oleh dr. Sunita

Dokter Umum

Halo Keluarga Kejora! Tahukah Anda bahwa ibu hamil perlu menjalani pemeriksaan tes toleransi glukosa oral (TTGO)? Apa tujuan dan makna dari pemeriksaan tersebut? Apakah TTGO perlu dijalani oleh semua ibu hamil? Yuk, kita simak pembahasan lebih lanjut tentang pemeriksaan ini.

Tes toleransi glukosa oral (TTGO) merupakan suatu pemeriksaan untuk mengetahui respons tubuh terhadap pemberian glukosa (gula sederhana). TTGO pada ibu hamil dilakukan sebagai penapisan (skrining) diabetes gestasional, yakni suatu jenis diabetes yang pertama kali ditemukan pada saat hamil.

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada usia kehamilan 24-28 minggu pada semua ibu hamil. Namun, pada ibu hamil dengan faktor risiko menderita diabetes gestasional, penapisan diabetes gestasional dapat dilakukan lebih awal atau sesuai petunjuk dokter yang merawat. Faktor risiko yang dimaksud antara lain:

  • obesitas
  • riwayat diabetes gestasional di kehamilan sebelumnya
  • riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir >4000 g
  • riwayat keluarga dengan diabetes

Penapisan diabetes gestasional perlu dilakukan karena adanya risiko kesehatan terhadap ibu dan risiko kesehatan terhadap bayi dalam kandungan. Risiko kesehatan terhadap ibu mencakup kemungkinan bayi dengan berat lahir besar yang akan mempengaruhi cara persalinan, perlunya induksi persalinan, atau persalinan dengan operasi Caesar. Beberapa risiko kesehatan bayi yang dapat terjadi adalah cedera saat proses persalinan, dilahirkan prematur, dan mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) setelah dilahirkan.

Sebelum pemeriksaan tes toleransi glukosa oral dilakukan, Ibu akan diminta untuk puasa 8-12 jam. Kemudian, Ibu akan meminum air gula yang berisi 75 gram glukosa dalam 200 ml air yang diberikan pemeriksa. Selanjutnya, pemeriksa akan mengambil sampel darah melalui pembuluh darah vena (bukan melalui penusukan di ujung jari) setelah 1 dan 2 jam pemberian air gula.

Ibu mungkin didiagnosis dengan diabetes gestasional jika salah satu kondisi berikut ini ditemukan:

  • Gula darah puasa ≥ 92 mg/dL
  • Gula darah setelah 1 jam pemberian 75 g glukosa ≥ 180 mg/dL
  • Gula darah setelah 2 jam pemberian 75 g glukosa ≥ 153 mg/dL

Jika Ibu didiagnosis dengan diabetes gestasional, maka dokter yang merawat akan merencanakan tata laksana yang dapat melibatkan dokter spesialis kebidanan, penyakit dalam, gizi klinik, dan spesialis anak. Tujuan dari pengobatan multidisiplin tersebut adalah untuk mempertahankan gula darah puasa < 95 mg/dL dan gula darah 2 jam setelah makan <120 mg/dL serta mengantisipasi segala hal yang perlu dipersiapkan untuk mengoptimalkan proses kehamilan. Selain itu, pada Ibu yang terdiagnosis dengan diabetes gestasional, pemantauan gula darah perlu dilakukan hingga 6-12 minggu setelah persalinan dan setiap 3 tahun selama seumur hidup. Hal tersebut bermanfaat untuk menilai kemungkinan perkembangan kondisi menjadi diabetes melitus tipe 2.

Jadi, pemeriksaan TTGO pada wanita hamil sangat penting dilakukan. Konsultasikan selalu hasil pemeriksaan dan riwayat kesehatan Ibu dengan dokter yang merawat. Dengan demikian, penapisan diabetes gestasional dapat dilakukan dengan akurat dan memiliki makna dalam menilai risiko penyakit diabetes pada kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat.

Salam sehat Kejora!

Sumber:

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. 2013.
NICE Guidelines. Gestational diabetes: risk assessment, testing, diagnosis and management. 2019. 
American Diabetes Association. 2. Classification and diagnosis of diabetes: Standards of Medical Care in Diabetes. 2018. Diabetes Care 2018;41(Suppl. 1):S13–S27

222total visits,4visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *