oleh dr. Anesia Tania, SpKK

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

 

Halo Sahabat Kejora..

Sahabat Kejora mungkin sudah sering mendengar istilah darah manis. Istilah ini seringkali diberikan pada anak ataupun orang dewasa yang kulitnya rentan gatal-gatal, sampai memiliki bekas luka yang susah hilang. Dalam dunia medis, kondisi “darah manis” ini dikenal sebagai prurigo.

Apa sih yang dimaksud dengan prurigo, atau darah manis?

Prurigo adalah bintil-bintil yang biasanya muncul pada kulit bagian lengan bawah, dahi, pipi, perut, dan bokong. Benjolan ini dapat membuat kulit terasa sangat gatal. Karena rasa gatal yang sangat hebat, biasanya lesi akan digaruk sampai luka, sehingga memicu peradangan terus-menerus. Pada area di mana kulit mengalami peradangan dalam waktu yang lama, akan terjadi penambahan jumlah melanin di bawah kulit yang merupakan respon alami sistem kulit. Melanin yang bertambah inilah yang membuat bekas hitam di kulit, sayangnya bekas hitam ini sulit hilang. Penyakit ini tidak berbahaya, tetapi terkadang membuat risih, tidak nyaman, bahkan menimbulkan rasa tidak percaya diri.

Apakah prurigo bisa sembuh atau akan muncul lagi?

Penyebab prurigo belum diketahui secara pasti. Kondisi ini biasanya diturunkan dan didasari oleh penyakit seperti dermatitis atopik. Rasa gatal biasanya timbul terutama di malam hari atau saat menggunakan pakaian yang bahannya dapat memicu gatal atau ketika berkeringat. Kondisi ini juga dapat dipicu oleh beberapa hal seperti gigitan serangga, eksim, pemakaian produk kulit yang mengiritasi. Semakin digaruk, saraf-saraf kulit akan menjadi semakin sensitif dan memicu gatal yang berkepanjangan. Garukan juga menimbulkan infeksi luka, sehingga akan semakin parah dan meninggalkan bekas luka yang susah hilang.

Prurigo tidak bisa sembuh, namun bisa dikontrol dengan cara:

  1. Menjaga kelembapan kulit – hindari mandi air panas, pakai sabun yang mengandung pelembap dan gunakan pelembap khusus kulit sensitif yang tidak mengandung pewangi
  2. Hindari menggunakan bahan kimia yang mengandung pewangi seperti minyak kayu putih atau balsam
  3. Mencegah gigitan serangga – memakai baju yang menutupi lengan dan tungkai dan berbahan tipis dan menyerap keringat. Gunakan insect repellant bila perlu.
  4. Hindari menggaruk kulit yang terasa gatal – menggunakan sarung tangan saat tidur, menggunakan kompres dingin di area kulit yang gatal
  5. Gunting kuku anak sehingga tidak menyebabkan luka garukan
  6. Konsultasi ke SpKK untuk diberikan obat minum dan salep anti iritasi yang dapat mengurangi rasa gatal dan antibiotik apabila ada luka yang terinfeksi. Selain itu perlu disingkirkan juga kemungkinan penyakit lain seperti skabies (kutu) atau infeksi jamur.

 

Bagaimana cara menghilangkan bekas kehitaman pada prurigo?

Bekas kehitaman pada prurigo akan pudar dengan sendirinya apabila tidak muncul lesi baru. Hindari menggunakan produk yang iritatif seperti scrub pada kulit anak. Gunakan pelembap khusus kulit sensitif dan mengandung anti inflamasi. Apabila bekas kehitaman sangat menggangu, dapat konsultasi ke SpKK untuk pemakaian produk anti hiperpigmentasi yang mengandung AHA, azaleic acid, arbutin, vitamin C, niacinamid atau hidroquinon yang disesuaikan dengan kondisi kulit anak. Hati-hati ketika memakai produk pencerah over the counter karena dapat memicu rasa gatal kembali.

2586total visits,16visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *