul pada pagi hari. Derajat keparahannya pun bisa beragam pada tiap individu, dari mulai yang ringan sampai dengan memerlukan pengobatan rawat inap.

Keluhan morning sickness yang berat disebut sebagai hyperemesis gravidarum yang biasanya terjadi pada 3% kehamilan. Pada keluhan ini, ibu dapat kehilangan berat badan sampai dengan 5% dari berat badan sebelum hamil dan dapat juga disertai dengan berbagai derajat dehidrasi.

 

  1. Seringnya berkemih

Hal ini biasanya terjadi pada usia kehamilan 8 minggu sampai dengan 12 minggu. Hal ini terjadi dikarenakan 3 hal, diantaranya kandung kemih terletak persis didepan bagian bawah Rahim dan posisinya menempel pada dinding rahim, maka saat rahim mulai membesar dapat memberikan penekanan pada kandung kemih yang menimbulkan sensasi ingin bekemih, terutama pada ibu dengan uterus berposisi antefleksi. Selain itu, adanya perubahan fisiologi tubuh menyebabkan perempuan hamil polyuria (sering berkemih). Keluhan biasanya akan membaik seelah usia kehamilan melewati 12 minggu.

 

  1. Rasa tidak nyaman pada payudara

Biasanya timbul sensasi payudara terasa penuh pada usia kehamilan 6 sampai dengan 8 minggu. Hal ini disebabkan adanya pembesaran payudara karena adanya penambahan vaskularisasi pada payudara.

 

  1. Kelelahan

Pada awal kehamilan mulai terjadi penambahan volume darah sebagai upaya kompensasi pemenuhan kebutuhan janin. Penambahan volume darah ini terutama terjadi pada peningkatan volume plasma darah yang menyebabkan penurunan pada kadar hemoglobin dan hematokrit, terlebih lagi jika dari sebelum kehamilan Ibu mengalami kekurangan zat besi, maka nilai hemoglobin dapat semakin menurun sehingga terkadang perubahan ini menyebabkan Ibu merasa mudah lelah.

Selain itu, pada saat hamil, mulai terjadi perubahan pada fungsi jantung yang dimulai pada usia kehamilan terutama pada 8 minggu awal kehamilan. Jantung Ibu akan mulai memberikan pompa darah yang lebih banyak dari sebelumnya, hal ini disebut cardiac output. Untuk meningkatkan cardiac output  ini maka akan terjadi penurunan tahanan pada pembuluh darah dan peningkatan denyut jantung. Hal ini berefek pada penurunan tekanan darah Ibu pada awal-awal kehamilan dan juga menjadi pemicu Ibu merasa lelah pada awal-awal kehamilan.

 

Nah jika hal-hal diatas adalah keluhan-keluhan yang sifatnya subjektif, maka yang berikut ini adalah tanda-tanda kehamilan yang bersifat objektif.

  1. Perubahan warna payudara

Pada Ibu yang baru pertama kali hamil, dapat tampak adanya pembuluh vena halus pada payudara. Begitupun akan tampak perubahan warna areola (puting payudara) menjadi lebih gelap.

 

  1. Perubahan pada organ genitalia

Adanya penambahan vaskular juga ditemukan pada organ genitalia luar seperti vagina dan mulut rahim, sehingga organ ini akan memberikan warna kebiruan karena bayang-bayang dari pembuluh darah. Selain itu, mulut rahim juga menjadi lebih lunak.

 

  1. Perubahan ukuran Rahim

Pada usia kehamilan 8 minggu rahim akan seukuran dengan telur bebek, pada usia kehamilan 12 minggu akan sebesar telur angsa. Dan seiring dengan pertambahan usia kehamilan, maka ukuran rahim pun akan semakin bertambah.

 

Pemeriksaan konfirmasi sangat diperlukan sebagai diagnosis pasti dari suatu kehamilan, adapun pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah :

  1. Pemeriksaan beta hcg

Pada awal kehamilan, terdapat sel-sel yang bernama syncytiotrophoblast sebagai bagian dari produk kehamilan, sel-sel inilah yang nantinya akan menebus rahim dan membentuk palsenta. Sel-sel ini menghasilkan hormon hCG yang akan beredar dalam darah dan urin ibu. Adanya konfirmasi hormon ini pada tubuh ibu akan memberikan hasil positif kehamilan. Pemeriksaan beta hcg dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah dan urin. Pemeriksaan yang mudah didapat, mudah digunakan, ekonomis dan cukup akurat ialah pemeriksaan test pack yang seringkali kita lakukan, yaitu mendeteksi beta hcg melalui air seni. Namun pemeriksaan ini akurasi nya berbeda-beda dan baru dapat memberi penilaian yang cukup akurat setelah usia kehamilan diatas 5 minggu.

 

  1. USG

Nah, ini adalah pemeriksaan konfirmasi untuk menentukan usia kehamilan ibu. Pada usia kehamilan 4 – 5 minggu, melalui pemeriksaan USG transvaginal, sudah dapat ditemukan kantong kehamilan. Sementara itu, denyut jantung janin sudah dapat ditemukan pada usia kehamilan 6 minggu atau setelahnya.

USG diawal kehamilan cukup penting untuk dilakukan lho. Berikut

manfaat USG yang dilakukan diawal kehamilan ;

  • menentukan apakah kantong kehamilan berada didalam rahim secara baik, atau kah berada dilokasi yang tidak seharusnya
  • menentukan apakah kehamilan berkembang dengan baik yang ditandai dengan adanya janin dengan detak jantung yang positif dalam kantong kehamilan ataukah belum atau tidak ditemukan janin
  • untuk menentukan usia kehamilanm sehingga dapat memprediksi waktu persalinan
  • menjadi pemeriksaan penapisan (screening awal) adanya kelainan pada janin yang dapat dilakukan pada usia kehamilan 11 sampai dengan 14 minggu

 

Editor: drg. Valeria Widita W

Referesi:

  1. Cunningham, Gary; Leveno, Kenneth; Bloom, Steven; Dahe, Jodi; Hoffman, Barbara, et al. Williams Obstetrics 25th Ed. McGraw-Hill Education. 2018
  2. Dutta, DC. Text Book of Obstetrics. Sixth Ed. 2004
  3. Frequently Asked Questions Pregnancy. Morning Sickness : Nausea and Vomiting of Pregnancy. American College of Obstetricians and Gynecologist. 2018