Yuk Belajar Membaca Label Nutrisi (ING)

 

 

 

oleh dr. Kristina Joy Herlambang, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Makanan adalah sumber energi yang memastikan kegiatan kita sehari-hari dapat berjalan dengan baik dan lancar. Idealnya, komposisi diet seimbang dalam setiap hari dapat mencukupi kebutuhan energi (yang kita kenal dalam satuan kalori), protein, serat, lemak baik (healthy fats), vitamin, dan mineral, tanpa terlalu banyak mengonsumsi lemak tidak sehat (unhealthy fats), gula, garam, atau penambahan aditif makanan lainnya yang tidak aman bagi kesehatan kita.

Keluarga Kejora, pernahkah Anda memperhatikan label ING yang tertera pada setiap makanan kemasan yang Anda beli di supermarket? Makanan kemasan diharuskan memiliki Label ING, yang dapat membantu kita untuk menentukan nilai gizi makanan kemasan yang akan kita beli dan kita berikan untuk sumber energi tubuh kita. Selain sebagai sumber energi, makanan yang kita pilih juga memiliki berbagai kandungan protein, serat, lemak baik, vitamin, juga mineral. Seringkali, beberapa makanan juga menggunakan tambahan gula atau garam, yang jika dikonsumsi terlalu banyak dapat berakibat buruk bagi tubuh kita.

Untuk dapat memahami label nutrisi dengan baik, terdapat beberapa hal yang harus kita perhatikan:

  1. Takaran saji dalam 1 kemasan
  2. Perhatikan jumlah kalori
  3. Pemilihan Zat Gizi:
    1. Zat gizi yang konsumsinya harus kita batasi seminimal mungkin (lemak total/total fat, lemak jenuh/saturated fat, lemak trans/trans fat, gula/sugar)
    2. Zat gizi yang kita butuhkan (serat/dietary fiber, vitamin dan mineral/vitamins and minerals)
    3. Perbandingan dengan Angka Kecukupan Gizi/Daily Value Recommendations (AKG/DV)
      1. 5% AKG atau kurang menunjukkan nilai rendah
      2. 20% AKG atau lebih menunjukkan nilai tinggi
    4. Selain label ING, kita juga harus memperhatikan tanggal kedaluwarsa yang tertera

Sekarang, mari kita amati setiap zat gizi yang tertera dalam label:

  1. Takaran saji (serving size) adalah berat atau volume makanan standar yang ditetapkan untuk satu kali konsumsi. Misalnya, label ING dapat menuliskan 50 gram (ml jika cairan) atau 4 sendok makan. Satu takaran saji ini mengandung sekian banyak protein, serat, lemak, dst. Ketika membandingkan ING 2 produk sejenis, jangan lupa bahwa kedua produk harus memiliki takaran saji yang sama.
  2. Di bagian bawah “takaran saji” terdapat jumlah sajian per kemasan. Jika satu kemasan memiliki 3 sajian, maka nilai gizi dari 1 kemasan adalah 3 kali lipat dari seluruh informasi dalam ING.
  3. Zat gizi yang wajib dicantumkan dalam label ING adalah energi total, protein, lemak total, karbohidrat total, dan natrium (sodium atau garam). Kandungan zat gizi sebanyak < 1 gram per saji biasanya tidak dicantumkan.
  4. Pada bagian kanan zat gizi, terdapat tabel % angka kecukupan gizi (AKG) yang memberikan informasi berapa banyak kebutuhan nutrisi harian yang terpenuhi dari produk tersebut. Pada umumnya, % AKG yang dicantumkan berdasarkan kebutuhan energi sebesar 2000 kalori.
  5. Kalori menunjukkan berapa banyak energi yang terdapat dalam satu sajian makanan. Jumlah kalori ini dapat membantu kita untuk mengatur (menaikkan, menurunkan, atau menjaga) berat badan kita, namun yang yang tidak kalah penting adalah apakah kalori ini berasal dari bahan yang bernilai gizi yang tinggi atau tidak. Food and Drug Administration (FDA) memberikan penduan umum pada kalori:
    1. 40 kalori adalah kalori rendah
    2. 100 kalori adalah kalori sedang
    3. 400 kalori atau lebih adalah kalori tinggi

Berikutnya, berapa banyakkah setiap zat gizi yang seharusnya kita konsumsi?

BATASI bahan makanan ini (6-9):

  1. Lemak cukup tricky. Beberapa jenis lemak yang berasal dari kacang atau ikan adalah jenis lemak yang baik, namun beberapa jenis lain seperti lemak jenuh (saturated fat) lebih tidak sehat dan lemak trans (trans fat) adalah jenis lemak yang paling buruk.
  2. Kolesterol pada umumnya ditemukan dalam produk hewani. Hati-hati memilih produk yang memiliki jumlah kolesterol yang tinggi, terutama ketika kita memiliki kadar kolesterol yang terlalu tinggi dan memang harus menurunkan kadar kolesterol darah kita.
  3. Sodium atau Natrium umumnya didapatkan dari garam. Kebanyakan makanan proses mengandung jumlah garam yang berlebihan, dan terlalu banyak mengonsumsi garam ini dapat meningkatkan tekanan darah.
  4. Gula yang berasal dari bahan makanan alami (seperti dari buah-buahan segar) tidak membahayakan kesehatan kita. Namun, gula tambahan dan gula substitusi (sirup jagung/corn syrup) yang dikonsumsi terlalu banyak dapat berbahaya bagi kesehatan. Batasilah konsumsi makanan proses yang mengandung lebih dari 8 gram gula (2 sendok teh) dalam setiap takaran saji.

Untuk memenuhi komposisi gizi seimbang yang sehat, kita disarankan untuk mengonsumsi lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, sodium, dan gula serendah mungkin.

PENUHI kebutuhan zat gizi ini:

  1. Karbohidrat berasal dari kombinasi karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk dipecahkan dan diolah menjadi energi, sehingga proses ini akan menjaga energi dan kadar glukosa darah tetap stabil. Selain itu, proses yang lama ini juga berdampak pada rasa kenyang yang lebih lama pula. Karbohidrat sederhana (disebut juga dengan gula) dapat dipecahkan dengan jauh lebih mudah, dan dapat menyebabkan glukosa darah dan peningkatan energi tinggi secara tiba-tiba (ini adalah efek yang tidak kita inginkan)
  2. Serat pangan dibutuhkan untuk menjaga kesehatan pencernaan kita. Serat merupakan bagian dari karbohidrat kompleks yang penting dalam menjaga kadar glukosa darah harian kita. Serat makanan yang tercukupi akan membantu melancarkan buang air besar dan menjaga kesehatan usus. Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan (beans), dan gandum utuh (whole grains) biasanya mengandung banyak serat. Adapun kebutuhan serat harian kita berkisar antara 25-30 gram setiap harinya.
  3. Protein merupakan bahan dasar penyusun tubuh kita. Makanan yang memiliki kandungan protein yang tinggi akan memberikan energi yang cukup untuk waktu yang lama.
  4. Vitamin dan Mineral merupakan zat gizi dalam bahan makanan yang sangat berharga dan dibutuhkan oleh tubuh kita.

Kita dapat menggunakan label ING ini untuk membatasi zat gizi yang tidak kita butuhkan dan meningkatkan asupan zat gizi yang kita butuhkan.

Nah bagaimana Keluarga Kejora, sudah jelas, kan bagaimana cara membaca label ING yang terdapat dalam produk makanan dan minuman di sekitar kita? Ayah dan Ibu Kejora juga harus ingat ya, selain dapat membaca dan mengerti label makanan perlu juga kita mewaspadai agar kita tidak “tertipu” oleh iklan produk makanan yang memiliki kandungan vitamin, mineral, serat yang tinggi; namun ternyata menambahkan gula, lemak buruk, dan garam yang terlalu tinggi dan malah berbahaya bagi kesehatan kita.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk Si Kecil yang sudah cukup besar untuk bisa diajarkan mengenai label ING:

  1. Baca bersama label ING pada snack kesukaan Si Kecil, dan gunakan alat bantu untuk melihat seberapa banyak satu takaran saji yang sesuai dengan informasi dari label ING. Bagilah isi makanan kemasan menjadi 1 sajian dalam setiap wadah. Dengan demikian, kita dapat dengan mudah menentukan takaran porsi 1 sajian untuk Si Kecil.
  2. Bacakan label ING pada makanan kemasan di rumah bersama Si Kecil. Ajak Si Kecil untuk mengerti jenis makanan yang memiliki nilai gzi yang baik dan catat dalam list belanja berikutnya
  3. Ajak si Kecil membandingkan beberapa makanan/minuman serupa, dan pilih yang memiliki zat gizi terbaik.

Sumber:

  1. FDA, n.d. How to Understand and Use the Nutrition Facts Label. [Online] Available at: link
    1. https://www.fda.gov/media/89314/download
    2. https://www.fda.gov/media/89325/download
    3. https://youtu.be/OWMSJqnYFMY
  2. American Heart Association, 2015. Understanding Food Nutrition Labels. [Online] Available at: http://www.heart.org/HEARTORG/HealthyLiving/HealthyEating/Nutrition/Understanding-Food-Nutrition-Labels_UCM_300132_Article.jsp#.V1ZeAfl97IV
  3. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, 2005. Pedoman Pencantuman Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan.
  4. Denny, S., 2015. The Basics of the Nutrition Facts Panel. [Online] Available at: http://www.eatright.org/resource/food/nutrition/nutrition-facts-and-food-labels/the-basics-of-the-nutrition-facts-panel

Lima Langkah untuk Memastikan Keamanan Pangan di Rumah

 

 

 

oleh dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

 

Halo, Keluarga sehat Kejora, terutama para ibu!

Selain berusaha untuk memberikan pangan yang bergizi di rumah, sudahkah Ibu juga menjaga keamanan pangan tersebut? Selain bisa mendapatkan manfaat zat gizi yang optimal dari makanan, dengan memperhatikan keamanan pangan berarti kita juga dapat menghindari kontaminasi bakteri pada makanan.

World Health Organization telah mengeluarkan rekomendasi mengenai keamanan pangan di rumah yang terdiri dari lima langkah. Pertama, jaga kebersihan, yang meliputi cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum seseorang memegang makanan/minuman dan selama menyiapkan makanan, cuci tangan setelah dari kamar mandi, cuci dan bersihkan semua peralatan yang digunakan untuk menyiapkan makanan, serta lindungi area dapur dan area makanan dari serangga atau hewan lainnya. Kuman pembawa penyakit akan mudah menempel pada tangan, lap dan peralatan dapur, khususnya talenan yang ibu gunakan. Jadi, pastikan sudah bersih sebelum dipakai, ya, Bu!

Kedua, ketika menyimpan makanan, pisahkan bahan makanan mentah dengan makanan yang sudah matang. Makanan mentah, khususnya daging, ayam, ikan, seafood, dan cairan yang keluar dari bahan makanan tersebut bisa mengandung kuman yang bisa menyebabkan kontaminasi pada makanan lain selama persiapan dan penyimpanan makanan. Ada baiknya ibu menggunakan talenan dan pisau yang berbeda untuk sayuran dan daging-dagingan. Kemudian simpan bahan makanan dalam wadah tertutup untuk menghindari kontak antara bahan makanan mentah dan makanan yang sudah matang.

Ketiga, masak makanan hingga benar-benar matang, terutama untuk bahan makanan berupa daging, ayam, telur dan seafood. Ketika memasak daging dan ayam, pastikan cairan yang keluar dari bahan makanan tersebut ketika dimasak sudah berwarna jernih dan tidak kemerahan. Dengan memasak hingga matang, maka kuman yang mungkin ada pada bahan makanan sudah benar-benar mati. Makanan yang berkuah seperti sup harus dimasak hingga mendidih untuk memastikan bahwa suhu telah mencapai 70°C. Penelitian menunjukkan bahwa memasak hingga suhu tersebut dapat membantu memastikan bahwa makanan sudah aman dikonsumsi.

Keempat, simpan makanan dalam suhu yang aman! Makanan yang sudah matang sebaiknya tidak dibiarkan dalam suhu ruangan selama lebih dari 2 jam. Oleh sebab itu, idealnya memang makanan yang sudah matang harus langsung dikonsumsi. Bila makanan tidak habis, ibu bisa menyimpannya di kulkas dengan suhu di bawah 5°C. Refrigerator atau kulkas bagian bawah biasanya memang diatur pada suhu di bawah 5°C untuk mencegah perkembangan kuman. Nah, bila kemudian makanan yang sudah disimpan tersebut akan dikonsumsi kembali, maka panaskan makanan tersebut hingga suhu di atas 60°C. Dengan menjaga suhu makanan di bawah 5°C (saat penyimpanan) atau di atas 60°C (saat memanaskannya kembali), maka pertumbuhan kuman dapat dicegah.

Ibu pasti juga sering membekukan daging di freezer bukan? Nah, mencairkan daging beku atau yang dikenal dengan proses thawing juga harus diperhatikan karena cara yang salah dapat berisiko menyebabkan perkembangbiakan kuman. Cara thawing yang pertama adalah dengan memindahkan daging dari freezer ke chiller (kulkas bawah). Cara ini bisa membutuhkan waktu 1 – 2 hari. Jadi, ibu harus memiliki perencanaan masak yang baik agar daging siap untuk diolah sesuai dengan keinginan. Cara thawing kedua adalah dengan merendam daging  dalam air dingin, namun sebelumnya simpan daging dalam kantong plastik kedap dan jangan sampai air masuk ke dalam kantong plastik tersebut. Kemudian, ganti air dingin tiap 30 menit hingga daging benar-benar sudah tidak beku. Cara ini membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam. Atau ibu bisa juga menggunakan microwave untuk melakukan thawing ini!

Langkah yang kelima untuk memastikan keamanan pangan di rumah adalah dengan menggunakan air dan bahan mentah yang juga aman. Gunakan air bersih untuk mencuci bahan makanan serta memasak.

Sumber:

Five Keys to Safer Food Manual. World Health Organization. Department of Food Safety, Zoonoses, and Foodborne Diseases. 2006.

Basics for Handling Food Safely. United States Department of Agriculture Food Safety and Inspection Service. 2013.

 

Nutrisi Prakonsepsi

 

 

 

oleh dr. Arti Indira, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Hai, Keluarga Sehat Kejora! Kali ini, kita akan membahas mengenai Nutrisi Prakonsepsi, atau nutrisi yang kita konsumsi sebelum terjadinya proses pembuahan (konsepsi). Tahukah Ayah dan Ibu bahwa makanan yang Ayah dan Ibu konsumsi dapat memengaruhi kesuburan? Ya, ternyata makanan yang Ayah dan Ibu konsumsi dapat memengaruhi bukan hanya lingkungan sel telur dan sperma terbentuk, namun juga kadar hormon yang terlibat dalam proses reproduksi, lho!

Mari kita simak sesi tanya jawab mengenai Nutrisi Prakonsepsi dengan dr. Arti Indira, MGizi, SpGK yaa..

Dok, saya pernah mendengar kalau status gizi tertentu dapat memengaruhi gangguan fertilitas. Benarkah demikian?

“Betul sekali. Seorang calon ibu yang mengalami obesitas akan menghasilkan beberapa jenis hormon (estrogen, leptin, dan androgen) yang lebih banyak. hormon-hormon ini dapat mengganggu siklus haid dan juga memengaruhi fertilitas. Sebaliknya, seorang calon ibu yang kekurangan gizi kronis juga bisa melahirkan bayi yang kecil dengan risiko kematian yang tinggi selama 1 tahun pertama kehidupan sang bayi. Seorang calon ibu yang mengalami gizi akut, misalnya pada situasi kelaparan/bencana/peperangan, dapat mengalami gangguan fertilitas, namun hal ini dapat teratasi ketika asupan sang calon ibu diperbaiki.”

Oh begitu dok.. jadi sebaiknya seorang calon Ibu betul-betul menjaga status gizinya sebelum hamil ya Dok… Nah, selain status gizi, apakah ada bahan makanan atau cara diet tertentu yang mengganggu kesuburan seseorang, Dok?

“Ya, ada. Seorang calon ibu sebaiknya memperhatikan konsumsi kafeinnya.. Asupan kafein sebanyak 300 mg sehari dapat menurunkan konsepsi (proses bersatunya sel telur dengan sperma) hingga 27%, sedangkan jika kafein ini dikonsumsi hingga 500 mg/hari, maka kemungkinan terjadinya konsepsi bisa berkurang hingga 50%.”

“Selain kafein, alkohol juga dapat menurunkan kadar estrogen dan testosterone, bahkan mengganggu siklus menstruasi. Asupan alkoholo 1-5 gelas per hari menurunkan konsepsi 39%, asupan alcohol > 10 gelas per hari menurunkan konsepsi hingga 66%.”

“Beberapa diet seperti diet vegetarian, diet dengan asupan lemak rendah dan asupan serat terlalu tinggi juga terbukti dapat memengaruhi hormon reproduksi.”

Oh begitu dok… Wah saya jadi terpikir, selain makanan atau status gizi apakah ada jenis olahraga yang dapat mengganggu kesuburan seorang calon Ibu?

“Pertanyaan yang bagus. Seorang calon Ibu yang melakukan olahraga dengan intensitas tinggi dapat mengalami gangguan hormonal ataupun metabolik. Hal ini dapat terlihat dari pubertas yang terlambat maupun siklus menstruasi yang kacau. Massa lemak tubuh yang terlalu rendah juga berkaitan dengan penurunan densitas tulang, sehingga sang calon Ibu rentan mengalami patah tulang atau osteoporosis.”

Jadi ternyata makanan dan kegiatan yang kita lakukan sangat berperan untuk mendukung terjadinya konsepsi ya dok…

“Iya, benar sekali..”

Berapa lama sebelum hamilkah sebaiknya Ayah dan Ibu Kejora menjaga nutrisi ini Dok?

“Rekomendasi nutrisi yang disarankan untuk prakonsepsi adalah 3-6 bulan sebelum terjadinya konsepsi. Sebaiknya calon ayah dan ibu melakukan diet gizi seimbang yang sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing, dengan target berat badan yang sesuai dengan indeks massa tubuh (IMT) yang normal. Jangan lupa perhatikan dan kurangi konsumsi kafein dan alkohol ya…”

Baik dok.. Dokter Arti, untuk pertanyaan terakhir, apakah ada vitamin yang harus diminum untuk menyiapkan kehamilan ini dok?

“Nah ini dia pertanyaan yang saya tunggu-tunggu. Walaupun dibutuhkan dalam jumlah yang kecil (dalam satuan microgram hingga milligram), seorang calon Ibu harus memastikan kecukupan asupan asam folat, kalsium, dan zat besi.

  • Asam folat sebanyak 400 mcg per hari, dapat mengurangi risiko cacat pada janin seperti spina bifida. Asam folat secara alami terutama terdapat dalam sayuran daun hijau gelap (contohnya bayam), buah sitrus, kacang-kacangan, legume, whole grains dan roti atau sereal fortifikasi. Apabila tidak dapat memenuhi asupan asam folat secara alami, dapat diberikan suplementasi.
  • Kalsium dalam jumlah 1000 mg dapat diperoleh dari 3 gelas @250 ml susu skim. Selain itu kalsium juga mudah didapatkan dari bahan makanan seperti yogurt rendah lemak, salmon, sardin, nasi, dan keju.
  • Zat besi juga disarankan untuk diberikan karena angka kejadian anemia di Indonesia yang cukup tinggi. Suplementasi zat besi 30-60 mg disarankan diberikan bersama dengan asam folat. Secara alami, zat besi dapat diperoleh dari sumber hewani (heme iron) seperti daging, hati ayam, ayam, dan ikan ataupun sumber nabati (non-heme iron) seperti sayuran hijau tua. Asupan bahan makanan zat besi tersebut sebaiknya dikonsumsi bersama dengan vitamin C (jeruk, kiwi, tomat, dll) sehingga akan meningkatkan penyerapan zat besi.

Wah baiklah dok, terima kasih banyak atas informasinya ya… Sangat bermanfaat sekali untuk calon Ayah dan Ibu Kejora yang berencana untuk menambah momongan.. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan ya dok…

Sama-sama, terima kasih kembali…

Editor: dr. Kristina Joy Herlambang, M.Gizi, Sp.GK

Nutrisi pada Psoriasis

 

 

 

oleh dr. Nessa Wulandari, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Ibu dan Ayah, tanggal 29 Oktober merupakan World Psoriasis Day dengan tema tahun ini: treat psoriasis seriously. Sudahkah Ibu dan Ayah mengetahui tentang penyakit ini? Mari kita mengenal lebih jauh tentang psoriasis.

Psoriasis merupakan penyakit kulit yang berkaitan dengan sistem imun tubuh. Bentuk kelainan kulit ini berupa kemerahan dan bersisik yang dapat ditemukan di kaki/tangan, wajah, kepala, dan daerah diaper rash. Tak hanya kulit, psoriasis juga dapat mengenai sendi-sendi tubuh yang menyebabkan keluhan nyeri sendi.

Sekitar 30% anak yang menderita psoriasis memiliki riwayat keluarga generasi pertama yang juga menderita psoriasis. Ibu dan Ayah juga harus tahu bahwa psoriasis dapat dipicu oleh beberapa faktor seperti infeksi, beberapa jenis obat tertentu, stres psikologik, dan luka pada kulit. Penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan antara anak yang menderita psoriasis dengan status gizi berlebih dan obesitas, oleh karena itu Ibu dan Ayah juga perlu memperhatikan pemberian nutrisi yang tepat bagi anak yang menderita psoriasis.

Untuk memudahkan dalam menyiapkan menu makanan sehari-hari, Ibu dan Ayah dapat mencontoh ‘Isi Piringku’ karena mencakup sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat yang sesuai dengan anjuran nutrisi bagi anak dengan psoriasis. Setiap kali makan, dalam 1 piring dapat diberikan ½ bagian piring yang terdiri dari sumber karbohidrat (contoh: nasi/kentang/umbi-umbian), protein dan lemak (contoh: ikan/daging/ayam, tahu/tempe), dan ½ bagian lain yang terdiri dari sayuran dan buah-buahan.

Nah, Ibu dan Ayah, pernahkah mendengar bahwa penderita psoriasis dianjurkan untuk menghindari makanan yang mengandung gluten? Berdasarkan bukti ilmiah, ternyata tidak dianjurkan pembatasan makanan dengan bahan dasar gluten bagi semua penderita psoriasis, kecuali terbukti sensitif/alergi terhadap gluten. Contoh makanan mengandung gluten adalah roti, pasta, sereal, crackers, cake, cookies.

Sumber: Pediatric Dermatology, JAMA.

Mitos dan Fakta Nutrisi selama Kehamilan

 

 

 

oleh dr. Kristina Joy Herlambang, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Keluarga Kejora, terutama para Ibu dan calon Ibu tentunya pernah mendengar saran dari keluarga dan teman mengenai nutrisi selama kehamilan bukan? Mungkin saran ini telah diteruskan turun-temurun selama beberapa generasi, atau mungkin Ibu dan calon Ibu Kejora baru saja mendengar saran baru dari seorang teman. “Selama hamil jangan makan nanas ya, nanti keguguran”, “Kalau kamu ngidam, harus diturutin loh… kalau nggak nanti anaknya ileran”, “Jangan makan pisang dempet, nanti bayinya kembar siam”, dan lain sebagainya.

Nah kali ini, Kejora akan membahas mengenai beberapa mitos dan fakta seputar nutrisi dalam kehamilan.

Bumil harus makan untuk dua orang

Secara teknis seorang ibu hamil memang makan untuk 2 orang, namun perlu diingat bahwa janin yang dihitung sebagai 1 orang masih berukuran sangat kecil. Selama bertumbuh dalam rahim Ibu, seorang janin hanya berukuran sebesar:

  • sebuah biji selasih (4 minggu) hingga sebuah jeruk nipis (13 minggu) selama trimester 1,
  • sebuah jeruk lemon (14 minggu) hingga sebongkah selada (27 minggu) selama trimester 2, dan
  • sebuah terong hingga sebuah semangka (28 – 42 minggu) selama trimester 3.

Karena ukuran janin yang jauh lebih mungil daripada Ibu, porsi makanan yang ditambahkan selama kehamilan tentunya tidak perlu sebanyak porsi untuk 2 orang dewasa. Ibu lebih baik memperhatikan kualitas makanan yang dimakan, bukan hanya kuantitas makanannya. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu merupakan bahan yang dipakai untuk pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil dalam Rahim. Pastikan kebutuhan nutrisi harian Ibu tercukupi dengan mengkonsumsi menu seimbang yang beragam.

Selama trimester dua dan tiga, Ibu hamil hanya memerlukan tambahan makanan sebanyak 300 kalori per hari. Seberapa banyak sih 300 kalori itu? Ibu dapat mencukupinya dengan mengkonsumsi sepotong ikan kukus berukuran sedang (240 kalori) dan satu buah jeruk ukuran sedang (60 kalori) atau sepotong roti sandwich telur (185 kalori) dengan segelas susu (125 kalori).