oleh dr. Meutia Ayuputeri, MRes, IBCLC

Dokter umum, Konselor menyusui

Pemberian donor ASI tidak semudah yang terlihat pada masyarakat umum. ASI adalah bahan makanan unik yang dihasilkan seorang ibu untuk bayinya. Hal utama dan paling penting dalam proses menyusui adalah Air Susu Ibu atau yang biasa dikenal dengan ASI (Mother’s Own Milk, MOM) harus diberikan pada bayi sesuai dengan kebutuhannya. Sebagian besar Ibu menyusui dapat memproduksi ASI yang cukup pada bayinya. Apabila hal ini tidak dapat tercapai, barulah dipertimbangkan penggunaan ASI donor.

Penggunaan ASI donor memiliki beberapa risiko seperti; penularan penyakit yang dapat menyebar melalui darah, ASI terkontaminasi bakteri atau zat dan obat-obatan berbahaya, serta ASI mengandung komponen genetik seorang Ibu donor sehingga dapat menurunkan komponen genetik ini pada anak resipien ASI.

Secara ideal, proses donor – resipien ASI dilakukan melalui Bank ASI. Seperti halnya proses donor – resipien darah melalui PMI ( Palang Merah Indonesia). Hanya saja di Indonesia belum ada sistem bank ASI yang memadai. Pendonoran ASI banyak dilakukan secara informal dari donor ke resipien.

Apabila seorang Ibu ingin mencari donor ASI untuk bayinya, sebaiknya secara medis mengetahui beberapa kondisi dari Ibu pemberi donor ASI untuk memastikan kondisi Ibu tersebut dalam keadaan baik.

Berikut beberapa hal yang perlu anda ketahui :

  • Ibu pemberi donor telah terbukti bebas dari penyakit menular yang berasal dari darah seperti Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, serta HTLV
  • Pastikan ASI Donor ​dipasteurisasikan sebelum diberikan pada bayi. Salah satu cara pasteurisasi adalah dengan metode holder dimana ibu bisa merendam ASI Donor dalam suhu air 62.5 derajat selama 30 menit. Metode ini dapat membunuh virus HIV
  • Ibu pemberi donor ASI tidak sedang menjalani kemoterapi atau terapi radiasi. Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi jaringan dalam 12 bulan terakhir
  • Tidak minum obat-obatan tertentu dan memberikan informasi obat serta jenis vitamin yang sedang dikonsumsi

Bagi Ibu menyusui yang berniat mendonorkan ASInya, pastikan ASI anda sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan anak anda sendiri. Jaga kebersihan alat pompa dan wadah penyimpan ASI. Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, sebelum dan sesudah memerah ASI. Usia bayi donor dan resipien diusahakan sedekat mungkin. Pertimbangan-pertimbangan sosial lain seperti jenis kelamin bayi, diet ibu dikembalikan kepada masing-masing donor – resipien.

Editor : drg. Annisa Sabhrina

Sumber:

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/donor-asi

262total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *