oleh dr. Arti Indira, M.Gizi. Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Halo Keluarga Kejora…

Probiotik atau seringkali dikenal sebagai bakteri “baik” adalah mikroorganisme hidup yang jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat akan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan. Probiotik secara alamiah terdapat dalam jenis makanan tertentu seperti berbagai produk susu fermentasi seperti yogurt, kefir, aneka minuman probiotik (contoh: Yakult); sayuran hasil fermentasi seperti acar dan kimchi, dll. Selain itu, probiotik juga terdapat dalam bentuk suplemen berupa pil atau serbuk.

Apakah probiotik harus diberikan dalam asupan makan harian untuk anak?

Memberikan probiotik pada anak memang tidak terbukti membahayakan kesehatan anak, namun tidak terlalu bermanfaat untuk anak dengan kondisi kesehatan yang baik. Probiotik akan bermanfaat pada anak-anak dengan kondisi tertentu, misalnya:

  • Probiotik dapat mencegah infeksi patogen (bakteri yang merugikan kita) yang menyebabkan diare. Salah satu penelitian yang melibatkan bayi usia 4-10 bulan pada tahun 2005 mendapatkan hasil bahwa bayi yang diberikan probiotik selama 12 minggu memiliki durasi diare yang lebih singkat dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi probiotik.
  • Probiotik pada bayi usia 3 bulan pertama dapat mencegah kolik, konstipasi dan refluks.
  • Probiotik lebih baik dari plasebo dalam menurunkan kejadian dan durasi infeksi saluran napas atas. Pada penelitian tahun 2015, penggunaan antibiotik dan absensi dari sekolah juga berkurang pada anak-anak yang mendapatkan probiotik
  • Penelitian lain menunjukkan bahwa probiotik yang diberikan pada ibu hamil dan menyusui dapat menurunkan kejadian eksim dan alergi pada bayinya.

Namun pemberian probiotik juga memiliki risiko infeksi pada anak dengan sistem imun yang kompromais, kanker ataupun bayi prematur. Selain itu, pemberian probiotik memiliki efek samping perut yang bergas dan kembung.

Probiotik alami vs suplemen?

Probiotik alami tentu saja disarankan untuk diberikan pada anak, misalnya dengan memberikan yogurt sebagai bagian dari asupan makan harian. Namun seringkali probiotik dalam makanan tidak bisa bertahan pada proses pembuatan dan penyimpanan sehingga anak tidak mendapatkan probiotik alami secara utuh. Begitu juga pemberian probiotik suplemen. Tidak semua produk mengandung bakteri dalam bentuk dan jumlah yang dibutuhkan oleh anak.

Untuk pemberian probiotik yang sesuai, beberapa pertanyaan ini dapat anda tanyakan ke dokter mengenai pemberian suplementasi probiotik untuk anak:

  • Apa manfaat probiotik untuk anak anda?
  • Berapa lama probiotik diberikan untuk dapat memberikan manfaat ?
  • Jika tidak melihat manfaat pada anak, apakah boleh dihentikan?
  • Berapa dosis yang dibutuhkan anak?
  • Merk yang direkomendasikan?

Editor: dr. Kristina Joy Herlambang, M.Gizi, Sp.GK

391total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *