oleh dr. Arti Indira, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Salam Sehat, Keluarga Kejora! Semoga di tengah pandemi COVID-19 ini kita semua masih tetap sehat dan semangat, ya… Semoga kita semua mendapatkan nutrisi yang optimal sehingga semua dalam kondisi yang sehat.

Bicara mengenai nutrisi, tentunya kita tidak asing dengan bahan makanan berupa susu. Seringkali kita bingung untuk mengetahui susu mana yang terbaik untuk diberikan bagi si Kecil. Susu memang memiliki peran penting dalam nutrisi anak, mulai dari bayi yang minum ASI, balita yang makan sereal dengan susu, hingga remaja yang memasukkan susu ke dalam smoothie.

Berikut adalah beberapa pilihan susu bagi anak:

  • Susu sapi murni (3,25% lemak susu) dan susu kambing yang dipasteurisasi diperkaya dengan vitamin D dan asam folat adalah susu pilihan yang cocok untuk anak-anak di bawah usia dua tahun.
  • Setelah usia dua tahun, susu kedelai yang diperkaya (fortifikasi) dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi.
  • Pilihan seperti almond, kelapa, beras, rami dan minuman nabati lainnya, tidak mengandung cukup protein dan lemak untuk memenuhi kebutuhan balita yang sedang tumbuh.
  • Sementara susu almond yang diperkaya dan minuman nabati lainnya dapat ditawarkan setelah usia dua tahun, namun tidak dihitung sebagai alternatif dari susu sapi.

Macam-macam Jenis Susu

  1. Susu Sapi: telah ada selama berabad-abad dan merupakan pilihan konsumen yang paling populer. Berasal dari kelenjar susu sapi. Perbedaan antara jenis-jenis susu sapi adalah persentase lemak yaitu whole milk, (mengandung) 2% lemak, 1% lemak, atau skim. Dari susu murni hingga susu skim, konsistensi susu menjadi lebih encer/cair dan rasanya menjadi lebih manis. Susu sapi adalah sumber protein, kalsium, dan vitamin B12. Vitamin B12 adalah nutrisi yang ditemukan secara alami dalam produk hewani yang sangat penting untuk fungsi otak, sistem saraf, dan pembentukan sel darah baru. Susu sapi adalah satu-satunya susu yang mengandung vitamin B12.
  2. Susu Almond: adalah pilihan bebas susu sapi yang dibuat dengan merendam dan menggiling almond dengan air. Susu almond mengandung tinggi magnesium, selenium, dan vitamin E. Susu almond dapat mendukung fungsi kekebalan tubuh, tulang, dan menyediakan banyak antioksidan. Untuk anak yang sensitif terhadap laktosa, susu almond adalah alternatif yang baik karena bebas laktosa dan kolesterol.
  3. Susu Kedelai: terdiri dari kedelai kering dan ditumbuk dengan air. Susu kedelai adalah sumber protein dan kalsium bagi yang memiliki intoleransi terhadap laktosa.
  4. Susu Rami/Hemp: dibuat dengan merendam benih rami dalam air dan kemudian menggilingnya. Pilihan ini lebih tinggi protein dan lemak sehat. Lemak dalam sebagian besar susu rami adalah asam lemak esensial tak jenuh seperti omega-6 dan omega-3 yang membantu membangun jaringan baru. Rami juga merupakan sumber vitamin B yang baik
  5. Susu Oat: terdiri dari gandum dan air. Susu oat mengandung tinggi serat larut dan beta-glukan. Beta-glukan sangat bagus untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.. Namun, susu gandum memiliki kandungan protein yang rendah.
  6. Susu Beras/Air tajin: dianggap paling hipoalergenik dari semua pilihan susu. Susu berat dibuat dengan merebus nasi, beras merah, atau pati beras merah. Susu ini adalah pilihan baik untuk mengontrol tekanan darah karena tingginya kadar magnesium.
  7. Santan: dibuat dengan mengambil daging bagian dalam kelapa, dididihkan dan kemudian disaring. Tekstur santan yang lebih kental, mengandung trigliserida rantai menengah (MCT) yang memberikan energi dan asam laurat untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Jika anak-anak tidak menyukai susu sapi cair, memiliki intoleransi laktosa, atau pada keluarga vegan, kandungan nutrisi yang ditemukan dalam susu sapi dapat tersedia dalam bahan makanan lain. Anak-anak masih dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka tanpa susu dengan melalui asupan makan yang terencana dengan baik termasuk makanan lain yang kaya protein, kalsium, kalium, dan vitamin A dan D. Makanan yang terbuat dari susu sapi, seperti yogurt, kefir, dan keju, juga dapat memberikan pilihan untuk memasukkan nutrisi dari susu ke dalam makanan anak bahkan jika anak itu tidak suka susu sapi cair.

Menggunakan hanya susu untuk mencapai rekomendasi kebutuhan kalsium bukanlah ide yang bijaksana. Kebutuhan kalsium dari susu baru dapat terpenuhi jika minum lebih dari tiga cangkir susu sehari. Hal ini, dapat membuat anak kekenyangan sehingga tidak mau makanan anak, yang berakibat berisiko terhadap anemia defisiensi zat besi serta ketidakseimbangan nutrisi lainnya.

Jika anak Anda lebih memilih alternatif susu non-susu, seperti susu almond atau beras, pilihlah versi yang diperkaya dengan kalsium dan vitamin D. Kemudian, Anda harus memastikan untuk menawarkan makanan lain sepanjang hari yang mengandung protein, karena sebagian besar susu-susu alternatif mengandung protein sangat rendah.

Secara umum, sebagian besar anak mendapat manfaat dari mengonsumsi susu sapi, atau produk susu sapi, setelah mereka berusia 12 bulan (jika mereka tidak memiliki alergi susu). Perlu diingat bahwa balita yang masih menyusui 2-3 kali sehari atau yang masih minum susu formula, tidak memerlukan susu sapi tambahan.

Berapa Banyak Susu yang Dibutuhkan Anak-Anak?

Hal ini tergantung dari usia dan kebutuhan anak, tetapi rekomendasi yang biasa adalah:

1 hingga 2 tahun         : 2 gelas susu setiap hari

Usia 3 tahun ke atas    : 3 gelas susu setiap hari

Editor: dr. Kristina Joy Herlambang, M.Gizi, Sp.GK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *