oleh dr. Paramita Khairan, SpPD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Halo, Keluarga Kejora! Tidak terasa ya, sudah lebih dari dua bulan sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia. Ayah dan Ibu Kejora pasti sudah mengetahui saat ini belum ada vaksin untuk mencegah penyakit ini. Ayah dan Ibu Kejora mungkin juga bertanya-tanya, “Apakah ada suplemen yang dapat dikonsumsi untuk mencegah penyakit ini?”. Salah satu suplemen yang banyak dipertanyakan oleh masyarakat adalah vitamin C. Bagaimana sebenarnya faktanya? Apakah konsumsi suplemen vitamin C dapat mencegah COVID-19?

Vitamin C adalah mikronutrien penting yang berperan sebagai antioksidan dan telah terbukti dapat mencegah terjadinya berbagai kanker. Vitamin C secara alami bisa didapatkan dari konsumsi buah dan sayuran seperti jeruk, anggur, kiwi, tomat, brokoli, dan bayam. Kadar vitamin C yang diperoleh dari mengonsumsi 5 porsi buah dan sayuran per hari adalah sebesar 200 mg; cukup untuk kebutuhan tubuh kita, karena kadar vitamin C minimal yang kita butuhkan adalah 100-120 mg/hari. Lalu, apakah suplemen vitamin C dalam bentuk tablet ataupun injeksi berguna dalam mencegah infeksi? Ada sebuah literatur yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai penelitian mengenai hubungan antara suplemen vitamin C dengan common cold alias batuk pilek. Ternyata, literatur tersebut menyimpulkan tidak adanya peran yang bermakna dari konsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi (dosis 200 mg atau lebih) dalam mencegah timbulnya common cold. Selain itu, diketahui pula bahwa tidak terdapat hubungan antara konsumsi suplemen vitamin C dengan tingkat keparahan dan lama infeksi common cold, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Kemudian, bagaimana sih pengaruh suplemen vitamin C pada pasien-pasien COVID-19? Mengingat bahwa penyakit ini masih sangat baru, maka berbagai obat dan suplemen yang berpotensi dapat meringankan dan/atau menyembuhkan penyakit ini, masih sedang diteliti, sehingga belum dapat ditarik suatu kesimpulan. Salah satu penelitian yang akan dilakukan adalah sebuah penelitian di Amerika Serikat yang memberikan vitamin C melalui infus pada pasien COVID-19 dewasa yang tergolong berat. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah suplementasi vitamin C dapat membantu menurunkan jumlah kematian dan menurunkan tingkat keparahan pasien COVID-19. Sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang menganalisis peran suplemen vitamin C untuk mencegah COVID-19. Oleh karena itu, belum diketahui apakah konsumsi suplemen vitamin C dapat mencegah seseorang tertular dan terinfeksi COVID-19. Semoga hasil penelitian-penelitian yang sedang berlangsung nantinya membawa kabar baik untuk kita semua ya, Keluarga Kejora!

Nah, sembari menunggu hasil penelitian vaksin yang dapat mencegah penyakit COVID-19, Keluarga Kejora tetap dapat menerapkan prinsip hidup sehat seperti tidur cukup, menjaga kebersihan diri dan tempat tinggal, makan makanan yang bergizi dan seimbang, melakukan physical distancing, selalu memakai masker apabila terpaksa bepergian, dan rajin mencuci tangan dengan cara yang benar.

Sehat selalu ya, Keluarga Kejora!

Editor: drg. Dinda Laras Chitadianti

Referensi

  1. Hemilä, H. Vitamin C and infections. Nutrients 2017;9(339):1-28
  2. Hemilä H, Chalker E, Treacy B, Douglas B. Vitamin C for preventing and treating the common cold. Cochrane Database of Systematic Reviews. In: The Cochrane Library, Issue 3, Art. No. CD000980. DOI: 10.1002/14651858.CD000980.pub1
  3. Kashioris MG. Early infusion of Vitamin C for treatment of novel COVID-19 acute lung injury (EVICT-CORONA-ALI). ClinicalTrials.gov
  4. National Institutes of Health. Vitamin C- fact sheet for health professionals. Available at https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-HealthProfessional/#h3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *