oleh dr. Kristina Joy Herlambang, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

 

Salam sehat, Keluarga Kejora!

 

Selama ini kita sudah sering mendengar atau membaca bagaimana sebaiknya kita menjaga kesehatan: dengan keseimbangan nutrisi yang baik, aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup. Mungkin banyak dari kita yang juga sudah pernah mendengar berapa banyak air yang harus kita konsumsi setiap hari, bukan? Ya, untuk seorang dewasa dianjurkan untuk minum sedikitnya 8 gelas cairan sehari. Untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang, manusia memang membutuhkan tidak hanya makanan yang bergizi, namun juga air yang cukup.

 

Jumlah sebanyak 8 gelas ini tidak harus berasal dari air putih saja, namun juga dari sayuran dan buah-buahan yang mengandung banyak air seperti selada, tomat, semangka, lemon, berry, jeruk, dan timun. Ingat, walaupun jus buah juga merupakan alternatif untuk mendapatkan kebutuhan cairan harian, jus buah yang seringkali dijual di swalayan mengandung banyak gula tambahan atau pemanis buatan. Selain itu, minuman yang seringkali dipasarkan untuk kesehatan seperti minuman ion juga seringkali memiliki kandungan gula dan pemanis buatan yang tidak kalah banyak dibandingkan dengan minuman soda.

 

Tahukah Ayah dan Bunda, manusia dapat bertahan hidup selama lebih dari 3 minggu tanpa makanan sama sekali, sedangkan hanya mampu bertahan hidup 3 hari tanpa air! Tentu saja banyak faktor seperti kebutuhan cairan individual yang dipengaruhi usia dan berat badan, seberapa banyak konsumsi cairan dan pemakaian cairan tubuh, suhu dan aktivitas fisik.

 

Sebenarnya, seberapa pentingkah air? Apa efek yang akan kita rasakan ketika kita dehidrasi? Apakah dehidrasi berbahaya?

 

Sebanyak 60% tubuh manusia terdiri dari air, dan setiap sel tubuh kita membutuhkan air untuk berfungsi optimal. Apa saja sih, alasan air penting untuk tubuh kita?

 

1. Produksi Air Liur (Saliva)

Air adalah komponen utama penyusun air liur. Saliva mengandung sedikit garam elektrolit, lendir, dan enzim. Saliva dibutuhkan untuk memecahkan makanan padat dan mempertahankan kesehatan mulut. Tubuh kita dapat memproduksi saliva yang cukup jika konsumsi cairan kita cukup. Produksi saliva akan menurun seiring dengan bertambahnya usia, juga beberapa jenis obat-obatan atau terapi.

 

2. Mengatur Suhu Tubuh

Ketika kita melakukan aktivitas fisik dan berada pada lingkungan yang panas, tubuh kita akan berkeringat. Keringat ini juga merupakan cara untuk mempertahankan suhu tubuh tetap dingin. Ketika kita tidak cukup minum air, suhu tubuh kita dapat meningkat dan kadang-kadang terasa seperti demam. Jadi, saat melakukan aktivitas fisik yang mengeluarkan keringat lebih banyak daripada biasanya, kita harus memastikan cukup mengonsumsi air supaya tidak terjadi dehidrasi.

 

3. Air berfungsi untuk lubrikasi/pelumas yang melindungi jaringan, persarafan tulang  belakang, dan persendian.

Konsumsi air yang cukup akan menyediakan cairan yang cukup untuk melindungi bagian persendian, saraf tulang belakang, dan jaringan. Pelumas yang cukup akan mendukung kegiatan aktivitas fisik dan mengurangi rasa tidak nyaman pada kondisi seperti radang sendi.

 

4. Tubuh kita menggunakan air untuk membuang sisa metabolisme melalui pernafasan, urin, dan buang air besar.

Ketika kita berkeringat, kita membutuhkan air untuk menggantikan cairan yang terbuang dari keringat. Air yang cukup juga diperlukan untuk mencegah konstipasi (sembelit) sehingga bisa buang air besar teratur. Organ ginjal kita juga menggunakan air untuk proses filtrasi. Cukup air akan membantu kerja ginjal dan mencegah terbentuknya batu ginjal

 

5. Air memaksimalkan performa fisik

Konsumsi air yang cukup selama aktivitas fisik atau olahraga sangat penting. Atlit dapat mengalami kehilangan cairan 6-10% dari nerat badannya selama melakukan aktivitas fisik. Air yang cukup akan mempengaruhi kinerja otot, kekuatan dan ketahanan seseorang dalam melakukan aktivitasnya. Olahraga dengan intensitas tinggi seperti basket memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadi dehidrasi. Olahraga intensitas tinggi di tengah udara dan cuaca panas, tanpa konsumsi air dapat berdampak serius: tekanan darah rendah dan hipertermia (suhu tubuh yang meningkat). Dehidrasi ekstrim dapat menyebabkan kejang dan bahkan kematian.

 

6. Mencegah konstipasi

Mengonsumsi sayur dan buah-buahan untuk sumber serat bukanlah satu-satunya cara untuk mencegah konstipasi/sembelit. Konsumsi air yang cukup juga sangat penting untuk kelancaran saluran cerna: air yang cukup akan membantu pergerakan makanan dalam usus. JIka Ayah atau Ibu mengalami sembelit, cobalah untuk mengonsumsi air terlebih dulu.

 

7. Membantu proses pencernaan

Air yang diminum saat sebelum, sesudah maupun pada saat makan, dapat membantu tubuh untuk memecahkan makanan lebih mudah. Dengan demikian, zatgizi yang berasal dari bahan makanan juga akan diserap tubuh dengan lebih efektif.

 

8. Membantu absorpsi zat gizi

Selain membantu proses pemecahan makanan, air juga membantu kelarutan vitamin dan mineral dari bahan makanan yang kita konsumsi. Setelah itu, air juga membantu menghantarkan komponen vitamin ini ke seluruh tubuh.

 

9. Menjaga berat badan

Beberapa penelitian sudah membuktikan, efek air putih yang cukup dapat membantu seseorang menjaga berat badannya.

 

10. Membantu menjaga kadar oksigen dalam sirkuasi darah

 

11. Meningkatkan sistem pertahanan/kekebalan tubuh

Konsumsi air yang cukup dapat mengurangi atau mencegah beberapa penyakit seperti konstipasi, batu ginjal, asma-akibat-olahraga, infeksi saluran kemih, juga hipertensi.

 

12. Meningkatkan produksi energi

Air yang cukup akan mempengaruhi energi yang kita hasilkan dalam tubuh. Air dapat mengaktivasi metabolisme yang terjadi dalam tubuh. Sebuah penelitian menemukan, konsumsi 500 ml air putih dapat meningkatkan metabolisme tubuh hingga 30%.

 

13. Berperan dalam fungsi kognitif otak

Hidrasi cairan merupakan kunci untuk memiliki fungsi kognitif yang baik. Dehidrasi akan mengakibatkan kurangnya fokus, tidak mengantuk, dan gangguan memori jangka pendek.

 

14. Membantu dalam menjaga mood

Air juga berperan dalam fungsi kognitif otak. Kurangnya konsumsi air, dehidrasi, akan mengganggu mood. Dehidrasi dapat menyebabkan perasaan lelah, bingung dan cemas.

 

15. Membantu dalam mencegah proses penuaan (anti aging)

Air yang cukup akan menjaga hidrasi kulit. Selain itu, air juga akan membantu dalam proses pembentukan kolagen. Namun, air saja tidak cukup untuk mencegah proses penuaan. Proses ini juga dipengaruhi gen, juga proteksi terhadap sinar matahari.

 

16. Mencegah Dehidrasi

Dehidrasi adalah hasil ketika kita tidak mengonsumsi cairan yang cukup. Dehidrasi berat dapat berakibat sangat berbahaya, antara lain: pembengkakan ukuran otak, gagal ginjal, juga kejang.

 

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mencegah dehidrasi dan memastikan kebutuhan cairan kita tercukupi:

  • Selalu membawa botol air minum kemanapun kita pergi
  • Mempunyai alarm pengingat seberapa banyak yang sudah kita minum dan mengingatkan kita untuk minum, jika memang kita sering lupa minum.

Editor: drg. Valeria Widita

 

 

 

296total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *