oleh dr. Sunita

Dokter Umum

 

Halo keluarga Kejora! Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang anak dapat terjatuh dan mengalami luka ringan. Tahukah Ayah dan Ibu tentang cara merawat luka yang benar? Apakah mengoleskan minyak tradisional maupun minyak esensial pada luka tersebut dapat membantu penyembuhannya? Pembahasan berikut ini akan menjawab kedua pertanyaan tersebut.

 

Luka merupakan suatu kondisi yang umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Luka terjadi akibat kerusakan jaringan kulit dan gangguan fungsi kulit sebagai salah satu pertahanan tubuh. Jika suatu bagian tubuh mengalami luka, maka respons tubuh terhadap luka tersebut adalah memulai proses penyembuhannya, mulai dari pembekuan darah, pembentukan fibrin, sampai dengan pembentukan jaringan parut. Penyembuhan luka dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain penyebab terjadinya luka, status gizi, adanya penyakit penyerta (seperti diabetes, penyakit autoimun), lokasi, dan ukuran luka. Selain itu, usia juga mempengaruhi lama penyembuhan luka. Penyembuhan luka pada anak pada umumnya lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu, produksi kolagen dan elastin pada proses penyembuhan luka anak juga lebih banyak.

 

Penanganan luka meliputi beberapa hal, antara lain: menghentikan perdarahan, mencegah terjadinya infeksi dan pengenalan tanda infeksi, serta membalut luka. Penghentian perdarahan dapat dilakukan dengan melakukan penekanan langsung pada bagian yang luka. Hal ini tentu dengan memperhatikan kebersihan agar luka tidak terinfeksi. Pencegahan infeksi juga dilakukan dengan membersihkan luka dengan air dan larutan antiseptik, serta membersihkan kulit di sekitar luka dengan air dan sabun. Dalam proses penyembuhannya, luka perlu dievaluasi secara rutin apakah terdapat tanda-tanda infeksi, yaitu terdapat bengkak, kulit di sekitar luka teraba lebih panas dibandingkan dengan kulit pada bagian lain, kemerahan,nyeri, dan ada atau tidaknya nanah. Jika terdapat tanda-tanda infeksi tersebut, segera periksakan kondisi luka ke dokter untuk dilakukan penanganan yang meliputi pembersihan luka dengan lebih seksama dan pemberian antibiotik untuk meredakan infeksi. Cara membalut luka bergantung pada jenis dan kapan luka terjadi. Jika luka baru terjadi dan telah dibersihkan dengan baik, maka dapat dibalut tertutup (misalnya dengan kasa dan plester atau plester saja jika lukanya kecil). Luka akibat benda asing atau gigitan binatang, sebaiknya dibiarkan terbuka. Luka yang bernanah, sebaiknya dibalut dengan kasa lembab dan balutannya diganti secara berkala.

 

Lalu, bagaimana dengan mengoleskan luka dengan minyak tradisional atau minyak esensial yang banyak beredar di pasaran? Meskipun minyak tradisional ini banyak digunakan untuk mengobati luka dalam masyarakat, belum ada penelitian ilmiah yang menjelaskan perannya dalam mengobati luka. Sejauh ini, pendapat mengenai penggunaan minyak tradisional pada luka masih berdasarkan pengalaman dan pengamatan. Hal serupa juga berlaku untuk minyak esensial. Terdapat pendapat bahwa minyak esensial yang mengandung bahan tertentu (seperti lavender, chamomile Jerman) dapat membantu penyembuhan luka, namun penelitian yang menjelaskan peran kandungan tersebut secara ilmiah dalam penyembuhan luka masih terbatas pada hewan coba dan belum teruji meyakinkan secara klinis.

 

Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk Ayah dan Ibu dalam menangani luka ringan! Salam sehat Kejora!

 

Sumber:

http://www.ichrc.org/932-prinsip-perawatan-luka

Kerr, J. The use of essential oils in healing wounds. The International Journal of Aromatherapy. 2003; 12 (4): 202-206.

HSE National Wound Management Guidelines 2018.(https://www.hse.ie/eng/services/publications/nursingmidwifery%20services/wound-management-guidelines-2018.pdf)

 

 

 

183total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *