oleh dr. Darrel Fernando, Sp.OG

Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi

 

Kehamilan adalah sebuah proses luar biasa yang menyebabkan perubahan pada ibu, perkembangan janin, dan dinamika keluarga. Oleh sebab itu kehamilan harus direncanakan dan dipersiapkan dengan optimal. Berikut beberapa tips untuk merencanakan kehamilan dengan baik.

 

Waktu Program Hamil

  • Diskusikan dengan pasangan kapan waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan kehamilan. Terkadang ada pasangan yang ingin langsung memiliki keturunan setelah menikah, ada yang ingin menunda. Sesuaikan dengan kondisi rumah tangga masing-masing dan jangan terbebani tekanan sosial.
  • Kenali kondisi tubuh masing-masing. Kehamilan akan lebih mudah dicapai dan lebih baik bila kondisi istri dan suami sehat, baik secara jasmani maupun mental-emosional. Jika ada kondisi medis atau riwayat penyakit sebelumnya, sebaiknya kondisi tersebut diatasi atau dikontrol terlebih dahulu dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan.
  • Asupan nutrisi yang baik dan seimbang tentunya juga akan mendukung terjadinya pembuahan, mempengaruhi pembentukan janin dan dapat mengurangi risiko penyakit pada ibu maupun janin selama masa kehamilan.

 

Hubungan Seksual saat Program Hamil

  • Waktu berhubungan seksual yang dianjurkan pada saat program hamil adalah setiap 2-3 hari.
  • Posisi berhubungan seksual & pencapaian orgasme pada perempuan tidak berhubungan dengan keberhasilan kehamilan.

 

Gaya Hidup saat Program Hamil

  • Selama program hamil, makanan sebaiknya bergizi lengkap dan seimbang (lihat contoh Isi Piringku). Kurangi konsumsi makanan instan, makanan yang banyak zat oksidatif seperti makanan yang banyak bagian gosongnya. Pilihlah jenis makanan yang berasal dari bahan makanan segar sehingga memiliki kandungan nutrisi tinggi, dengan memperhatikan porsi setiap jenis zat makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin dan mineral), dan jangan lupa untuk memperhatikan asupan cairan dan melakukan aktivitas fisik.
  • Salah satu suplementasi yang dianjurkan pada saat program hamil adalah asam folat. Ibu hamil dapat mengonsumsi bahan makanan sumber yang mengandung asam folat tinggi seperti edamame, sayuran berdaun hijau seperti bayam atau selada, brokoli, alpukat, mangga, jeruk, jagung manis, kacang-kacangan dan biji-bijian.
  • Suplementasi vitamin lainnya harus dipertimbangkan terutama pada ibu malnutrisi dan ibu yang sering mengalami mual dan muntah sehingga asupannya berkurang. contoh: kalsium, zat besi, vitamin B6, vitamin D, seng, dll.
  • Ibu hamil harus memperhatikan berat badan sebelum hamil, serta rutin memperhatikan kenaikan berat badan selama kehamilan. Kenaikan berat badan yang terlalu berlebihan atau kurang akan berisiko pada kesehatan ibu dan janin.
  • Upayakan gaya hidup sehat. Kebiasaan seperti merokok (termasuk rokok elektrik) dan konsumsi alkohol sebaiknya dihentikan pada istri dan suami pada saat program hamil. Konsumsi kafein dibatasi menjadi 1-2 gelas per hari.

 

 

Kapan Harus Program Hamil ke Dokter?

  • Sekitar 50% pasangan baru menikah akan hamil dalam 6 bulan pertama, dan 80% akan hamil dalam 1 tahun pertama pernikahan.
  • Bila sudah 1 tahun menikah dan berhubungan seksual rutin tanpa menggunakan kontrasepsi dan belum hamil, kondisi ini disebut infertilitas. Infertilitas terjadi pada sekitar 1 dari 7 pasangan (sekitar 15%).
  • Penyebab infertilitas adalah 30-40% faktor perempuan, 30% faktor laki-laki, dan 30% tidak diketahui penyebabnya.
  • Dianjurkan untuk program hamil ke dokter kandungan, bila:
    1. Sebelum 1 tahun: usia > 35 tahun, terdapat riwayat gangguan haid, perdarahan, nyeri haid hebat pada perempuan
    2. Setelah 1 tahun berhubungan seksual rutin tanpa menggunakan kontrasepsi.

  

Editor: @dr.kristinajoy

 

https://www.nhs.uk/common-health-questions/pregnancy/how-can-i-increase-my-chances-of-getting-pregnant/

https://www.rcog.org.uk/en/patients/fertility/problems/

https://www.nhs.uk/conditions/infertility/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *