oleh dr. Nessa Wulandari, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

 

Hai ibu sehat Kejora, pernahkah/sedang atau khawatir produksi ASI berkurang atau sedikit? Yuk, kita belajar tentang apa saja sih faktor-faktor yang memengaruhi produksi ASI.  

Produksi ASI melalui 2 proses terkait yaitu rangsangan hormon-hormon, juga stimulasi isapan bayi/let-down reflex (juga pengosongan payudara dengan perah ASI). Produksi ASI juga dapat dipengaruhi faktor psikologis ibu seperti rasa cemas, stres, kelelahan.  

Nutrisi ibu sebelum, selama hamil, juga selama menyusui akan memengaruhi kualitas dan jumlah ASI yang dikeluarkan. Selama menyusui, ibu memerlukan 2300–2400 kkal/hari dengan komposisi sumber hidrat arang, protein, lemak, vitamin, mineral, serat yang seimbang.

Selama ibu menyusui, ibu memerlukan total sekitar 2300–2400 kkal per hari yang dapat dibagi menjadi 5–6 kali makan (makan utama dan selingan/snack). Kebutuhan protein ibu menyusui juga akan meningkat, sehingga membutuhkan total sekitar 76 g protein setiap harinya.

Bagi ibu yang sedang menyusui, disarankan konsumsi cairan 2–3 liter per hari yang dapat diperoleh dari makanan (sup) dan minuman.

Galaktogogue adalah zat/substansi yang dipercaya membantu merangsang, mempertahankan, meningkatkan produksi ASI. Nah, galaktogogue bisa dibedakan dari jenisnya yaitu farmakologis (obat-obatan) dan alami. Konsumsi galaktogogue yang berasal dari obat-obatan tentu saja harus berdasar atas konsultasi dengan dokter, ya ibu..  

Galaktogogue alami contohnya fenugreek, shavatari (asparagus), goat’s rue, milk thistle, anise basil, blessed thistle, biji fennel, alfalfa. Di Indonesia, khususnya di daerah Batak dikenal daun bangun-bangun (atau torbangun), di daerah Jawa umumnya menggunakan daun katuk, sedangkan di Sulawesi Utara seringkali menggunakan jantung pisang untuk meningkatkan produksi ASI.

Fenugreek (Trigonella foenum-graecum) termasuk kacang-kacangan (pea family). Fenugreek telah dikenal sebagai booster ASI sejak tahun 1945. Mekanisme kerjanya belum diketahui, namun fenugreek dapat memengaruhi produksi ASI dengan merangsang produksi payudara. Pada penelitian 1200 ibu yang menggunakan fenugreek, dilaporkan peningkatan produksi ASI dalam 24–72 jam setelah pemberian.

Daun katuk (Sauropus androgynus) banyak digunakan secara tradisional di Indonesia. Suatu penelitian menunjukkan kenaikan produksi ASI sebanyak 50,7% lebih banyak pada ibu yang mengonsumsi ekstrak daun katuk dibandingkan kelompok ibu yang tidak mengonsumsi daun katuk.

Ibu sehat Kejora, setelah mempelajari tentang faktor-faktor yang memengaruhi produksi ASI, alangkah baiknya sebelum mengonsumsi galaktogogue, sebaiknya kembali memperhatikan apakah teknik menyusui sudah benar, apakah ada kelainan/gangguan dari payudara ibu maupun si Kecil, juga faktor-faktor lain yang dapat menjadi penyebab kurangnya produksi ASI (misal aspek psikologis). Ibu sehat Kejora, hingga kini, belum ada rekomendasi penggunaan sumber-sumber bahan alami/herbal di atas sebagai galagtogogue.

Sumber:

Modern Nutrition in Health and Disease, Krause’s Food & Nutrition Therapy

IDAI, Journal of Human Lactation, The Annals of Pharmacotherapy

312total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *