Pentingnya Nilai Keluarga dalam Mendidik Buah Hati

oleh Mellissa Catalina Trisnadi, M.Psi., Psikolog

Psikolog

 

Halo, Ayah dan Ibu Kejora!

Apakah keluarga Ayah dan Ibu memiliki nilai keluarga yang wajib dipegang teguh oleh seluruh anggota keluarga? Atau Ayah dan Ibu Kejora belum sempat memikirkan hal tersebut? Atau justru belum mengetahui ap aitu nilai keluarga? Kita kupas tuntas pada artikel berikut ini, yuk!

Nilai keluarga (family’s values) merupakan prinsip moral dan etika yang dijunjung tinggi dan menjadi dasar berperilaku anggota keluarga. Nilai-nilai keluarga melibatkan semua gagasan tentang bagaimana Ayah dan Ibu ingin menjalani kehidupan keluarga, apa yang penting dan tidak penting, apa yang baik dan buruk, apa yang benar dan salah. Seringkali nilai keluarga diturunkan dari generasi sebelumnya. Masing-masing pasangan suami istri memiliki nilai keluarga yang dibawa dari keluarganya masing-masing dan nilai itulah yang mereka ajarkan pada anak.

Bagaimana membangun nilai-nilai keluarga yang kuat dan mengajarkannya pada anak?

  1. Ketahui nilai-nilai apa yang penting dan ingin diwariskan pada buah hati.

Fokus pada karakter apa yang diinginkan dari buah hati dan buatlah daftar nilai keluarga singkat yang dapat diingat bersama.

  1. Temukan cara untuk mendiskusikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tiap anak memiliki cara belajar yang unik sehingga orang tua perlu kreatif untuk mencari cara mendiskusikan nilai-nilai keluarga. Waktu bersama keluarga adalah waktu yang tepat untuk dapat saling berbagi cerita dan mengenalkan nilai-nilai keluarga pada anak. Ceritakan pengalaman Ayah dan Bunda dalam mempraktikan nilai kejujuran, kesopanan, kebaikan, agama ataupun lainnya. Ajak buah hati berdiskusi mana yang baik dan buruk ataupun apa yang sebaiknya dilakukan. Hal ini akan merangsang buah hati untuk mengembangkan nilai keluarga yang menjadi prinsipnya dalam bertingkah laku.

  1. Gunakan aktivitas dan pola asuh yang positif untuk memperkuat nilai-nilai tersebut.

Pola asuh merupakan bagian krusial dalam menanamkan nilai. Apabila Ayah dan Bunda ingin mengajarkan nilai kemandirian, maka fasilitasi aktivitas yang mendorong buah hati untuk mandiri seperti memilih baju sendiri, memilih kegiatan yang disukainya ataupun memberi kesempatan buah hati untuk mengatur keuangannya sendiri. Tentunya hal ini juga harus disesuaikan dengan tahap perkembangan buah hati Ayah dan Bunda.

  1. Rayakan dan apresiasi setiap usaha yang dilakukan ketika mempraktikan nilai-nilai keluarga.

Berikan pujian atas pencapaian buah hati ketika berusaha mempraktikan nilai keluarga dan bimbinglah perkembangan karakter anak secara konsisten.

  1. Jadilah contoh bagi anak dan hidupi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana Ayah dan Bunda menjalani nilai keluarga merupakan cermin bagi buah hati dan buah hati akan mencontoh apa yang Ayah dan Bunda lakukan.

Apa contoh nilai keluarga?

Daftar nilai keluarga bisa jadi sangat banyak, Tergantung pada Ayah Bunda menetukan mana yang dianggap penting sebagai bekal hidup buah hati. Berikut adalah beberapa contoh nilai keluarga yang dapat diterapkan.

Nilai Sosial

Terkait dengan kedamaian, keadilan, kebebasan, kesetaraan dan membuat lingkuangan menjadi lebih baik. Contoh nilai sosial meliputi:

  • Tidak menyakiti orang lain dan membela orang yang lemah
  • Bersikap hormat dan sopan dalam berinteraksi
  • Berkontribusi secara sukarela di lingkungan
  • Bersikap murah hati

Nilai Religius

Nilai-nilai agama berpusat pada harapan yang dimiliki orang tentang diri mereka sendiri dan orang lain berdasarkan keyakinan mereka. Meskipun setiap agama memiliki keyakinannya masing-masing, ada nilai-nilai umum yang cenderung dianut oleh banyak agama. Contoh nilai agama meliputi:

  • Menunjukkan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan
  • Memperlakukan orang lain sebagaimana seseorang ingin diperlakukan
  • Terus menerus belajar dan berkembang baik secara spiritual maupun intelektual
  • Bersikap rendah hati
  • Bersikap hormat dan tanpa kekerasan

Nilai Moral

Nilai moral adalah nilai pribadi tentang apa yang menurut Anda benar dan salah. Nilai-nilai moral memberikan fondasi dari mana Anda membuat keputusan. Contoh nilai moral meliputi:

  • Jujur dan dapat dipercaya
  • Berani
  • Tidak pernah menyerah
  • Sabar
  • Mengambil tanggung jawab pribadi

Nilai Rekreasi

Nilai rekreasional mengacu pada segala sesuatu yang melibatkan kesenangan dan permainan. Rekreasi penting dalam keluarga karena menumbuhkan kedekatan dalam keluarga, kesempatan belajar, menciptakan ingatan, meningkatkan keterampilan sosial, dan mengembangkan empati. Contoh nilai rekreasional meliputi:

  • Menyediakan waktu bermain bersama keluarga
  • Mengijinkan dan mendorong setiap anggota keluarga untuk mengejar minat
  • Mengambil liburan bersama
  • Menghabiskan waktu bersama di luar bermain

Mengapa memiliki nilai keluarga penting?

Nilai-nilai keluarga merupakan cerminan dari siapa kita dan bagaimana kita menjadi orang tua. Saat menjalankan nilai-nilai itu, anak-anak kita belajar pelajaran hidup. Anak-anak belajar mengekspresikan diri, tumbuh dari kesalahan, memecahkan masalah dan mengembangkan semua kemampuan dan keterampilan yang membantu mereka menjadi anggota masyarakat yang produktif.

  • Membangun kompas moral yang kuat bagi anak

Tekanan teman sebaya dapat berdampak besar pada anak dan menjadi musuh yang mencoba menembus nilai-nilai keluarga yang telah ditanamkan. Artinya, jika seorang anak memiliki prinsip yang kuat tentang apa yang benar dan salah berdasarkan nilai-nilai yang dimilikinya, kecil kemungkinannya anak menjadi korban pengaruh yang menyimpang.

  • Pengambilan keputusan yang tepat

Nilai-nilai ini dapat melindungi dan membimbing anak-anak saat mereka mengambil keputusan. Mereka dapat menarik nilai-nilai ini untuk membantu mereka menghindari kesalahan langkah yang memiliki konsekuensi negatif bagi kehidupan mereka.

  • Pedoman dalam mendidik anak

Tantangan dunia luar merupakan musuh terbesar yang menakutkan dalam mendidik anak. Mengetahui apa yang Ayah dan Bunda yang diinginkan untuk anak-anak akan membantu dalam membesarkan anak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.

  • Memproteksi anak dari pergaulan yang buruk

Anak yang tumbuh dengan prinsip nilai keluarga yang kuat cenderung akan memilih teman-teman yang memiliki nilai yang mirip dengannya.

  • Memberi arti keluarga

Nilai keluarga akan melekatkan anak pada keluarga. Anak akan memiliki rasa memiliki dan terhubung dengan keluarga karena memiliki pandangan yang sama tentang dunia.

Kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan nilai keluarga pada anak?

Dalam teori perkembangan moral yang dikemukakan oleh Piaget dan Kohlberg, tahap awal perkembangan moral anak dimulai saat usia 4 tahun. Pada usia ini, anak sudah mulai mengenal perilaku yang baik dan buruk berdasarkan konsekuensi yang diterimanya. Menjadi catatan penting bahwa nilai-nilai keluarga perlu diajarkan sepanjang hari, setiap hari.  Seringkali mengajarkan nilai keluarga sulit untuk dijelaskan pada anak, namun nilai-nilai keluarga diturunkan melalui banyak hal yang dilihat anak, seperti sikap orang tua, bagaimana cara bekerja orang tua, dan bagaimana orang tua berelasi. Anak-anak ingin menjadi seperti orang dewasa yang menyayangi mereka. Mereka ingin memakai kacamata ibu dan sepatu ayah. Semoga Ayah dan Ibu Kejora juga dapat menentukan nilai keluarga yang tepat, ya.

Editor: drg. Rahmatul Hayati